The Influence Of Maternal Factors, Toddler Factors, And Environmental Factors On The Incidence Of Stunting In Toddlers

Eny Dwi Rokhmatu Laily, Sulis Diana, Dhonna Anggreni, Fitria Edni Wari

Abstract


Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang mempengaruhi tinggi badan, perkembangan kognitif dan motorik, serta risiko penyakit kronis. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor ibu, balita, dan lingkungan terhadap insidensi stunting pada balita di Desa Balongsari, Kota Mojokerto pada tahun 2025.

Metode: Studi ini merupakan studi observasional analitis potong lintang terhadap 84 ibu dan balita yang dipilih menggunakan sampling acak berstrata proporsional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, data sekunder, dan antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan SEM.

Hasil: Hasil penelitian sebagian besar ibu memiliki status gizi normal (60,7%), berusia 20–34 tahun (61,9%), memiliki pengetahuan yang baik tentang menyusui (56%), dan memiliki jarak kelahiran normal 2–4 tahun (67,9%). Di antara bayi, sebagian besar memiliki riwayat infeksi sesekali (65,5%), imunisasi lengkap (52,4%), dan jarak kelahiran ideal (66,7%). Faktor lingkungan didominasi oleh kurangnya akses ke air bersih (52,4%), sanitasi yang buruk (51,2%), ketersediaan layanan kesehatan (71,4%), dan lingkungan yang tidak higienis (52,4%). Menyusui eksklusif selama 6 bulan mencapai 54,8%, dan sebagian besar balita tidak mengalami stunting (69%). Analisis menunjukkan bahwa variabel signifikan untuk stunting adalah status gizi ibu (p=0,000; PR=23,500), pengetahuan (p=0,000; PR=8,039), usia ibu saat hamil (p=0,001; PR=0,185), jarak kelahiran (p=0,000; PR=6,836), paritas (p=0,001; PR=0,187), riwayat infeksi (p=0,000; PR=9,614), imunisasi (p=0,000; PR=12,222), sanitasi (p=0,000; PR=9,690), akses ke air bersih (p=0,000; PR=13,508), akses ke fasilitas kesehatan (p=0,000; PR=13,762), dan menyusui eksklusif (p=0,000; PR=14,438). Variabel yang tidak signifikan adalah jarak kelahiran (p=0,182; PR=0,491). SEM menunjukkan bahwa faktor ibu, bayi, dan lingkungan berpengaruh, dengan faktor ibu menjadi yang paling dominan.

Kesimpulan: Stunting pada balita dipengaruhi oleh faktor-faktor terkait ibu, balita, lingkungan, dan pemberian ASI eksklusif. Upaya pencegahan harus difokuskan pada pendidikan ibu tentang gizi, promosi pemberian ASI eksklusif, imunisasi balita, serta peningkatan sanitasi dan akses ke air bersih.

 

Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Pendidikan Ibu, Sanitasi, Balita

 

ABSTRACT

 

Background: Stunting is a chronic nutritional problem in Indonesia that affects height, cognitive and motor development, and the risk of chronic diseases. This study aims to analyze the factors that influence open defecation behavior in Tegalrejo Village, Dringu District, Probolinggo Regency.

Method: This study is a cross-sectional analytical observational study of 84 mothers and toddlers selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through questionnaires, interviews, secondary data, and anthropometry, then analyzed using chi-square tests and SEM.

Results: The results of the study showed that most mothers were of normal nutritional status (60.7%), aged 20–34 years (61.9%), had good knowledge about breastfeeding (56%), and had a normal birth interval of 2–4 years (67.9%). Among infants, the majority had a history of occasional infections (65.5%), complete immunization (52.4%), and an ideal birth spacing (66.7%). Environmental factors were dominated by lack of access to clean water (52.4%), poor sanitation (51.2%), availability of health services (71.4%), and unhygienic environments (52.4%). Exclusive breastfeeding for 6 months was 54.8%, and most toddlers were not stunted (69%).

The analysis shows that the significant variables for stunting are maternal nutritional status (p=0.000; PR=23.500), knowledge (p=0.000; PR=8.039), maternal age during pregnancy (p=0.001; PR=0.185), birth spacing (p=0.000; PR=6.836), parity (p=0.001; PR=0.187), history of infection (p=0.000; PR=9.614), immunization (p=0.000; PR=12.222), sanitation (p=0.000; PR=9.690), access to clean water (p=0.000; PR=13.508), access to health facilities (p=0.000; PR=13.762), and exclusive breastfeeding (p=0.000; PR=14.438). The non-significant variable was birth spacing (p=0.182; PR=0.491). SEM indicated that maternal, infant, and environmental factors were influential, with maternal factors being the most dominant.

Conclusion: Stunting in toddlers is influenced by factors related to the mother, the toddler, the environment, and exclusive breastfeeding. Prevention efforts should focus on educating mothers about nutrition, promoting exclusive breastfeeding, immunizing toddlers, and improving sanitation and access to clean water.

 

Keywords: Stunting, Exclusive Breastfeeding, Mother Education, Sanitation, Toddlers

 


Full Text:

PDF

References


Apriluana, G., & Fikawati, S. (2018). Analisis faktor-faktor risiko terhadap kejadian stunting pada balita (0-59 bulan) di negara berkembang dan asia tenggara. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247–256. https://doi.org/10.22435/MPK.V28I4.472

Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition , 14(4). https://doi.org/10.1111/MCN.12617

BKKBN. (2019). Sosialisasi Pentingnya Mengatur Jarak Kehamilan. Https://Kampungkb.Bkkbn.Go.Id/PostSlider/12116/195582.

