Hubungan Faktor Risiko pada Pasangan Suami dengan Kejadian Preeklampsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar

Deya Dwi Indah Saputri, M. Hamsah, Andi Kartini Eka Yanti, Muhammad Wirawan Harahap, Gina Isni Djanuaresty Iskandar

Sari


ABSTRACT

 

Preeclampsia, characterized by hypertension and proteinuria after 20 weeks of gestation, continues to be a major global health challenge contributing to maternal and perinatal morbidity and mortality. The present study explored the relationship between paternal risk factors and the incidence of preeclampsia at RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. A quantitative cross-sectional method was applied with 30 participants, comprising 15 pregnant women diagnosed with preeclampsia and 15 without. Data were collected using structured questionnaires and medical records, then analyzed with the chi-square test. Findings indicated that most husbands were aged 20–35 years, had completed high school, and waited less than one year for conception. Among the eight risk factors investigated, only husbands’ knowledge of preeclampsia showed a significant association with its incidence (p=0.014), whereas other factors such as diabetes history, smoking exposure, primipaternity, and paternal genetic background did not. These findings underscore the need for enhanced paternal health education as a preventive strategy against preeclampsia.

 

Keywords: Preeclampsia, Paternal Risk Factors, Health Education, Husband’s Knowledge.


 

 

ABSTRAK

 

Preeklamsia, yang ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah 20 minggu kehamilan, terus menjadi tantangan kesehatan global utama yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara faktor risiko paternal dan insiden preeklamsia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Metode potong lintang kuantitatif diterapkan dengan 30 partisipan, terdiri dari 15 ibu hamil yang didiagnosis preeklamsia dan 15 ibu hamil tanpa preeklamsia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar suami berusia 20–35 tahun, telah menyelesaikan sekolah menengah atas, dan menunggu kurang dari satu tahun untuk konsepsi. Di antara delapan faktor risiko yang diteliti, hanya pengetahuan suami tentang preeklamsia yang menunjukkan hubungan signifikan dengan insidennya (p=0,014), sedangkan faktor-faktor lain seperti riwayat diabetes, paparan merokok, primipaternitas, dan latar belakang genetik paternal tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya peningkatan edukasi kesehatan paternal sebagai strategi pencegahan preeklamsia.

 

Kata Kunci: Preeklampsia, Faktor Risiko Paternal, Edukasi Kesehatan, Pengetahuan Suami.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Bakri, S. I. A., Fujiko, M., & Harahap, M. W. (2024). Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia-Eklampsia. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 8825-8833.

Bardja, S. (2020). Faktor risiko kejadian preeklampsia berat/eklampsia pada ibu hamil. EMBRIO: Jurnal Kebidanan, 12(1), 18-30.

Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Hauth, J. C., Rouse, D. J., & Spong, C. Y. (2010). Williams obstetrics (23rd ed.). McGraw-Hill.

Departemen Kesehatan RI. (2017). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/91/2017 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Komplikasi Kehamilan.

Duckitt, K., & Harrington, D. (2005). Risk factors for pre-eclampsia at antenatal booking: Systematic review of controlled studies. BMJ, 330(7491), 565. https://doi.org/10.1136/bmj.38380.674340.E0

Galaviz-Hernandez, C., Sosa-Macias, M., Teran, E., Garcia-Ortiz, J. E., & Lazalde-Ramos, B. P. (2019). Paternal determinants in preeclampsia. Frontiers in Physiology, 9, 1870. https://doi.org/10.3389/fphys.2018.01870

Hikmawati, P., Purnamasari, N. I., & Rahmawati. (2022). Faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah Obsgin, 13(3). https://doi.org/10.36089/job.v13i3.601

Jaatinen, N., Jääskeläinen, T., Ekholm, E., et al. (2022). Searching for a paternal phenotype for preeclampsia. Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica, 101(8), 862–870. https://doi.org/10.1111/aogs.14388

Nisa, K., Kartasurya, M. I., & Fatimah, S. (2020). Paparan asap rokok sebagai faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.15294/kemas.v8i1.28642

Nurlaela, N., & Rahmah, N. (2021). Peran pendamping dalam proses persalinan: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 77–84.

Poon, L. C., Shennan, A., Hyett, J. A., & Kapur, A. (2019). The FIGO initiative on pre-eclampsia: A pragmatic guide for first-trimester screening and prevention. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 145(S1), 1–33. https://doi.org/10.1002/ijgo.12802

Rahmawati, L., Amalia, F. E., Kahar, M., et al. (2022). Literature review: Faktor-faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Journal of Borneo Holistic Health, 2, 122–132.

Saraswati, N., & Mardiana, M. (2016). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil (Studi Kasus Di Rsud Kabupaten Brebes Tahun 2014). Unnes Journal of Public Health, 5(2), 90-99.

Saraswati, N., & Mardiana, M. (2016). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil (Studi Kasus Di Rsud Kabupaten Brebes Tahun 2014). Unnes Journal of Public Health, 5(2), 90-99.

Setiawan, A. (2015). Metode penelitian kuantitatif. Jurnal Penelitian Kesehatan, 3(2), 45–52.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Weissgerber, T. L., & Mudd, L. M. (2015). Preeclampsia and diabetes. Current Diabetes Reports, 15(3), 9. https://doi.org/10.1007/s11892-015-0584-0

Wibowo, N., Irwinda, R., Frisdiantiny, E., Karkata, M. K., Mose, J., & Chalid, M. (2016). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Diagnosis dan Tata Laksana Pre-eklampsia.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i5.22702

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License