Hubungan Riwayat Imunisasi, Bblr, dan Stunting dengan Kejadian Pneumonia pada Balita Tahun 2024 di Puskesmas Batuyang Kabupaten Lombok Timur

Camelya Nadhira Fajri, Riski Irawan Putra Priono, Ananta Fittonia Benvenuto, Nisia Putri Rinayu

Sari


ABSTRACT

 

Pneumonia remains a leading cause of morbidity and mortality in toddlers. The Batuyang Health Center has shown an increase in pneumonia cases in recent years. Factors suspected to contribute to the incidence of pneumonia include immunization history, low birth weight (LBW), and stunting, which are closely related to the child’s immune system and resistance to infection. This study aimed to determine the relationship between immunization history, low birth weight, and stunting with the incidence of pneumonia in toddlers at Batuyang Health Center, East Lombok Regency in 2024. This research used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of toddlers registered in the Batuyang Health Center working area in 2024, selected using purposive sampling. Data were obtained from medical records and analyzed using univariate and bivariate analysis with the chi-square test. The results showed that 82 (78.8%) out of 104 toddlers experienced pneumonia. Incomplete immunization was found in 53 (51.0%) toddlers, a history of low birth weight in 64 (61.5%) toddlers, and stunting in 75 (72.1%) toddlers. Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between immunization history, low birth weight, and stunting with the incidence of pneumonia (P-value < 0.05). These findings indicate that pneumonia prevention efforts should focus on improving immunization coverage, nutritional status, and close monitoring of toddlers with a history of low birth weight.

 

KeywordsPneumonia, Toddlers, Immunization, Low Birth Weight, Stunting.

 

 

ABSTRAK

 

Pneumonia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita. Puskesmas Batuyang menunjukkan peningkatan kasus pneumonia balita dalam beberapa tahun terakhir. Faktor yang diduga berperan terhadap kejadian pneumonia meliputi riwayat imunisasi, berat badan lahir rendah (BBLR), dan stunting yang berkaitan dengan sistem imun serta daya tahan tubuh anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat imunisasi, BBLR, dan stunting dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Batuyang Kabupaten Lombok Timur tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Batuyang tahun 2024 dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 82 (78,8%) dari 104 balita mengalami pneumonia, dengan riwayat imunisasi tidak terpenuhi pada 53 (51,0%) balita, riwayat BBLR pada 64 (61,5%) balita, dan stunting pada 75 (72,1%) balita. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat imunisasi, BBLR, dan stunting dengan kejadian pneumonia (P-value < 0,05). Oleh karena itu, upaya pencegahan pneumonia perlu difokuskan pada peningkatan cakupan imunisasi, perbaikan status gizi, serta pemantauan balita dengan riwayat BBLR.

 

Kata Kunci: Pneumonia, Balita, Imunisasi, BBLR, Stunting.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Adelia, A., Putri, D. R., & Wahyuni, S. (2023). Faktor psikososial yang berhubungan dengan depresi pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 145–153.

American Psychiatric Association. (2022). DSM-5-TR: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed., text rev.). Washington, DC: APA Publishing.

Dewi, N. P. A., Lestari, N. W., & Putra, I. G. N. (2023). Hubungan stunting dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 23–31.

Faridah, I., Sari, R. P., & Hidayat, A. (2022). Stres kerja pada pekerja sektor informal dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jurnal Kesehatan Kerja, 7(3), 201–210.

Gautam, S., Sharma, M., & Verma, A. (2024). Caffeine consumption and psychological stress among workers with high workload. International Journal of Occupational Health, 12(1), 45–53.

Iswari, R., Handayani, D., & Prasetyo, A. (2017). Hubungan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, 8(2), 89–96.

Jasmine, R., Putri, A. D., & Nugroho, B. (2022). Faktor risiko pneumonia pada balita dengan berat badan lahir rendah. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, 6(1), 34–42.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Pedoman pengendalian infeksi saluran pernapasan akut. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil kesehatan Indonesia tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, D., Rahmawati, E., & Hapsari, A. (2021). Berat badan lahir rendah sebagai faktor risiko infeksi saluran pernapasan pada balita. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 5(2), 78–85.

McEwen, B. S. (2020). Stress-related disorders: Stress and the brain. Dialogues in Clinical Neuroscience, 22(2), 101–110.

Moschovis, P. P., Wiens, M. O., Arlington, L., et al. (2016). Individual, maternal and household risk factors for pneumonia among young children in sub-Saharan Africa. PLOS ONE, 11(2), e0148248.

Nickontara, P., Lado, J., & Suryani, N. (2024). Hubungan berat badan lahir rendah dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Anak, 9(1), 12–20.

Nouri-Majd, S., Nazari, S., & Rahimi, F. (2022). Caffeine intake and depression among adults: A cross-sectional study. Journal of Affective Disorders, 298, 182–188.

Priyantini, D., Kusuma, H., & Raharjo, S. (2025). Stunting dan kerentanan infeksi saluran pernapasan pada balita. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 21(1), 1–10.

Rizqullah, M., Sari, D. K., & Ananda, R. (2021). Hubungan riwayat imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 13(2), 97–104.

Sadock, B. J., Sadock, V. A., & Ruiz, P. (2021). Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry (12th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.

Simanihuruk, H. (2024). Determinan pneumonia pada balita di wilayah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(1), 55–63.

Steptoe, A., & Kivimäki, M. (2021). Stress and cardiovascular disease. Nature Reviews Cardiology, 18(6), 360–373.

Sumartini, S. (2022). Hubungan stunting dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 10(3), 210–217.

Suci, R. A. (2020). Peran imunisasi dalam pencegahan pneumonia pada anak. Jurnal Kesehatan Anak, 4(2), 65–72.

Taopan, Y., Nabuasa, E., & Lestari, P. (2024). Faktor risiko pneumonia pada balita di puskesmas. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(1), 40–48.

Unsal, G., & Sanlier, N. (2025). Caffeine consumption and mental health outcomes among working adults. Nutrition Reviews, 83(2), 134–146.

World Health Organization. (2022). Pneumonia. Geneva: WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v6i10.24889

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Publisher: Universitas Malahayati Lampung


Creative Commons License
Semua artikel dapat digunakan dibawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License