Analysis Of Factors Relating To Breast Self Examination Behavior In Adolescent Women In Metro Cities

M Ridwan, Firda Fibrila, Herlina Herlina

Abstract


 

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit dimana sel-sel abnormal pada payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor dimulai di dalam lobulus penghasil susu di payudara. Kasus kanker payudara masih cukup besar tercatat pada tahun 2023 diduia sebesar  2,3 wanita terdiagnose kanker payudara.. Di Provinsi lampung ditahun yang sama sebesar 278 kasus dan di Kota Metro berdasarkan data Sadasin di Puskesmas Tejoagung terdapat 718 (44,3%) terdeteksi tomor/benjolah di payudara pada remaja putri. Salah satu upaya deteksi yang murah dan mudah dapat dilakukan remaja putri dengan melakukan Periksa Payudara Sendidi (SADARI).

Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada remaja putri di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tejoagung Metro Timur.

Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua remaja putri di berusia 15-19 tahun di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Tejoagung berjumlah 1028 remaja putri. Berdasar perhitungan besar sampel diperoleh jumlah sampel sebanyak 97 responden menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi Square.. 

Hasil: dari 97 responden sebanyak 28,9% tidak melakukan perilaku sadari, 27,8% usia menarhce <12 tahun, 44,3% mengalami obesitas, 45,4% memiliki pengetahuan kurang tentang sadari, 28,9% memiliki sikap tidak mendukung perilaku sadari, 59,9% tidak mendapatkan dukungan keluarga, 42,3% teman sebaya memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari, 26,8%  tidak mendapat dukungan tenaga kesehatan, dan 46,2% akses internet/media sosial memiliki pengaruh negatif terhadap perilaku sadari. Hasil analisis uji statistik hubungan usia menarche dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,064, hubungan obesitas dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,022, hubungan pengetahuan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,009, hubungan sikap dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,029, hubungan dukungan keluarga dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,030, hubungan pengaruh teman sebaya dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,010,.hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043 dan hubungan pengaruh akses internet dengan perilaku sadari diperoleh p value = 0,043.

Simpulan: Terdapat hubungan antara obesitas, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya, dan dukungan tenaga kesehatan. Sedangkan variabel usia menarhe dan pengaruh internet/media sosial tidak ada hubungan dengan Perilaku Sadari. Upaya edukasi secara kontineu dengan pendampingan oleh guru dan orang tua terhadap perilaku sehat. Pembinaan kesehatan remaja perlu terus dilakukan oleh tenaga kesehatan termasuk pemeriksaan sadari pada remaja putri secara terus menerus.

 

Kata kunci: Faktor, Perilaku Sadari, Remaja Putri

 

ABSTRACT

 

Background: Breast cancer is a disease where abnormal cells in the breast grow out of control and form tumors starting in the milk-producing lobules of the breast. Breast cancer cases are still quite large, recorded in 2023 in the world, 2.3 women were diagnosed with breast cancer. In Lampung Province in the same year there were 278 cases and in Metro City, based on Sadasin data at the Tejoagung Community Health Center, there were 718 (44.3%) detected tumors/lumps in the breasts in young women. One of the cheap and easy detection efforts can be done by young women by doing a Joint Breast Examination (BSE).

Methods: to analyze factors related to BSE behavior in adolescent girls in the UPTD Working Area of the Tejoagung Metro East Health Center.

Results: Of the 97 respondents, 28.9% did not carry out conscious behavior, 27.8% were <12 years of age at menarche, 44.3% were obese, 45.4% had less knowledge about conscious behavior, 28.9% had an attitude that did not support conscious behavior, 59.9% did not get family support, 42.3% peers had a negative influence on conscious behavior, 26.8% did not receive support from health workers, and 46.2% had access to the internet/social media. has a negative influence on conscious behavior. The results of the statistical test analysis of the relationship between menarche age and conscious behavior obtained p value = 0.064, the relationship between obesity and conscious behavior obtained p value = 0.022, the relationship between knowledge and conscious behavior obtained p value = 0.009, the relationship between attitude and conscious behavior obtained p value = 0.029, the relationship between family support and conscious behavior obtained p value = 0.030, the relationship between peer influence and conscious behavior obtained p value = 0.010, the relationship between support from health workers and conscious behavior obtained p value = 0.043 and the relationship between the influence of internet access and conscious behavior obtained p value = 0.043.

Conclusion: The research results show that there is a relationship between obesity, knowledge about conscious behavior, attitudes towards conscious behavior, family support, peer support, and support from health workers. Meanwhile, the variables menstrual age and the influence of the internet/social media have no relationship with Awareness Behavior. Continuous educational efforts regarding healthy behavior and assistance by teachers and parents. Adolescent health development needs to continue to be carried out by health workers, including continuous self-examination of female adolescents.

