Karakteristik Penderita Demam Thypoid di Wilayah Kerja Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung

Putri Alsyira Diana -  Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Ferizal Masra* -  Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia
Nawan Prianto -  Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, Indonesia

Background: Typhoid fever is a bacterial infection caused by the gram-negative bacterium Salmonella enterica subspecies enterica Serovar Typhi (S. Typhi). It is usually transmitted through consumption of food or air contaminated by feces that excrete Salmonella Typhi (S. Typhi).

Purpose: To determine the prevalence of typhoid fever in work area Puskesmas Way Kandis

Methods: The research method used was descriptive, with a population and sample of 221 typhoid fever patients.

Results: Typhoid fever is most prevalent among working-age individuals aged 15-<45 years (39%), as this group tends to eat outside the home, which may not always guarantee hygiene. Women are more likely to suffer from typhoid fever (56%), due to their activity of eating out. Most typhoid sufferers reside in Tanjung Senang (30%), a location close to the market. The highest number of typhoid fever cases occurred in November, at 24%, due to seasonal changes during that month.

Conclusion: The results of this study indicate that typhoid fever cases in the Way Kandis Community Health Center work area were mostly of working age, female, and resided in Tanjung Senang, and occurred during the month of November.

Keywords: Typhoid Fever, Community Health Center, Age

 

Latar Belakang: Demam thypoid merupakan infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri gram negative Salmonella enterica Subspesies enterica Serovar Typhi (S. Typhi), biasanya ditularkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh fases yang mengeluarkan Salmonella Typhi (S. Typhi).

Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita demam thypoid di Wilayah kerja Puskesmas Way Kandis

Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan populasi dan sampel adalah penderita Demam Thypoid berjumlah 221 penderita

Hasil: Demam thypoid banyak diderita usia kerja berumur 15-<45 tahun sebesar 39%, karena kelompok ini mempunyai kebiasaan makan diluar rumah, yang belum tentu selalu terjamin kebersihannya. Perempuan lebih banyak menderita demam thypoid sebesar 56%, karena memiliki aktivitas jajan diluar. Penderita demam thpoid paling banyak bertempat-tinggal di Tanjung Senang sebesar 30%, lokasi yang berdekatan dengan pasar. Jumlah penderita demam thypoid paling banyak di bulan November sebesar 24%, karena adanya perubahan musim pada bulan tersebut.

Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penderita demam thypoid di Wilayah Kerja Puskesmas Way Kandis terbanyak usia kerja, jenis kelamin Perempuan, dan bertempat tinggal di Tanjung Senang, dan pada rentang waktu bulan November

Kata Kunci: Demam Thypoid, Puskesmas, Usia

 



  1. Atmawinata, E. (2006). Mengenal Beberapa Penyakit Menular dari Hewan kepada Manusia. Bandung: Yrama Widya.
  2. Irwan. (2017). Buku Etika dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: CV. Absolute Media.
  3. Masuet-Aumatell, C., & Atouguia, J. (2021). Typhoid fever infection–Antibiotic resistance and vaccination strategies: A narrative review. Travel Medicine and Infectious Disease, 40, 1–15. https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2020. 101946
  4. Medise, B.E, Soedjatmiko, etc (2019). Six-month follow up of a randomized clinical trialphase I study in Indonesian adults and children: Safety and immunogenicity of Salmonella typhi polysaccharide-diphtheria toxoid (Vi-DT) conjugate vaccine. PLoS One, 14(2), e0211784. https://doi.org/ 10.1371/journal.pone.0211784
  5. Muninjaya, A. A. G. (2004). Manajemen Kesehatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
  6. Najmah. (2016). Epidemiologi Penyakit Menular (T. Ismail, Ed.). Jakarta: Trans Info Media.
  7. Nelwan, R. H. H. (2012). Tata Laksana Terkini Demam Tifoid. Continuing Medical Education, 39(4), 247–250. Retrieved from https://www.academia.edu/ 19298162/05_192CME_1_Tata_Laksana_Terkini_Demam_Tifoid.
  8. Noor, N. N. (2006). Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Rineka Cipta.
  9. Nurin, F. (2021). Berbagai Kebiasaan Buruk yang Sering Jadi Penyebab Tipes. Retrieved from Hellosehat.com website:https://hellosehat.com/infeksi/ tifus/penyebab-tipes-sehari-hari/
  10. Nuruzzaman, H., & Syahrul, F. (2016). Analisis Risiko Kejadian Demam Tifoid Berdasarkan Kebersihan Diri dan Kebiasaan Jajan di Rumah. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(1), 74–86.
  11. Punjabi, N. H., & Ravi, N. (2018). Pendekatan Komprehensif Demam Tifoid, Paratifoid dan Infeksi Salmonelosis Lain (1st ed.). Jakarta: Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
  12. Ramanda, R. (2021). Pendahuluan Demam Tifoid. Retrieved from alomedika.com website: https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/tifoid
  13. WHO. (2018). Typhoid and other invasive salmonellosis. World Health Organization
  14. Widagdo. (2011). Masalah dan Tata Laksana Penyakit Infeksi Penyakit pada Anak. Jakarta: CV Sagung Seto.

MJ : Midwifery Journal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.cense.