Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang

Sandri Triesa Dastri Frans, Serlie K.A. Littik, Yendris Krisno Syamruth, Fransiskus Geroda Mado, Imelda F.E Manurung

Sari


ABSTRAK

 

Perawat jumlahnya terbesar dirumah sakit yakni sekitar 40% - 60%, dan mempunyai peran fundamental yang luas selama 24 jam sehari di rumah sakit. perawat harus di perhatikan kesejahteraannya secara subjektif, psikologis dansosial agar dapat melakukan pekerjaannya dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni beban kerja, imbalan, lingkungan kerja dan hubungan interpersonal. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan pada bulan Mei 2025. Sampel penelitian sebanyak 66 perawat dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisa menggunakan uji regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar perawat memiliki tingkat kesejahteraan yang sejahtera 74,2%, beban kerja sedang 45,5%, imbalan sedang 45,5%, lingkungan kerja baik 93,9% dan hubungan interpersonal yang baik 100%. Faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat yakni faktor beban kerja (0,000 < 0,05) dan faktor imbalan (0,006 < 0,05). Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesejahteraan perawat adalah faktor imbalan dengan nilai OR 1,712, yang berarti perawat dengan imbalan lebih tinggi memiliki kemungkinan memperoleh kesejahteraan 1,712 kali lebih tinggi. Rekomendasi yang diajukan adalah manajamen rumah sakit dapat secara rutin mengevaluasi dan menyesuaikan sistem imbalan gaji, tunjangan dan jasa dengan pembagian secara adil sesuai dengan beban kerja untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif, psikologis dan sosial perawat.

 

Kata Kunci: Beban Kerja, Hubungan Interpersonal, Imbalan, Kesejahteraan, Lingkungan Kerja, Perawat.

 

 

ABSTRACT

 

Nurses make up the largest number of staff in hospitals, approximately 40% - 60%, and they play a broad fundamental role 24 hours a day in hospitals. Nurses' well-being must be taken care of so that they can perform their duties optimally. This study aims to analyze the influence of factors affecting nurses' well-being, namely workload, rewards, work environment, and interpersonal relationships. The research method used a cross-sectional design, conducted in May 2025. The study sample consisted of 66 nurses, with data collection using questionnaires and analysis using ordinal regression tests. The research results show that the majority of nurses have a prosperous level of well-being at 74.2%, a moderate workload at 45.5%, moderate rewards at 45.5%, a good work environment at 93.9%, and good interpersonal relationships at 100%. Factors that affect nurses' well-being are workload factors (0.000 < 0.05) and reward factors (0.006 < 0.05). The factor that most dominantly affects nurses' well-being is the reward factor with an OR value of 1.712, meaning that nurses with higher rewards are 1.712 times more likely to achieve well-being. The recommended action is that hospital management can routinely evaluate and adjust the salary, allowance, and service reward systems fairly according to workload distribution to improve nurses' subjective, psychological, and social well-being.

 

Keywords: Interpersonal Relationships, Nurse, Reward, Well-Being, Workload, Work Environment.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Alfida, N., & Widodo, D. (2022). Pengaruh beban kerja terhadap kinerja perawat. Jurnal Manajemen Kesehatan, 10(2), 115–124.

Apriliani, E., & Hidayah, N. (2020). Hubungan kompensasi dan kesejahteraan perawat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 45–52.

Bachrun, S. (2011). Manajemen kompensasi dalam organisasi. Penerbit Andi.

Burhan, S., dkk. (2015). Hubungan antara imbalan jasa dan motivasi kerja perawat di Puskesmas Manganitu Kabupaten Sangihe. Jurnal Keperawatan, 6(1), 33–40.

Dwi, R. A., & Pradhanawati, A. (2022). Pengaruh peran ganda, fleksibilitas jam kerja, dan gaji terhadap kesejahteraan perawat perempuan pada Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang. Jurnal Administrasi Bisnis, 11(3), 120–130.

Fadila, N. (2021). Komunikasi interpersonal dalam meningkatkan kinerja perawat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(2), 112–121.

Febrianti, I. (2022). Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Kesehatan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Journal ResearchGate.

Fitriyah, F. (2021). Pengaruh lingkungan kerja terhadap produktivitas perawat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 55–63.

Handoko, T. H. (2002). Manajemen personalia dan sumber daya manusia. BPFE.

International Council of Nurses. (2023). ICN workforce report. ICN.

Jumraedah. (2013). Pemberian tunjangan dan pengaruhnya terhadap kinerja pegawai. Jurnal Ilmu Administrasi, 5(2), 77–85.

Lembang, M., dkk. (2023). Beban kerja dan implikasinya terhadap kinerja perawat. Jurnal Keperawatan Medis, 8(1), 55–64.

Lestari, D., & Tjahjono, T. (2013). Kompensasi dan kesejahteraan perawat. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 1(1), 20–28.

Luan, X., Wang, P., & Chen, L. (2018). Nurse well-being and patient care outcomes: A systematic review. Journal of Nursing Management, 26(3), 302–310.*

Mokodompit, F., dkk. (2021). Kesejahteraan finansial dan kepuasan kerja perawat. Jurnal Keperawatan, 14(2), 88–95.*

Negovan, V. (2010). Dimensions of students’ psychosocial well-being and their measurement. Procedia Social and Behavioral Sciences, 5, 544–550.

Patrayani, D., dkk. (2021). Pengaruh kesejahteraan perawat terhadap mutu pelayanan keperawatan. Jurnal Keperawatan Profesional, 9(1), 25–33.*

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 340/MENKES/PER/III/2010 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

Pratiwi, S. S. (2024). Sistem pengupahan perawat dalam perspektif keadilan organisasi. Jurnal Administrasi Kesehatan, 15(1), 13–25.

Pujiastuti, E. (2005). Pengaruh kompensasi terhadap motivasi dan kinerja perawat. Jurnal Keperawatan Indonesia, 9(2), 78–85.

Ramdhan, A., dkk. (2024). Hubungan interpersonal dan dampaknya terhadap kenyamanan kerja perawat. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(1), 14–22.*

Rusdi, & Warsito, B. (2022). Pengaruh beban kerja terhadap produktivitas tenaga kesehatan. Jurnal Administrasi Rumah Sakit, 12(2), 89–97.

Sakti, R. (2023). Beban kerja dan dampaknya terhadap stres kerja tenaga medis. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(4), 320–330.

Salami, L., dkk. (2020). Peran perawat dalam mutu layanan rumah sakit. Jurnal Keperawatan Indonesia, 13(2), 101–109.*

Schmidt, N. A., & Brown, J. M. (2017). Evidence-based practice for nurses. Jones & Bartlett Learning.

Sudrajat, A., dkk. (2024). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan perawat. Jurnal Keperawatan Nusantara, 12(1), 55–64.

Umrana, U. (2017). Konsep imbalan dan motivasi kerja perawat. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 99–108.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

World Health Organization. (2022). Nursing workforce statistics. WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i7.23654

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License