Penyuluhan Swamedikasi Sebagai Pencegahan Dini Risiko Salah Obat Pada Pelajar
Sari
Swamedikasi merupakan praktik penggunaan obat secara mandiri yang umum dilakukan oleh pelajar, namun dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelajar mengenai swamedikasi sebagai upaya pencegahan dini risiko salah obat melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest–posttest pada 29 siswa SMAN 4 Metro. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint dan leaflet, serta evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan dari 60,69% pada pretest menjadi 95,52% pada posttest, dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan swamedikasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pelajar. Kesimpulannya, penyuluhan swamedikasi efektif dalam meningkatkan literasi penggunaan obat pada pelajar sebagai upaya pencegahan dini risiko salah obat.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2022). Survei Nasional Perilaku Penggunaan Obat di Indonesia. Jakarta: BPOM RI.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2023). Laporan Tahunan Literasi Penggunaan Obat Aman untuk Anak Sekolah. Jakarta: BPOM RI.
Direktorat Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan RI. (2016). Panduan Cuci Tangan Pakai Sabun. Jakarta: Kemenkes RI.
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). (2014). Gerakan Keluarga Sadar Obat (GeMa CerMat): DAGUSIBU. Jakarta: Pengurus Pusat IAI.
DOI: https://doi.org/10.33024/jpfm.v9i1.26778
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##