Effectiveness Of Tui Na Massage In Overcoming Eating Difficulties In Stunting Toddlers Aged 3-4 Years

Gangsar Indah Lestari, M. Ridwan

Abstract


Latar Belakang Stunting adalah kurangnya gizi kronis karena asupan gizi kurang dalam jangka waktu yang cukup lama kerena pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Dampak stunting ini menyebabkan kemampuan akademis atau pendidikan anak terganggu. Dampak stunting ini juga yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2015 sebesar 36,4%. Stunting tersebut berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20%. Prevalensi stunting balita Indonesia ini terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara di bawah Laos yang mencapai 43,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Efektifitas Pijat Tui Na dalam mengatasi kesulitan makan pada Balita Stunting Usia 3-4 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Metro Utara”

Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperimen dengan pretest-posttest with control group design. Pretest-posttest with control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh balita stunting usia 3-4 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Kota Metro sebanyak 32 orang. jumlah sampel diperlukan dalam penelitian ini berjumlah 30 sampel dan di tambah (10%) untuk proporsi drop out jadi jumlah keseluruhan responden sebanyak 32 responden. Dengan perbandingan 1:1 maka pada kelompok ekperimen sampel berjumlah 15 orang dan pada  kelompok kontrol sampel berjumlah 15 orang. Pada kelompok kontrol yaitu tidak dilakukan pijat Tui Na pada balita stunting. Penelitian ini diawali dengan pemberian pretest sebelum dilakukan pijat Tui Na pada kelompok eksperimen menggunakan lembar observasi.analisa data univariate dan bivariate dengan Ttest.Hasil nilai rata-rata ( mean ) tingkat nafsu makan balita stunting   pada kelompok intervensi Pijat Tuina  sebesar 70,00 lebih baik dibanding sebelum dilakukan Pijat Tuina  dengan nilai  rata rata sebesar 48,88 Rata-rata  tingkat  nafsu  makan balita   pada kelompok kontrol tanpa pijat Tuina  sebelum   51,66 dibandingkan setelah 56,66. Terdapat perbedaan rata-rata yang sangat signifikat pada balita stunting yang mendapatkan pijat Tui’na dengan nilai P_ value ( 0,000). Kesimpulan disimpulkan bahwa pijat Tuina efektif untuk mengatasi kesulitan makan balita stunting.Saran Pijat Tuina dapat dijadikan salah satu terapi untuk mengatasi kesulitan makan

Kata Kunci: Balita, Pijat Tuina, Stunting

ABSTRACT

 

Stunting is defined as chronic malnutrition resulting from inadequate nutrient intake over an extended period due to feeding practices that do not meet nutritional needs. Stunting impairs a child's academic performance and educational potential, and it ultimately affects the quality of human resources. In 2015, the prevalence of stunting among children under five (balita) in Indonesia was 36.4%, a figure exceeding the WHO threshold of 20%. This prevalence rate was the second-highest in Southeast Asia, trailing only Laos, which recorded a rate of 43.8%. The objective of this study was to determine the effectiveness of Tui Na massage in addressing feeding difficulties among stunted children aged 3–4 years within the working area of the Purwosari Community Health Center (Puskesmas) in North Metro.

This study employed a quantitative research method using a quasi-experimental design—specifically, a pretest-posttest design with a control group. The study population consisted of all 32 stunted children aged 3–4 years in the Purwosari Community Health Center working area. A sample size of 30 was required; however, a 10% allowance for potential dropouts brought the total number of respondents to 32. Using a 1:1 ratio, the experimental group comprised 15 children, and the control group comprised 15 children. Stunted children in the control group did not receive Tui Na massage. The study began with a pretest using an observation sheet administered to the experimental group prior to the Tui Na massage intervention. Data analysis involved both univariate and bivariate methods, utilizing the t-test.

The results showed that the mean appetite score for stunted children in the Tui Na massage intervention group was 70.00, representing an improvement over the pre-intervention mean of 48.88. In the control group (without Tui Na massage), the mean appetite score was 51.66 before the observation period and 56.66 after. There was a highly significant difference observed in stunted toddlers who received Tuina massage (p-value = 0.000).

It is concluded that Tuina massage is effective in addressing feeding difficulties in stunted toddlers.

Recommendation: Tuina massage can be utilized as a therapy to address feeding difficulties.

Keywords: Toddlers, Tuina massage, Stunting

 


Full Text:

PDF

References


Achadi, E. L., Thaha, A. R., Achadi, A., Syam, A. F., Setiarini, A., Utari, diah m., Tahapary, dicky l., Jalal, F., Pusponegoro, hardiono d., Kusharisupeni, Farsia, L., Agustina, R., Sekartini, R., Malik, safarina g., Aninditha, T., & Putra, wahyu kurnia yusrin. (2020). Pencegahan Stunting pentingnya peran 1000 hari pertama kehidupan. PT Raja Grafindo Persada.

Ainiyah, N. H., & Abdullah, K. (2022). Dasar-dasar Komplementer. Rena Cipta Mandiri.

Andrianti, E., Akbar, A. R., Daniel, Amraini, A., Wulandhani, A., Rafiq, M., Hetrianto, N. D., & Laksana, A. D. (2022). Profil Kesehatan Kota Metro 2021. 1–23.

Hadi, S. P. I., & Hakim, R. I. (2021). Skopia: Serikat Pendidikan Komplementer Ibu dan Anak. Penerbit NEM.

Hidayat, A. A. (2021). Cara Mudah Menghitung Besar Sampel. Geger Sunten. https://books.google.co.id/books?id=qqMaEAAAQBAJ

Maharani. S. D. S., Wulandari. R. S., Melina. F. (2018). Hubungan Antara Kejadian Stunting dengan Perkembangan Pada Balita Usia 3-5 Tahun di Posyandu Kricak Yogyakarta. Junarnal Ilmiaha KEsehaatan, Volume 7 No. 1.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta.

Purwaningsih, Y., Hartanto, A. E., & Hendrawati, G. W. (2022). Intervensi Relaksasi: Hipnosis Modifikasi Lima Jari untuk Mengatasi Stres dan Resiliensi Penderita Diabetes Melitus. Penerbit NEM.

Sari, P. I. A., Aji, S. P., Purnama, Y., Kurniati, N., Hutomo, C. S., Putri, N. R., & others. (2022). Asuhan Kebidanan Komplementer. Global Eksekutif Teknologi.

Sukmawati, E., Anggraeni, L., Tirtawati, G. A., Hariati, A., Situmorang, T. S. R., A, M. Y. R., Sary, Y. N. E., Nursyam, D. E., Argaheni, N. B., & others. (2023). Asuhan Kebidanan Komplementer Berbasis Bukti (Evidance Based). Global Eksekutif Teknologi.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v11i6.20640

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System