Dewi, N., & Widari, D. (2018). Hubungan berat badan lahir rendah dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada baduta di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron Kabupaten. Amerta Nutrition, 2(4), 373. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=847332&val=13600&title=Hubungan%20Berat%20Badan%20Lahir%20Rendah%20dan%20Penyakit%20Infeksi%20dengan%20Kejadian%20Stunting%20pada%20Baduta%20di%20Desa%20Maron%20Kidul%20Kecamatan%20Maron%20Kabupaten%20Probolinggo

Dinkes Kota Mojokerto. (2024). Laporan Situasi Kesehatan Kota Mojokerto Tahun 2023.

Ernawati, R. (2021). Hubungan jarak kehamilan dan kehamilan remaja dengan kejadian stunting di puskesmas harapan baru Samarinda. Journal of Midwifery and Reproduction, 4(2). https://dspace.umkt.ac.id/handle/463.2017/3039

Fitriyana, N. (2024). Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil Dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Wanareja 1 Kabupaten Cilacap [Universitas Al-Irsyad]. http://repository.universitasalirsyad.ac.id/id/eprint/726

Giugliani, E. R. J., Horta, B. L., Loret De Mola, C., Lisboa, B. O., & Victora, C. G. (2015). Effect of breastfeeding promotion interventions on child growth: a systematic review and meta‐analysis. Acta Paediatrica, 104, 20–29. https://doi.org/10.1111/APA.13160

Hijrawati, Usman, A. N., Syarif, S., Hadju, V., As’ad, S., & Baso, Y. S. (2021). Use of technology for monitoring the development of nutritional status 1000 hpk in stunting prevention in Indonesia. Gaceta Sanitaria, 35, S231–S234. https://doi.org/10.1016/J.GACETA.2021.10.028

Julian, D. N. A. (2018). Usia Ibu Saat Hamil dan Pemberian ASI Ekslusif Dengan Kejadian Stunting Balita. Jurnal Riset Pangan Dan Gizi, 1(1). http://ejurnalpangan-gizipoltekkesbjm.com/index.php/JR_PANZI/article/view/31

Kemendesa PDTT. (2017). Buku Saku Desa Dalam Penanganan Stunting. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi.

Kemenkes RI. (2019). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018.

Kemenkes RI. (2020). Buku Saku Info Vaksin.

Larasati, D., Nindya, T. S., & Arief, Y. S. (2018). Hubungan antara kehamilan remaja dan riwayat pemberian ASI dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pujon Kabupaten Malang. Amerta Nutrition, 2(4), 392. https://doi.org/10.2473/AMNT.V2I4.2018.392-401

Lusiani, V., & Anggraeni, A. D. (2021). Hubungan frekuensi dan durasi penyakit infeksi dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Kebasen Kabupaten Banyumas. Journal of Nursing Practice and Education, 2(1), 1–13. https://www.academia.edu/download/96396908/307.pdf

Mia, H., & Sukmawati, S. (2021). Hubungan hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Kurma. In Journal Peqguruang: Conference Series, 3(2), 494–502. https://doi.org/10.35329/jp.v3i2.2553

Millward, D. J. (2017). Nutrition, infection and stunting: the roles of deficiencies of individual nutrients and foods, and of inflammation, as determinants of reduced linear growth of children. Nutrition Research Reviews, 30(1), 50–72. https://doi.org/10.1017/S0954422416000238

Nasrul, N. (2018). Pengendalian faktor risiko stunting anak baduta di Sulawesi Tengah. Jurnal.Unismuhpalu.Ac.IdN NasrulPROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2018•jurnal.Unismuhpalu.Ac.Id, 8(2), 131–146. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/PJKM/article/view/495

Nirwana, A. B. (2014). ASI dan Susu Formula. Nuha Medika.

Nugraheni, D., Nuryanto, N., Wijayanti, H. S., Panunggal, B., & Syauqy, A. (2020). Asi Eksklusif Dan Asupan Energi Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 6–24 Bulan Di Jawa Tengah. Journal of Nutrition College, 9(2), 106–113. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jnc/article/view/27126

Nugroho. (2014). Asuhan Kebidanan Nifas. Nuha Medika.

Paramita, F. (2019). Gizi Pada Kehamilan. Wineka Media.

Pertiwi, F., Prastia, T., & Nasution, A. (2021). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(04), 208–216. https://doi.org/10.33221/jikm.v10i04.801

Pradani, N. N. W., & Indarti, N. (2022). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Stunting Di Puskesmas Teritip Balikpapan. Jurnal Kebidanan, 14(02), 224–233. https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/695

Sagita, Y., & Wardani, P. K. (2022). Status gizi dan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun. Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH), 3(2), 115–122. http://journal.aisyahuniversity.ac.id/index.php/jaman/article/view/statusretno

Schmidt, M., Muslimatun, S., West, C., Schultink, W., Gross, R., & Hautvast, J. G. (2002). Nutritional status and linear growth of Indonesian infants in West Java are determined more by prenatal environment than by postnatal factors. The Journal of Nutrition, 132(8), 2202–2207. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S002231662215354X

Subroto, T., Novikasari, L., & Setiawati, S. (2021). Hubungan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati), 7(2). https://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/4140

Uliyanti, U., Tamtomo, D., & Anantanyu, S. (2017). Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Jurnal Vokasi Kesehatan , 3(2), 67–77. https://www.academia.edu/download/68586479/pdf.pdf

WHO. (2015). Stunting in Children: Definition and Impact. Geneva: WHO.

WHO. (2018). Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks. Geneva: WHO.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v11i12.23344

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System