Hubungan Program Pengelolaan Penyakit Kromis (Prolanis) dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Pule

Lalu M. Iqbal Frediansyah, Mamang Bagiansyah, Musyarrafah Musyarrafah, Lalu Yogi Prasetio Imam

Sari


ABSTRACT

 

Diabetes melitus (DM) is a chronic disease that requires long-term management due to its potential to cause various complication and negatively affect patients’ quality of life. One of the strategies implemented by the National Health Insurance Agency of Indonesia (BPJS Kesehatan) to improve the quality of life of patients with chronic disease, including type 2 diabetes melitus (DMT2). This study aimed to determine the effect of Prolanis on the quality of life of patients DMT2 at Karang Pule Primary Health care. This sutdy employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. The study subjects were patients with DMT2 at Karang Pule Primary Health care who met the inclusion and exclusion criteria, with a total sample of 87 respondents. Data were collected using the Diabetes Quality of Life (DQOL) questionnaire to assess quality of life and attendence record of Prolanis activities. Data analysis included univariate, bivariate, and multivariatee analyses, with a level of statistical significance set a p < 0.05. Prolanis was significantly releated to the quality of life among patients with DMT2 at Karang Pule Primary Health Center (p-value <0,001). Components of Prolanis, incuding education, medical consultations, club activities, home visits, reminders, and health examinations, were significantly associated with patients’ quality of life (p-value <0,001). Multivariate analysis indicated that medical consultation was the most influential Prolanis component significantly associated with the quality of life of patients with DMT2. Active participation in Prolanis activities plays an impotant role in improving quality of lufe; therefore, it needs to be continously enchanced as part of the management of DMT2 at primary health care facilities.

 

KeywordsType 2 Diabetes Melitus, Prolanis, Quality of Life, DQOL, Primary Health Care.

 

 

ABSTRAK

 

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan berbagai komplikasi dan berdampak pada penurunan kualitas hidup penderitanya. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis, termasuk DM tipe 2 (DMT2) adalah dengan mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Prolanis dengan kualitas hidup penderita DMT2 Puskesmas Karang Pule. Penelitian ini menggunakan desai obersvasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah penderita DMT2 di Puskesmas Karang Pule dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi, dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Pengukuran data dilakukan menggunakan kuesioner Diabetes Quality of Life (DQOL) untuk menilai kualitas hidup serta data kehadiran kegiatan Prolanis. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan nilai kemaknaan statistik <0,05. Prolanis berhubungan dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Karang Pule (p-value <0,001). Komponen kegiatan Prolanis seperti edukasi, konsultasi medis, aktivitas klub, home visitreminder dan pemeriksaan kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kualitas hidup penderita DMT2 (p-value <0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsultasi medis merupakan komponen Prolanis yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup penderita DMT2. Keaktifan peserta dalam mengikuti kegiatan Prolanis berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup, sehingga perlu untuk terus ditingkatkan sebagai bagian dari pengeloaan DMT2 di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

 

Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Prolanis, kualitas hidup, DQOL, Puskesmas.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. (2014). Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan jaminan kesehatan.

Dalal, J., Williams, J. S., Walker, R. J., Campbell, J. A., Davis, K. S., & Egede, L. E. (2020). Association between dissatisfaction with care and diabetes self-care behaviors, glycemic management, and quality of life of adults with type 2 diabetes mellitus. The Diabetes Educator, 46(4), 370–377.

Dewi, D. A. K., & Faozi, E. (2023). An overview: Quality of life of diabetes mellitus type 2 patients who participate in the Prolanis program in Sukoharjo Regency. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 16(1).

Dinas Kesehatan Kota Mataram. (2021). Jumlah penderita penyakit tidak menular di fasyankes Kota Mataram.

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2024). Profil kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Fajriansyah, et al. (2019). Pengukuran kualitas hidup pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Makassar. Majalah Farmasetika, 4(1).

Febriany, F. (2023). Kualitas hidup peserta program penyakit kronis diabetes mellitus tipe II di Indonesia: A systematic review. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional, 3(2).

