PEMANFAATAN DAUN KELOR (moringa oleifera) SEBAGAI KOMODITI TANAMAN HERBAL BERKHASIAT OBAT DAN BAHAN PANGAN BERNUTRISI
Sari
Daun kelor (Moringa oleifera) telah dikenal secara luas sebagai tanaman herbal yang kaya akan nilai gizi dan beragam khasiat terapeutik, sehingga menjadi salah satu komoditi tanaman berpotensi tinggi dalam bidang pangan fungsional dan obat tradisional. Daun kelor memiliki kandungan nutrisi yang meliputi protein esensial, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berperan penting dalam mendukung kesehatan manusia dan pencegahan penyakit. Studi menunjukkan bahwa daun kelor mampu berkontribusi sebagai sumber nutrisi dan senyawa nutrasetikal yang bermanfaat dalam sistem pangan fungsional serta berbagai aplikasi medis tradisional dan modern seperti aktivitas antioksidan, anti-diabetes mellitus, antimikroba, serta efek hepatoprotektif. Selain itu, daun kelor dapat diolah menjadi produk pangan dan suplemen yang bernutrisi tinggi, berpotensi membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Dengan potensi gizi dan terapeutik yang luas, pemanfaatan daun kelor sebagai komoditas tanaman herbal perlu dikembangkan secara komprehensif untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Kata kunci: daun kelor,tanaman herbal,pangan bernuterisi,komoditi local
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aini, N., dan Rahayu, T. 2015. Media alternatif untuk pertumbuhan jamur menggunakan sumber karbohodrat yang berbeda. Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Bastiansyah, Eko. 2008. Panduan Lengkap : Membaca Hasil Tes Kesehatan. Penebaran Plus. Jakarta.
Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung. (2023). Kecamatan Teluk Betung Barat dalam angka. BPS Kota Bandar Lampung.
Fitriana, Laila. 2009. Analisis Kandungan Bahan Pengawet dalam Produk-Produk Minuman Kemasan yang Ada di Pasaran untuk Menjaga Keamanan Pangan Masyarakat. Makalah Penelitian. Semarang: Universitas Diponegoro.
Krisnadi, A. D. (2015). Kelor super nutrisi. Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.
Muzakar, M., & Ifadotun, I. (2018). Pengaruh penambahan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kadar protein dan daya terima puding. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI, 10(2), 110–115.
Rahmawati, D., & Sudaryati, E. (2020). Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai upaya pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 154–162.
Raj, Arun, ddk. 2009. Biochemical Effect of Feeding Soft Drink and Ethanol. Indian Journal of Experimental Biology. Vol. 47, pp 333-337.
Toripah, S. S., Abidjulu, J., & Wehantouw, F. (2014). Aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 3(4), 37–43.
Zakaria, Z., Mantao, E., & Madanijah, S. (2012). Pemberian tambahan makanan daun kelor pada ibu hamil dan pengaruhnya terhadap berat badan lahir bayi. Jurnal Gizi dan Pangan, 7(3), 143–148.
DOI: https://doi.org/10.33024/jpfm.v9i1.24491
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##