APLIKASI PROTOTYPE SOLAR PANEL TENAGA SURYA SEBAGAI SUMBER LISTRIK ALTERNATIF PADA AERATOR BUDIDAYA UDANG VANNAME SAAT PLN PADAM

Nurjan Didik Purwanto, Dwi Ferdiana, Ririn Ramadani, Ria Fikasa

Abstract


ABSTRAK

 

Udang oleh masyarakat Indonesia. Konsumsi udang masyarakat Indonesia mencapai 50%. Indonesia merupakan negara nomor empat sebagai produsen (pengekspor) udang di dunia dengan tujuan ekspor utama ke negara Amerika Serikat yang memiliki tingkat konsumsi udang mencapai 1.134 kg/tahun merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang menjadi sumber protein yang paling digemari Salah satu kendala pengembangan budidaya udang di Indonesia adalah meningkatnya kebutuhan energi listrik tiap tahunnya. Untuk mengatasi hal tersebut, energi terbarukan merupakan solusi bagi kebutuhan listrik untuk operasional budidaya dengan segala kelebihannya. Energi terbarukan yang paling banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pada budidaya udang adalah energi matahari (surya), energi surya merupakan energi alternatif yang murah, tersedia secara gratis, terutama di daerah tropis. Energi listrik ini digunakan untuk menghidupkan aerator pada kolam budidaya udang, terutama udang Vanname. Salah satu aspek terpenting dalam pengelolaan kualitas air budidaya udang adalah konsentrasi oksigen terlarut yang dibutuhkan bagi ekosistem perairan agar udang tetap hidup sehat dan juga segar, tetapi saat konsentrasi oksigen di bawah 3 mg/L, maka dapat membuat udang stress dan menurunkan daya tahan tubuhnya. Jika konsentrasi oksigen menyentuh angka di bawah 1,5 mg/L maka dalam beberapa jam udang akan mati, karena udang sangat rentan ketika kekurangan oksigen, maka dengan pemanfaatan energi surya sebagai pengganti sumber Listrik alternatif ketika PLN padam, diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat kematian udang Vanname.

 

Kata Kunci: udang vanname, peningkatan energi listrik, energi terbarukan, energi surya, pengaruh konsentrasi oksigen terhadap udang vanname.

 

ABSTRACT

 

Solar Panel Prototype Application As An Alternative Electricity Source In Vannamese Shrimp Cultivation Aerators During Pln Power Outages. Shrimp is a fishery commodity that is a popular source of protein for Indonesians. Indonesian shrimp consumption reaches 50%. Indonesia is the fourth-largest shrimp producer (exporter) in the world, with the primary export destination being the United States, where shrimp consumption reaches 1,134 kg per person per year. One of the obstacles to developing shrimp farming in Indonesia is the increasing need for electricity every year. To overcome this, renewable energy is a solution for electricity needs for cultivation operations with all its advantages. The most widely used renewable energy to meet electricity needs in shrimp farming is solar energy, solar energy is a cheap alternative energy, available for free, especially in tropical areas. This electrical energy is used to operate the aerator in shrimp farming ponds, especially Vannamei shrimp. One of the most important aspects in managing the water quality of shrimp farming is the concentration of dissolved oxygen needed for the aquatic ecosystem so that shrimp remain healthy and fresh, but when the oxygen concentration is below 3 mg/L, it can make shrimp stressed and reduce their immune system and if the oxygen concentration touches the number below 1.5 mg/L then within a few hours the shrimp will die, because shrimp are very vulnerable when lacking oxygen, then by utilizing solar energy as a substitute for alternative electricity sources when PLN off, it is hoped that it can help reduce the mortality rate of Vanname shrimp.

 

Keywords: vaname shrimp, increase in electrical energ renewable energy, solar energy, he effect of oxygen concentration on vannamei shrimp.


Full Text:

PDF

References


Avnimelech, Y. (2015). Biofloc Technology: A Practical Guide Book (3rd ed.). Baton Rouge: The World Aquaculture Society.

Boyd, C. E. (2015). Water Quality: An Introduction (2nd ed.). Springer. 

Boyd, C. E., & Tucker, C. S. (1998). Pond Aquaculture Water Quality Management. Boston: Springer Science & Business Media. 

FAO. (2020). The State of World Fisheries and Aquaculture 2020: Sustainability in Action. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

IRENA. (2021). Renewable Energy Statistics 2021. Abu Dhabi: International Renewable Energy Agency.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (2020). Potensi Energi Surya Indonesia. Jakarta: Kementerian ESDM.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2021). Statistik Kelautan dan Perikanan Indonesia. Jakarta: KKP.

Setiyanto, A. (2005). Perdagangan Udang Indonesia di Pasar Internasional. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.




DOI: https://doi.org/10.33024/jrets.v10i1.25231

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Secretariat Office:
UNIVERSITAS MALAHAYATI
Mail  : Jl. Pramuka No. 27, Kemiling, Kota Bandar Lampung
Telp  : 0811729009
email: jurnalrts.ft@malahayati.ac.id

 
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
 
View My Stats