STRATEGI KOMBINASI BISNIS UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING UMKM LOKAL BATIK SRIKANDI
Sari
negara. UMKM biasanya memulai usahanya dengan modal yang terbatas dan memiliki sumber
daya manusia yang terbatas. Karena itu, UMKM sering mengalami kendala dalam
mengembangkan bisnisnya dan memasuki pasar yang lebih luas. Namun, UMKM memiliki
keunggulan dalam fleksibilitas dan inovasi, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan pasar
dengan cepat. Industri batik di Indonesia umumnya merupakan industri mikro kecil menengah
(UMKM) yang menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat. Meskipun demikian, banyak
pelaku UMKM termasuk Batik Srikandi belum sepenuhnya memahami strategi kombinasi bisnis
dengan industri pariwisata dan nilai ekonomi daerah.
Kata kunci: UMKM, Industri batik, Strategi kombinasi bisnis
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Anggraeni, F. D. (2013). Pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui
fasilitasi pihak eksternal dan potensi internal (Studi kasus pada kelompok usaha" Emping
Jagung" di Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing Kota Malang) (Doctoral
dissertation, Brawijaya University).
Firdausya, L. Z., & Ompusunggu, D. P. (2023). Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Era
Digital Abad 21: Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) Era Digital Di Abad Ke-21.
Tali Jagad Journal, 1(1), 14-18.
Nurainun, N. (2008). Analisis industri batik di Indonesia. Fokus Ekonomi, 7(3), 24399.
Oktyajati, N., Mayasari, S., Khaerudin, A., & Purwati, S. (2023). Pelestarian warisan budaya batik
Indonesia melalui workshop dan seminar pertukaran budaya dari empat negara Asia. Jurnal
Pengabdian kepada Masyarakat Sidoluhur, 3(02), 340-349.
DOI: https://doi.org/10.33024/pkmakt.v5i2.24274
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Penerbit : Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Malahayati, Bandar Lampung



