Kajian Epidemiologi Manajerial untuk Efektifitas Program Tuberkulosis
Sari
ABSTRACT
Tuberculosis (TB) remains a global health problem, including in Indonesia. The East Nusa Tenggara Province Health Center (SITB) reported 10,110 TB cases (56%) in 2024. Approximately 7,851 of the 17,961 TB cases remain undetected or unreported. The number of TB cases in Kupang Regency in 2024 reached 454 (38%), with approximately 755 cases remaining undetected out of the target of 1,209 This gap is influenced by suboptimal utilization of cadre resources, weaknesses in the service system, and the lack of effective strategy development. This study aimed to analyze the relationship between managerial epidemiology and the effectiveness of the tuberculosis program in Kupang Regency in 2025. A mixed-method study with a cross-sectional design was conducted at 29 health service facilities in Kupang Regency, including 27 primary health care facilities and two referral hospitals, selected using purposive sampling. Statistical analysis showed a significant relationship between managerial epidemiology and TB program effectiveness. Of the 11 independent variables studied, 10 were significantly associated with program effectiveness (p < 0.05), including planning, management-based and environmental-based implementation, intervention design, identification of causes and risks, selection of epidemiological strategies, monitoring, supervision, evaluation, and surveillance. Despite these findings, the effectiveness of the TB program still needs improvement due to limited resources, suboptimal data analysis, and high community stigma. In conclusion, epidemiologically based planning, intervention strategies, monitoring, supervision, evaluation, and surveillance are directly related to TB program effectiveness in Kupang Regency.
Keywords: Managerial Epidemiology, TB Program Effectiveness, Kupang Regency.
ABSTRAK
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2024, Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan 10.110 kasus TB (56%), dengan sekitar 7.851 dari estimasi 17.961 kasus yang masih belum terdeteksi atau tidak dilaporkan. Di Kabupaten Kupang, jumlah kasus TB yang dilaporkan pada tahun 2024 mencapai 454 kasus (38%), dengan sekitar 755 kasus yang belum terdeteksi dari target 1.209 kasus. Kesenjangan antara target dan capaian tersebut dipengaruhi oleh belum optimalnya pemanfaatan sumber daya kader, kelemahan sistem pelayanan, serta belum berkembangnya strategi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara epidemiologi manajerial dengan efektivitas program tuberkulosis di Kabupaten Kupang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain potong lintang yang dilaksanakan pada 29 fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kupang, terdiri atas 27 fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan dua rumah sakit rujukan, yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara epidemiologi manajerial dan efektivitas program TB. Dari 11 variabel independen yang diteliti, 10 variabel menunjukkan hubungan yang signifikan dengan efektivitas program TB (p < 0,05), meliputi perencanaan, pelaksanaan berbasis konsep manajemen dan lingkungan, desain intervensi, identifikasi penyebab dan risiko, pemilihan strategi epidemiologi, pemantauan, supervisi, evaluasi, dan surveilans. Meskipun demikian, efektivitas program TB masih perlu ditingkatkan karena keterbatasan sumber daya, analisis data yang belum optimal, serta tingginya stigma di masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa perencanaan, strategi intervensi, pemantauan, supervisi, evaluasi, dan surveilans yang berbasis epidemiologi berhubungan langsung dengan efektivitas program TB di Kabupaten Kupang.
Kata Kunci: Manajerial Epidemiologi, Efektivitas Program TB, Kabupaten Kupang.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Adila, M. N., & Damayanti, R. (2025). Implementasi Strategi Pencegahan Infeksi Tuberkulosis Di Fasilitas Kesehatan: Tinjauan Sistematis. Jurnal Ners, 2218–2225. Http://Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id/Index.Php/Ners
Adila, M. N., Damayanti, R., Studi Mutu Layanan Kesehatan, K., & Kesehatan Masyarakat, F. (2025). Implementasi Strategi Pencegahan Infeksi Tuberkulosis Di Fasilitas Kesehatan: Tinjauan Sistematis. Http://Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id/Index.Php/Ners
Bps Provinsi Ntt. (2024). Kasus Penyakit Menurut Kabupaten/Kota Dan Jenis Penyakit Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, 2024. Https://Ntt.Bps.Go.Id/Id/Statistics-Table/3/Yta1q1ptrmhumepxwtbsqmqyzzbjvzgwuzb4avp6mdkjmw==/Kasus-Penyakit-Menurut-Kabupaten-Kota-Dan-Jenis-Penyakit-Di-Provinsi-Nusa-Tenggara-Timur--2024.Html?Year=2024
Brachman, Ps. (1996). Medical Microbiology. In Baron S (Ed.), Epidemiology (4th Edition). University Of Texas Medical Branch At Galveston.
