PENGOLAHAN INOVASI PANGAN BERGIZI: PEMANFAATAN DONAT DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN EDUKASI PEMBUATAN DONAT DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF CEMILAN SEHAT DAN BERGIZI

Vito Zhafran Octonariz, Agustina Retnaningsih, Yusinta Pastika, Al Zetta Ramadhani, Dea Anggraini, Okta Ramadhani, Thalita Oriza Azaria Bekti, Puji Setiawati

Sari


Pangan fungsional merupakan pangan yang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan tambahan. Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan lokal Indonesia memiliki kandungan gizi dan senyawa bioaktif yang tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan dan inovasi pengolahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri serta pengelola Pondok Pesantren Jabal An-Nur Al-Islami dalam pengolahan daun kelor menjadi produk pangan fungsional berupa donat. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, edukasi gizi, dan praktik langsung pembuatan donat daun kelor yang dilaksanakan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pangan fungsional, manfaat gizi daun kelor, serta kemampuan mengolahnya menjadi cemilan sehat yang memiliki daya terima baik. Selain itu, peserta menunjukkan minat untuk memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan alternatif dan peluang usaha skala rumah tangga. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi dan praktik pengolahan donat daun kelor efektif dalam meningkatkan literasi pangan, mendukung perbaikan status gizi, serta mendorong kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A. H. (2007). Moringa oleifera: A food plant with multiple medicinal uses. Phytotherapy Research, 21(1), 17–25.

Astawan, M. (2009). Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Penebar Swadaya: Jakarta

Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 01-3551-2011: Donat. BSN: Jakarta.

Dewi, R. K., & Nugraheni, M. (2019). Pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kualitas donat. Jurnal Teknologi Pangan, 13(1), 23–30.

Fahey, J. W. (2005). Moringa oleifera: A review of the medical evidence for its nutritional, therapeutic, and prophylactic properties. Trees for Life Journal, 1(5), 1–15.

Handayani, T., & Hidayati, N. (2016). Pembuatan donat sehat berbasis bahan lokal. Jurnal Ilmiah Pangan dan Gizi, 11(1), 12–19.

Krisnadi, A. D. (2012). Kelor Super Nutrisi. Blora (ID): Pusat Informasi dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia. Lembaga Swadaya Masyarakat Media Peduli Lingkungan (LSMMEPELING). Kunduran. Yogyakarta.

Mulyani, S., & Hartati, F. K. (2018). Pemanfaatan daun kelor sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Pangan dan Gizi, 9(2), 45–52.

Nurcahyani, E., & Lestari, D. (2020). Uji daya terima produk pangan berbasis daun kelor sebagai makanan selingan. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 85–92.

Putri, D. A., & Hartono, S. (2021). Evaluasi produk inovatif donat fungsional berbahan lokal. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 15(2), 88–97.

Rahayu, S., & Wibowo, H. (2018). Inovasi pangan bergizi: Pengembangan cemilan sehat berbasis sayuran. Jurnal Agroindustri, 6(2), 101–110.

Sari, R. M., & Prasetyo, B. (2017). Potensi daun kelor sebagai sumber nutrisi pangan fungsional. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 28(3), 150–157.

Sudarmadji, S., Haryono, B., & Suhardi. (2010). Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Liberty.

Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Zulkifli, I., & Pramesti, E. (2019). Analisis kandungan gizi dan daya terima produk makanan olahan daun kelor. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 7(1), 33–42




DOI: https://doi.org/10.33024/jpfm.v9i1.24517

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##