Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan pada Penderita Scabies

Sri Padilah -  Program Studi DIII Sanitasi Poltekkes Kemenkes TanjungKarang, Indonesia
Karbito Karbito* -  Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, Indonesia
Imam Santoso -  Program Studi DIII Sanitasi Poltekkes Kemenkes TanjungKarang, Indonesia

Background : Scabies is a contagious skin disease caused by infestation of the mite Sarcoptes scabiei var. hominis. Overcrowded living conditions and poor personal hygiene are the main risk factors contributing to its transmission. This study was conducted to assess the condition of personal hygiene and environmental sanitation at Madarijul Ulum Islamic Boarding School, located in Teluk Betung Barat District, Bandar Lampung City, and to describe their contribution to the potential spread of scabies in the area.

Metode : This research employed a descriptive method with a quantitative approach. The sample consisted of 255 students selected using a total sampling technique. Data were collected through direct observation and questionnaire completion using a validated checklist. The data were analyzed descriptively in the form of percentages.

Results : The study results showed that the aspects of personal hygiene with the lowest compliance rates were clothing cleanliness (53.73% non-compliant), followed by skin hygiene (52.94%) and towel cleanliness (55.69%). On the other hand, hand and nail hygiene showed a high compliance rate of 94.37%. In terms of environmental sanitation, clean water usage met the required standards (100%), but housing density did not meet the standard at all (100% non-compliant), and temperature and humidity conditions only met the standard in 4.76% of the rooms.

Conclusion : It is concluded that the substandard personal hygiene and environmental sanitation conditions in the boarding school significantly contribute to the increased risk of scabies transmission. Infrastructure improvements and continuous education for students are necessary to mitigate the spread of this disease.

Keywords: Personal Hygiene, Environmental Sanitation, Scabies, Islamic Boarding School

ABSTRAK

Latar Belakang : Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Lingkungan hunian yang padat serta kebersihan pribadi yang buruk menjadi faktor risiko utama penyebarannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi personal hygiene dan sanitasi lingkungan di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, serta menggambarkan kontribusinya terhadap potensi penyebaran scabies di lingkungan tersebut.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 255 santri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui observasi langsung dan pengisian kuesioner dengan lembar checklist yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk persentase.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek personal hygiene dengan tingkat kepatuhan paling rendah adalah kebersihan pakaian (53,73% tidak memenuhi syarat), diikuti kebersihan kulit (52,94%) dan kebersihan handuk (55,69%). Sementara itu, kebersihan tangan dan kuku menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 94,37%. Dari aspek sanitasi lingkungan, penggunaan air bersih memenuhi syarat 100%, namun kepadatan hunian tidak memenuhi syarat secara keseluruhan (100%) dan suhu serta kelembaban ruangan hanya memenuhi syarat sebesar 4,76%.

Kesimpulan : Disimpulkan bahwa kondisi personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang belum memenuhi syarat di pondok pesantren berperan signifikan dalam meningkatkan risiko penyebaran scabies. Diperlukan upaya perbaikan infrastruktur dan edukasi berkelanjutan kepada santri.

Kata kunci : Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, Scabies, Pondok Pesantren

