Gambaran Pemanfaatan Tanaman Obat Tradisional oleh Masyarakat untuk Perawatan Luka di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang
Sari
ABSTRACT
The use of traditional medicinal plants for wound care remains common among communities, particularly in rural areas where local wisdom is strongly preserved. This practice has the potential to support promotive and preventive health efforts when supported by scientific evidence. This study aimed to describe the utilization of traditional medicinal plants for wound care among the community in Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency. A descriptive quantitative approach was employed, involving 60 respondents selected through purposive sampling with the criterion of having previously used traditional medicinal plants for wound treatment. Data were collected using a structured questionnaire covering the types of plants used, methods of preparation and application, duration of use, sources of knowledge, and community perceptions regarding effectiveness. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. The results showed that the most commonly used plants were Ageratum conyzoides (billygoat weed), Piper betle (betel leaf), and banana sap. The predominant method of application was crushing or pounding the plant material and applying it directly to the wound, with a typical duration of use of 5–10 minutes. Most respondents obtained their knowledge from family traditions and personal experience and believed that traditional medicinal plants were effective in accelerating the healing of minor wounds. In conclusion, the utilization of traditional medicinal plants remains a primary choice for minor wound care in the community and has significant potential to be integrated into culturally based health education. The findings of this study may serve as a foundation for nurses and healthcare professionals in developing holistic and context-appropriate community nursing interventions.
Keywords: Traditional Medicinal Plants, Wound Care, Local Wisdom, Community Nursing, Health Promotion.
ABSTRAK
Pemanfaatan tanaman obat tradisional dalam perawatan luka masih banyak dilakukan oleh masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki kedekatan dengan kearifan lokal. Praktik ini berpotensi mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan apabila didukung oleh data ilmiah yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan tanaman obat tradisional oleh masyarakat dalam perawatan luka di Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan kriteria pernah menggunakan tanaman obat tradisional untuk merawat luka. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup jenis tanaman yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan, durasi pemakaian, sumber pengetahuan, serta persepsi masyarakat terhadap efektivitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang paling banyak digunakan adalah babadotan (Ageratum conyzoides), daun sirih (Piper betle), dan getah pisang. Cara penggunaan yang dominan adalah dengan menghaluskan atau menumbuk tanaman kemudian ditempelkan langsung pada luka, dengan durasi penggunaan umumnya 5–10 menit. Mayoritas responden memperoleh pengetahuan dari keluarga dan pengalaman turun-temurun serta meyakini bahwa tanaman obat tradisional efektif dalam mempercepat penyembuhan luka ringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman obat tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam perawatan luka ringan dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari edukasi kesehatan berbasis budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perawat dan tenaga kesehatan dalam merancang promosi kesehatan dan pendekatan asuhan keperawatan yang holistik dan kontekstual di tingkat komunitas
Kata Kunci: Tanaman Obat Tradisional, Perawatan Luka, Kearifan Lokal, Keperawatan Komunitas, Promosi Kesehatan.
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Andania, M. M., Yesika, R. Y., & Ferdian, A. (2024). Studi etnobotani pemanfaatan tum-buhan obat tradisional. Jurnal Biologi Universitas Andalas.
Avida In Amy, Y. A., & Hidayati, A. R. (2025). Studi etnofarmako-logi tumbuhan obat luka ter-buka. Jurnal Sains Dan Kesehatan.
Darsini, N. N. (2019). Secondary me-tabolites and antioxidant ac-tivity of medicinal plants. Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 11(3), 987–990.
Fitriani, N. (2018). Potensi tanaman obat sebagai agen penyem-buhan luka. Jurnal Farmasi Indonesia, 9(2), 85–92.
Green, L. W. (2015). Health pro-gram planning: An education-al and ecological approach. McGraw-Hill.
Hindrawan, Y., Susilowati, R. P., & Sari, M. P. (2024). Kajian ta-naman obat tradisional se-bagai terapi luka kulit. Jurnal Kedokteran Meditek.
Indonesia, K. K. R. (2018). Pedoman pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). Kemenkes RI.
Lestari, D., & Sari, N. (2021). Pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Notoatmodjo, S. (2019). Ilmu kesehatan masyarakat.
Nurfiah, N., Tahir, T., & Yusuf, S. (2025). Aktivitas zat aktif ta-naman tradisional dalam penyembuhan luka. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.
Organization, W. H. (2019). WHO global report on traditional medicine. WHO Press.
Polit, D. F. (2021). Nursing re-search: Generating and as-sessing evidence for nursing practice. Wolters Kluwer.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of nursing. Elsevier.
Rahmawati, L. (2020). Perawatan luka berbasis komunitas. Jurnal Ilmu Keperawatan.
RI, K. K. (2017). Kebijakan pem-anfaatan obat tradisional di Indonesia.
Saputri, D. E. (n.d.). Aktivitas anti-bakteri dan penyembuhan lu-ka ekstrak daun babadotan (Ageratum conyzoides). Jurnal Biologi Tropis, 19(3), 210–217.
Sari, I. P., & Harahap, R. (2020). Kearifan lokal pengobatan tradisional. Jurnal Sosial Kesehatan.
Sari, R. P. (2020). Antibacterial ac-tivity of Piper betle leaf ex-tract against wound infection bacteria. Journal of Tradi-tional Medicine, 15(1), 45–52.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2018). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing.
Surjushe, A. V. (2017). Aloe vera: A short review. Indian Journal of Dermatology.
Suryani, N. R. (2021). Knowledge and perception of herbal med-icine use among rural commu-nities. Journal of Community Health Nursing, 8(1), 33–41.
Susanti, K. D. F. (2024). Studi etnofarmasi pemanfaatan tanaman obat luka. Jurnal Farmasi Dan Sains Indonesia.
Widyaningrum, R. (2021). Aktivitas antibakteri tanaman obat. Jurnal Farmasi Indonesia.
Wulandari, S., Rahman, A., & Putri, D. (2020). Pengetahuan masyarakat tentang tanaman obat tradisional di pedesaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 55–62.
DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i9.24151
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Publisher: Universitas Malahayati Lampung

Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License


Panduan Penulisan