Dye, C., Glaziou, P., Floyd, K., & Raviglione, M. (2013). Prospects For Tuberculosis Elimination. Annual Review Of Public Health, 34, 271–286. Https://Doi.Org/10.1146/Annurev-Publhealth-031912-114431
Handayani, S., & Isworo, S. (2024). Evaluation Of Tuberculosis Program Implementation In Primary Health Care, Semarang, Indonesia. In International Journal Of Public Health Asia Pacific Open Access: E-Journal (Vol. 3).
Haryono, Rubaya, A. K., & Husein, A. (2021). Pengantar Psikologi. Poltekkes Jogja Press. Https://Eprints.Poltekkesjogja.Ac.Id/8167/1/Pengantar%20epidemiologi.Pdf
Hiddayaturrahmi, Zahra, H., Faisal, F., & Irwandi. (2024). Gambaran Pelaksanaan Program Penangulangan Tuberkulosis Di Dinas Kesehatan Kota Solok Tahun 2024. Scientific Journal, 3(5). Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.56260/Sciena.V3i5
Intan, Y., Dari, W., & Faidati, N. (2025). Analisis Manajemen Program Pengendalian Penyakit Menular (Tb) Di Puskesmas Magelang Utara Kota Magelang.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024a). Laporan Hasil Studi Inventori Tuberkulosis Indonesia 2023-2024.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024b). Laporan Program Penanggulangantuberkulosis.
Oleske, D. M. (2009). The Role Of Managerial Epidemiology In Infection Prevention And Control. In Epidemiology And The Delivery Of Health Care Services (Pp. 181–209). Springer Us. Https://Doi.Org/10.1007/978-1-4419-0164-4_7
Ramadhani, N. S., Wahyuni, C. U., Rahayu, T. P., & Syam, S. (2025). Analisis Masalah Kesehatan Pada Program Tuberkulosis Di Dinas Kesehatan Kota Kediri Tahun 2024. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10(2), 1–9. Https://Doi.Org/10.14710/Jekk.V10i2.24325
Rohrer, J. E. (2013). Managerial Epidemiology. In Journal Of Primary Care & Community Health (Vol. 4, Issue 2, P. 82). Https://Doi.Org/10.1177/2150131913475551
Rosneli, Pratiwi, M. H., & Maharani, A. (2024). Implementasi Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam. Jurnal Aksi Pemberdayaan Masyarakat, 1(1). Https://Journal.Pkbisumbar.Org/Japemas
Wahyuni, M. M. D., Baun, A. H., Kleden, S. S., Rahayu, T., Kambuno, N. T., Lino, M., Suardipa, A. A. G. B. A., Batubara, S. O., & Johannis, A. J. E. R. (2025). Tuberculosis In East Nusa Tenggara, 2025: Epidemiological Profile And Program Performance. East African Scholars Journal Of Medical Sciences, 8(12), 418–422. Https://Doi.Org/10.36349/Easms.2025.V08i12.002
Waruwu, M., & Saputra, F. (2025). Optimising The Role Of Tb Program Managers At Puskesmas In Increasing Coverage Of Tb Preventive Therapy In Serang Regency By 2024. Jurnal Eduhealth, 16(1). Https://Doi.Org/10.54209/Eduhealth.V16i01
Za, A. F. S., Fortasya, C. R., Indryani, V., Nirmanda, W., Sari, R. P., & Darfyozanda, N. A. (2025). Manajemen Program Penanggulangan Dan Pengendalian Tuberkulosis Di Puskesmas Parak Karakah. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1). Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.31004/Prepotif.V9i1.41663
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i8.23941
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