  1. Aisyah, 2020, hubungan personal hygiene dan status sosial ekonomi dengan kejadian scabies di pondok pesantren, program studi DIII keperawatan STIKES Al-ma'rif Baturaja. Hal 6.
  2. Alam, Abdullah A, and Zoibadul. 2023. “Hygiene , Sanitation Facility , and Assessment of Drinking Water Quality in the Schools of Chattogram City , Bangladesh.” 6(2022): 204–11.
  3. Alemi Sharifullah, Benjamin Eugene, Meshi, Nakamura Keiko, and Dkk. 2022. “Equity in Water, Sanitation, Hygiene, and Waste Management Services in Healthcare Facilities in Tanzania.” Public Health in Practice 4(September).
  4. Amalia, A. N. (2022). Hubungan Tingkat Kebersihan Diri dan Faktor Predisposisi pada Anak di Panti Asuhan Al-Amal Surabaya. Medical Technology and Public Health Journal, 5(1), 19–27.
  5. Ambia Nurdin, desember 2019 gambaran pengetahuan santri tentang penyakit scabies di pondok pesantren modern babun najah desa doy kecamatan ulee kareng kota banda aceh. Universitas Abulyatama fakultas kesehatan Masyarakat. Hal 295
  6. Andika, T. A., Azmi, F., Rinayu, N. P., & Mulianingsih, W. (2023). Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Skabies Di Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela. Nusantara Hasana Journal, 2(10), 82-87.
  7. Angraini, DI, Prameswari, NP, & Susanto, EB (2022). Kudis pada Remaja dengan Kebersihan Pribadi yang Buruk) . Tinjauan Praktek dan Pendidikan Pelayanan Primer (Kajian Praktik dan Pendidikan Layanan Primer , 5 (2), 78-83.
  8. Budiman, Hamidah, Muhammad Faqih, Desember 2020, hubungan kebersihan perorangan dan kondisi fisik air dengan kejadian scabies di desa wombo kecamatan tanantovea kabupaten donggala, Univ: Muhamadiyah Palu, FK: kesehatan Masyarakat.
  9. Daim, S. U. R., Ashraf, M. F., Ashraf, A., Zubair, R., & Ahmed, R. U. (2023). Breaking the Bubble: Bullous scabies A case report. IDCases, 32, e01762. https://doi.org/10.1016/j.idcr.2023.e01762
  10. Desmawati. 2021. Hubungan Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadiann Skabies di Pondok Pesantren Al-Kautsar Pekanbaru. JOM. Vol. 2, No.1. Februari 2021.
  11. Egenten, E. A., Engkeng, S., & Mandagi, C. (2019, Oktober). Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Dengan Cara Pencegahan Penyakit Skabies Di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Kesmas Volume 8, Pp. 204-215.
  12. Fitriani, E. S., Astuti, R. D. I., & Setiapriagung, D. (2021). Systematic Review: Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 3(1), 54-58.
  13. Hanna Mutiara, Firza syailindra, April 2020, bagian parasitologi fakultas kedokteran universitas lampung. Vol. 5, hal 38
  14. Harto, T., & Ferdi, R. (2022, Juli 3). Hubungan Personal Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Skabies Dipondok Pesantren Al-Rozi Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang. Indonesian journal of health and medical volume 2, pp. 147-148.
  15. Irgi Dimas Bora, Anna Mariance, Muslimah anugrah. 2023, hubungan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian penyakit scabies sekolah tinggi ilmu kesehatan nusantara jurnal ners lentera.
  16. Majid, R., Astuti, R. D. I., & Fitriyana, S. (2020). Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies pada Santri di Pesantren Kabupaten Bandung Tahun 2019. Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains, 2(2), 161-165.
  17. Mayrona, C. T., Subchan, P., Widodo, A., & Lingkungan, S. (2018). Pengaruh Sanitasi Lingkungan Terhadap Prevalensi Terjadinya Penyakit Scabies Di Pondok Pesantren Matholiul Huda Kautsar Kabupaten Pati. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 7(1), 100-112. https://ejournal3.undip.ac.id/inde.php/medico/article/view/19354
  18. Nurmawah, S., Nurdin, D., & munir, m. a. (2023, Februari). Scabies: Laporan Kasus Program Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tadulako-Palu, Indonesia, Departemen Penyakit Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Umum Undata. Vol.5, pp. 33-40.
  19. Nurudeen, A. S. N., & Toyin, A. (2020). Knowledge of personal hygiene among undergraduates. Journal of Health Education, 5(2), 66-71.
  20. Paskalia, Vianney, et al. "SKABIES: LAPORAN KASUS." Jurnal Medical Profession (Medpro) 6.2 (2024): 166-171.
  21. Purwanto, H., & Hastuti, R. P. (2020). Faktor Risiko Penyakit Skabies di Masyarakat Jurnal Kesehatan, 11(1),145. https://doi.org/10.26630/jk.vlli1.1628
  22. Relationship, The et al. 2023. “Nusantara Hasana Journal.” 2(10): 82–87.
  23. Sa'ban, L. A., Sadat, A., & Nazar, A. (2021). Jurnal PKM Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Dalam Perbaikan Sanitasi Lingkungan. DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).
  24. Sungkar, Saleha. (2016). Scabies. Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  25. Tias Pramesti Griana, September 2021, penyebab, penanganan danpencegahannya scabies, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, FK sains dan teknologi jurusan biologi. Hal 38.
  26. Trasia, R. F. (2020, May). Pemanfaatan Human Skin Equivalent (HSE) dalam Penelitian Patogenesis Skabies, Bagian Parasitologi, Fakultas Kedokteran. Vol. 1, pp. 3-5.
  27. Ummu Farihah, R.Azizah, 2019, faktor sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan scabies di pondok pesantren qomaruddin kabupaten Gresik, Univ: Airlangga FK: kesehatan Masyarakat. Hal 36.

MJ : Midwifery Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.cense.