Galicia-Garcia, U., et al. (2020). Costus ignus: Insulin plant and its preparations as remedial approach for diabetes mellitus. International Journal of Molecular Sciences, 1–34.

International Diabetes Federation. (2019). IDF diabetes atlas (9th ed.). International Diabetes Federation.

Marwati, T. A., Kusmayanti, N. A., & Rosyidah. (2022). Quality of life among diabetes mellitus patients in Indonesian chronic disease management program (Prolanis). Epidemiology and Society Health Review, 4(2), 76–87.

Melati, R., Wijayanto, W. P., Sutrisno, & Hernanda, R. (2024). Hubungan peran petugas kesehatan Prolanis dengan keaktifan peserta Prolanis di UPTD Puskesmas Pujokerto Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah tahun 2024. Journal of Nursing Education and Practice, 4(2).

Musdalifah, Hamzah, W., & Baharuddin, A. (2024). Hubungan keikutsertaan kegiatan Prolanis dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Bangkala. JUMANTIK, 9(1).

Nisa, H., & Kurniawati, P. (2022). Kualitas hidup penderita diabetes melitus dan faktor determinannya. Medical Technology and Public Health Journal, 6(1), 72–83.

Nisa, S. I., et al. (2024). Hubungan keaktifan lansia hipertensi dan diabetes melitus pada Prolanis dengan kualitas hidup. Jurnal Keperawatan, 16(1), 347–362.

Nursihhah, M., & Wijaya, D. S. (2021). Hubungan kepatuhan diet terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Medika Hutama, 1002–1010. https://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/203/134

Purnamasari, A. T., & Ningrum, H. D. (2023). Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di masa pandemi COVID-19 pada FKTP di Kota Malang. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(2), 84–96.

Puskesmas Karang Pule. (2025). Laporan SPM Program Penyakit Tidak Menular. Dinas Kesehatan UPT BLUD Puskesmas Karang Pule.

Putri, et al. (2024). Hubungan antara kontrol glikemik dengan tingkat kualitas hidup peserta Prolanis penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Prambanan Sleman. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(3).

Rahmawati, D. (2024). Kualitas hidup pasien diabetes melitus dan hipertensi dalam Program Penyakit Kronis (Prolanis) di Indonesia: Narrative review. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 10(1), 116–122.

Raviola, Muhsina, W., & Gumayesty, Y. (2021). Hubungan aktivitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis dengan kepatuhan diet pasien diabetes melitus di Puskesmas Rejosari. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2).

Wedyarti, L., Setiaji, B., & Masra, F. (2021). Analisis pelaksanaan Program Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(3), 301–308.

Wicaksono, F. A. (2021). Hubungan keikutsertaan Prolanis terhadap perilaku manajemen diri pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tosari dan Puskesmas Puspo Kabupaten Pasuruan. Repository Universitas Brawijaya.

Wicaksono, S., & Fajriyah, N. N. (2018). Hubungan keaktifan dalam klub Prolanis terhadap peningkatan kualitas hidup diabetisi tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1).

Widyaningtyas, A., et al. (2020). Hubungan keikutsertaan Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) dengan tingkat efikasi diri pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas 1 Kembaran. Muhammadiyah Journal of Geriatric, 1(2), 33–39. https://doi.org/10.24853/mujg.1.2.33-39

World Health Organization. (1995). The World Health Organization Quality of Life assessment (WHOQOL): Position paper from the World Health Organization. Social Science & Medicine, 41(10), 1403–1409. https://doi.org/10.1016/0277-9536(95)00112-K

World Health Organization. (2024). Guidance on global monitoring for diabetes prevention and control: Framework, indicators and application. World Health Organization.

Zuliawati, Girsang, R., Ansela, R. D., & Simbolon, L. A. J. (2025). Hubungan harga diri dan dukungan keluarga dengan isolasi sosial pada pasien penderita diabetes melitus di Puskesmas Deli Tua. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi, 8(1). https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKF




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i10.24827

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License