Hubungan Ayah Perokok dengan Stunting Pada Anak di Kota Medan
Sari
ABSTRACT
Stunting is a child health problem caused by chronic malnutrition, particularly during the first one thousand days of life. The purpose of this research was to examine whether or not stunting was more common in children whose dads smoked in Medan City. The research was a case-control analytical observational study. Samples were selected using cluster sampling based on regions, comprising 124 children divided into case (stunted) and control (non-stunted) groups. Stunting status was assessed using the World Health Organization growth chart, while data on fathers’ smoking habits were obtained through a questionnaire on smoking intensity and frequency at home. In order to get the Odds Ratio, the data was analyzed using logistic regression and chi-square testing. The group whose members were exposed to their fathers' tobacco smoke had the highest prevalence of stunted offspring. The odds ratio was 17.8, and the chi-square test revealed p < 0.05, suggesting that the risk of stunting was 17.8 times greater for children exposed to cigarette smoke than for unexposed children. Children whose fathers smoke are at a far higher risk of stunting. Stunting prevention interventions should include reducing smoke exposure at home and educating families about the importance of a healthy home environment.
Keywords: Stunting, Children, Smoking Habits, Smoke Exposure, Risk.
ABSTRAK
Stunting merupakan masalah kesehatan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode seribu hari pertama kehidupan. Tujuan riset ini adalah untuk mengkaji korelasi antara angka stunting pada anak yang tinggal di Kota Medan dengan perilaku merokok ayah mereka. Penelitian ini menggunakan strategi riset kasus-kontrol berdasarkan analisis observasional. Dengan menggunakan metode cluster sampling berdasarkan geografi, 124 anak secara acak dimasukkan ke dalam kelompok kasus (anak-anak dengan stunting) atau kelompok kontrol (anak-anak tanpa stunting). Status stunting diukur menggunakan kurva pertumbuhan World Health Organization, sedangkan data kebiasaan merokok ayah diperoleh melalui kuesioner mengenai intensitas dan frekuensi merokok di rumah. Odds Ratiodihitung melalui analisis data yang mencakup regresi logistik dan uji chi-kuadrat. Hasil riset memperlihatkan bahwa kelompok yang terpapar asap rokok dari ayah memiliki prevalensi stunting tertinggi. Odds Ratio adalah 17,8, dan nilai chi-kuadrat p < 0,05, memperlihatkan bahwa risiko stunting 17,8 kali lebih tinggi pada anak-anak yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar. Anak-anak yang ayahnya merokok memiliki risiko stuntingyang jauh lebih tinggi. Intervensi pencegahan stunting perlu mencakup pengurangan paparan asap rokok di rumah dan edukasi keluarga mengenai pentingnya lingkungan rumah yang sehat.
Kata Kunci: Stunting, Anak, Kebiasaan Merokok, Paparan Asap Rokok, Risiko.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Ahmad, S. W., Mukhsar, J., Jafriati, Amirullah, Lisnawaty, & Sukri, M. H. (2022). Rencana aksi daerah (RAD) upaya penurunan stunting Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022--2024 (N. Duniawati (ed.)). Penerbit Adab CV. Adanu Abimata.
Amin, N. F., Garancang, S., & Abunawas, K. (2023). Konsep Umum Populasi dan Sampel dalam Penelitian. Jurnal Pilar, 14(1), 15–31.
Arfianti, A., Nurhasanah, N., Lesmana, S. D., Yuliati, Y., Erika, E., Paulina, A. J., & Afandi, D. (2020). Peningkatan kapasitas kader posyandu desa tambang dalam deteksi stunting pada anak. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 3, 307–311.
Astuti, D., Handayani, T., & Astuti, D. (2020). Cigarette smoke exposure and increased risks of stunting among under-five children. Clinical Epidemiology and Global Health, 8(3), 100–105. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2020.02.029
Candra, A. (2013). Hubungan underlying factors dengan kejadian stunting pada anak 1-2 th. Diponegoro Journal of Nutrition and Health, 1(1), 89913.
Fairuza, N. L., Elvandari, M., & Kurniasari, R. (2023). Berat lahir bayi, kepemilikan JKN dan kebiasaan merokok dengan balita stunting di Puskesmas Anggadita, Karawang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(10), 1969–1974. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i10.3687
Fedriansyah, D., Paramashanti, B. A., & Paratmanitya, Y. (2020). Faktor sosial ekonomi dan stunting pada anak usia 6--23 bulan. Media Gizi Pangan, 27(1), 22–29.
Florentika, R., & Kurniawan, W. (2022). Analisis kuantitatif tar dan nikotin terhadap rokok kretek yang beredar di Indonesia. Eruditio: Indonesia Journal of Food and Drug Safety, 2(2), 22–32.
Hasanah, U., Maria, I., Jafar, N., Hardianti, A., Mallongi, A., & Syam, A. (2020). Water, sanitation and hygiene analysis, and individual factors for stunting among children under two years in Ambon. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8(T1), 22–26. https://doi.org/10.3889/oamjms.2020.5177
HM, K. D., Susaldi, S., & Munawaroh, M. (2024). Hubungan paparan asap rokok, pola makan dan faktor riwayat penyakit dengan kejadian stunting. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(4), 2033–2039.
Mashar, S. A., Suhartono, S., & Budiyono, B. (2024). Hubungan sanitasi lingkungan dan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 25--60 bulan di Kabupaten Pekalongan. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 23(1), 1–8.
Metanfanuan, T., & Pattiwael, M. (2023). Edukasi bahaya rokok bagi anak dan remaja di Kilometer 14 Distrik Klaurung Kelurahan Klablim Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya. AMetanfanuan, T., & Pattiwael, M. (2023). Edukasi Bahaya Rokok Bagi Anak Dan Remaja Di Kilometer 14 Distrik Klaurung Kelurahan Klablim Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya. ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(1), 1–8.BDIMASY: Jurna, 4(1), 1–8.
Muchlis, N., Yusuf, R. A., Rusydi, A. R., Mahmud, N. U., Hikmah, N., Qanitha, A., & Ahsan, A. (2023). Cigarette smoke exposure and stunting among under-five children in rural and poor families in Indonesia. Environmental Health Insights, 17, 1–9. https://doi.org/10.1177/11786302231123456
Nurhayati. (2023). Hubungan perilaku merokok orang tua dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Mangkoso Kabupaten Barru. Jurnal Pendidikan Keperawatan Dan Kebidanan (JPKK), 2(1), 45–52.
Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). Upaya penanganan stunting di Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 1(1), 1–10.
Ratnasari, D., & Endriani, R. (2020). Hubungan status berat badan lahir rendah (BBLR) dengan kejadian stunting. Syntax Idea, 2(1), 11–20.
Renggo, Y. R., & Kom, S. (2022). Populasi dan sampel kuantitatif. In Metodologi riset kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (p. 43).
World Health Organization (WHO). (2021). Tobacco control to improve child health and development: Thematic brief. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240022218
Wulandari, F. C., Kusumaningsih, T. P., Kusumawati, M. A. S., Pratiningtias, M., & dan Kesehatan Bhakti Putra Bangsa Indonesia, I. T. B. (2023). Hubungan paparan asap rokok dengan kejadian stunting pada balita usia 2--5 tahun di Desa Kalikuning Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Journal of TSCNers, 8(2). http://ejournal.annurpurwodadi.ac.id/index.php/TSCNers
Yanti, N. D., Betriana, F., & Kartika, I. R. (2020). Faktor Penyebab Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur. Real In Nursing Journal, 3(1), 1–10.
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i5.22479
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





