Hubungan Kualitas Tidur Dengan Dermatitis Atopik Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati
Abstract
Kualitas tidur adalah aspek yang memiliki peran penting terhadap kesehatan tubuh, termasuk kesehatan kulit. Gangguan kualitas tidur dapat memicu ketidakseimbangan sistem imun yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit inflamasi seperti dermatitis atopik. Mahasiswa kedokteran termasuk lingkup yang berisiko tinggi mengalami gangguan tidur karena tuntutan akademik yang berat, sehingga berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk dermatitis atopik. Studi ini ditujukan guna menjalankan analisis terkait hubungan pada kualitas tidur dengan kejadian dermatitis atopik pada mahasiswa Kedokteran angkatan 2022–2024 Universitas Malahayati. Penelitian ini memanfaatkan metode analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Sebanyak 306 responden dipilih dari total populasi 439 mahasiswa dengan penggunaan teknik random sampling. Data didiambil melalui penggunaan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dalam pengukuran kualitas tidur dan U.K. Working Party’s Diagnostic Criteria (UKWP) untuk menentukan dermatitis atopik. Analisis data univariat dan bivariat digunakan dengan melakukan uji Chi-Square di tingkat kepercayaan 95%. Hasil temuan menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur buruk (71,9%) dan sebagian kecil mengalami dermatitis atopik (7,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya korelasi yang bermakna antara kualitas tidur dengan angka kejadian dermatitis atopik (p = 0,008). Responden dengan kualitas tidur yang tidak baik memiliki risiko 9,444 kali lebih besar mengalami dermatitis atopik dibandingkan dengan responden yang memiliki kualitas tidur baik (OR = 9,444; CI 95%: 1,253–71,200). Namun, rentang confidence interval yang lebar menunjukkan adanya ketidakpastian dalam estimasi besar risiko tersebut, sehingga interpretasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati. Meskipun demikian, karena batas bawah confidence interval masih berada di atas angka 1, hasil ini tetap menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur dan kejadian dermatitis atopik. Dengan demikian, dapat dirangkum bahwa ada terdapat keterkaitan antara kualitas tidur dengan kejadian dermatitis atopik pada mahasiswa, dimana mutu tidur yang buruk meningkatkan risiko terjadinya dermatitis atopik.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Anas Fadli Wijaya, Rian Anggia Destiawan, & Pratikah Verdianti. (2023). Edukasi Kesehatan Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap Kadar Hb dan Imunitas Tubuh Pada Remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin, 1(3), 135–140. https://doi.org/10.56910/wrd.v1i3.299
Alotaibi, A. D., Alosaimi, F. D., Alajlan, A. A., & Abdulrahman, K. A. (2020). The relationship between sleep quality, stress, and academic performance among medical students. Journal of Family & Community Medicine, 27(1), 23–28. https://doi.org/10.4103/jfcm.JFCM_132_19
Chang, Y. S., Chiang, B. L., & Chao, Y. H. (2020). Sleep disturbance and atopic dermatitis: A review of current evidence. Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice, 8(1), 13–20. https://doi.org/10.1016/j.jaip.2019.10.025
Effendi, A., Silvia, E., Nurmalasari, Y. & Lawren, J., 2020. Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Dermatitis Atopik di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2019, Jurnal Medika Malahayati, 4(2).
Elva, C., Oenarta, D. G., & Djaputra, E. M. (2024). The Relationship between the Severity of Atopic Dermatitis and Sleep Quality in Widya Mandala Surabaya Catholic University Teaching Hospital Patients. Berkala Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin, 36(3), 202–206. https://doi.org/10.20473/bikk.V36.3.2024.202-206
Firmansyah, R. S. P. (2024). Prevalensi dan Karakteristik Dermatitis Atopik pada Mahasiswa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 266–272. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i1.694
Gotama, D., Wardhana, M., Santoso, A., & Sissy, S. (2021). Mikrobiota usus pada dermatitis atopik. Intisari Sains Medis, 12(2), 718–722. https://doi.org/10.15562/ism.v12i2.994
Hershner, S. D., & Chervin, R. D. (2020). Causes and consequences of sleepiness among college students. Nature and Science of Sleep, 12, 63–71. https://doi.org/10.2147/NSS.S62907
Indrastiti, R., Kurniati, I.D. & Saputri, E.O., 2025. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Dermatitis Atopik. Jurnal Kedokteran Unimus, 11(2), pp.1335–1340.
Irwin, M. R. (2021). Sleep and inflammation: Partners in sickness and in health. Nature Reviews Immunology, 21(12), 702–715. https://doi.org/10.1038/s41577-021-00579-9
Kamila, F., & Dainy, N. C. (2023). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran dan Kesehatan UMJ.
Khairunissa, H., & Rahayu, U. B. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur mahasiswa semester akhir di Surakarta. Holistik Jurnal Kesehatan, 18(5), 621–627. https://doi.org/10.33024/hjk.v18i5.347
Langan, S. M., Irvine, A. D., & Weidinger, S. (2020). Atopic dermatitis. The Lancet, 396(10247), 345–360. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)31286-1
ME P, A. S. (2024). Hubungan Perilaku Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran. Jurnal Kesehatan Islam, 13.
Nagata, A., Kazi, T., Akter, Z., Nody, F. A., Khan, M. S., Shahriar, A. S. M., Islam, M. S., Nakagawa, T., & Inui, S. (2021). The influence of atopic dermatitis on health-related quality of life in Bangladesh. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(21), 1–13. https://doi.org/10.3390/ijerph182111593
Permatasari, R.L., Sukaesih, N.S. and Sejati, A.P. (2024) Hubungan Kualitas Tidur dengan Sistem Imunitas pada Mahasiswa S1 Keperawatan. Jurnal Kesehatan Global, 7(1), pp. 37–43. e-ISSN 2614-7866.
Rahman, A.F., Fitriyani, F., Mandala, Z. and Anggorotomo, W. (2024) Gambaran Kualitas Tidur pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Malahayati University.
Sari, I., Hafifah, I., Choiruna, H. P., & Maslow, A. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Tidur Pasien Di ICCU RSUD Ulin Banjarmasin ICCU merupakan suatu ruangan di rumah pasien dengan masalah penyakit jantung yang memerlukan pemantauan secara intensif dan mengalami gejala tersebut dan mengganggu. Jurnal Keperawatan, 9(July), 250–256.
https://doi.org/10.20527/dk.v9i1.8368
Septioni Bangun, S., Andina, A. F., & Yuniarno, S. (2025). Dermatitis
Atopik (DA) dan faktor-faktor yang berpengaruh di Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Tropical Public Health Journal, 5(1), 21–28. https://doi.org/10.32734/trophico.v5i1.20143
Sidik, F., Farid, M. and Mulyeni, S. (2025) Kajian Pola Tidur pada
Produktivitas Mahasiswa (Analisis Studi Literatur). JPIM: Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 1(3), pp. 826–836. ISSN 3089-0128.
Silverberg, J. I., Simpson, E. L., & Thyssen, J. P. (2021). Sleep disturbances in atopic dermatitis: Epidemiology, mechanisms, and management. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 147(5), 1425–1436. https://doi.org/10.1016/j.jaci.2020.12.636
Weidinger, S., Beck, L. A., Bieber, T., Kabashima, K., & Irvine, A. D. (2021). Atopic dermatitis. Nature Reviews Disease Primers, 7(1), 1–22. https://doi.org/10.1038/s41572-021-00295-5
DOI: https://doi.org/10.33024/jmm.v10i2.25861
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Medika Malahayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
(1).jpg)

1.png)