 

Kata kunci: Factors, Conscious Behavior, Young Women

 


Keywords


Faktor, Perilaku Sadari, Remaja Putri

Full Text:

PDF

References


Amelia, D. (2023). Gambaran Faktor Risiko Kanker Payudara pada Penderita Kanker Payudara di Bukittinggi. Jurnal Keperawatan, 10(1), 10–12.

Anna. (2022). Determinan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2022. https://journal.fkm.ui.ac.id/bikfokes/article/view/6385

Arumsari, L. M., Estiwidani, D., & Setya A, D. N. (2020). Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Perilaku SADARI pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Gondokusuman II Kota Yogyakarta. https://eprints.poltekkesjogja.ac.id/2250/

Atmaja, D. S. (2024). Pengembangan Diri. PT. Kimshafi Ahang Cipta.

Devy, A., Gayatri, R., Tama, T., & Wardani, H. (2023). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Riwayat Kanker Payudara Keluarga terhadap Perilaku SADARI pada Wanita Usia 20–29 Tahun di Puskesmas Kendalsari. Sport Science and Health.

Efriani, R. (2024). Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penerbit NEM.

Hidayani, Jannah, M., & Patras, K. (2022). Hubungan Sumber Informasi, Dukungan Teman Sebaya dan Sikap Remaja Putri terhadap Perilaku SADARI. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(3).

Jaya, H., Rosnani, Athiutama, A., Dwi, W., Kumalasari, I., Afdal, Hayati, W., & Rahayu, M. (2025). Faktor-Faktor yang Menentukan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Perempuan. Jurnal Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 35(1), 132–142. https://doi.org/10.34011/jmp2k.v35i1.2551

Khairunnissa, A., & Wahyuningsih, S. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Jurnal Profesi Medika, 11(2), 73–80. https://doi.org/10.33533/jpm.v11i2.226

Lampung, D. K. P. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Lindawati, R., & Yunarsih, N. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). ProHealth Journal, 18(1), 9–14. https://doi.org/10.59802/phj.202118198

Makarim, F. R. (2019). Obesitas Mempersulit Diagnosis Kanker Payudara, Benarkah?

Mardhiah, A., & Anjani, A. D. (2019a). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Payudara di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 9(1), 2–31. https://ejurnal.univbatam.ac.id/index.php/zonabidan/article/view/265

Mardhiah, A., & Anjani, A. D. (2019b). Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Payudara di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2017. Jurnal Kebidanan, 9(1), 2–31.

Masso-Calderón, A. M., Meneses-Echávez, J. F., Correa-Bautista, J. E., Tovar-Cifuentes, A., Alba-Ramírez, P. A., & Charry-Ángel, C. E. (2018). Effects of an educational intervention on breast self-examination, breast cancer prevention-related knowledge, and healthy lifestyles in scholars from a low-income area in Bogota, Colombia. Journal of Cancer Education, 33(3), 673–679. https://doi.org/10.1007/s13187-016-1133-z

Metro, D. K. K. (2023). Profil Kesehatan Kota Metro Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Metro.

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta.

Organization, W. H. (2019). World health statistics 2019: Monitoring health for the SDGs, sustainable development goals. World Health Organization.

Rayanti, I. D. A. M. (2021). Hubungan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Perilaku SADARI sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara pada Remaja Putri di SMA Negeri 2 Mengwi Denpasar Bali. https://repository.itekes-bali.ac.id/medias/journal/2021

Saphira, M. V. (2022). Pentingnya Dukungan Sosial dalam Menghadapi Quarter Life Crisis pada Masa Emerging Adulthood. Fakultas Psikologi Universitas Muhamadhiyah Purwokerto.

Saputri, M. S. D., & Fransiska, P. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Siswi Kelas XI di SMK Pelita Insani Kota Prabumulih. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan STIKes Mitra Adiguna. https://e-jurnal.stikesmitraadiguna.ac.id/index.php/jkp/article/view/343/239

Siedlecki, S. L., Modic, M. B., Bernhofer, E., Sorrell, J., Strumble, P., & Kato, I. (2014). Exploring how bedside nurses care for patients with chronic pain: A grounded theory study. Pain Management Nursing, 15(3), 565–573. https://doi.org/10.1016/j.pmn.2012.12.007

Sigalingging, G., & Sianturi, I. A. (2019). Hubungan Teman Sebaya dengan Perilaku Seksual Remaja di SMK Medan Area Medan Sunggal. Jurnal Darma Agung Husada, 5(1), 9–15. https://jurnal.universitasdarmaagung.ac.id/darmaagunghusada/article/view/113

Siregar, R. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). International Journal of Health Sciences, 6(1), 35–42. https://doi.org/10.24269/ijhs.v6i1

Sofa, T., Wardiyah, A., & Rilyani, R. (2023). Faktor Risiko Kanker Payudara pada Wanita. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(2), 493–502. https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP/article/view/2177

Statistik, B. P. (2022). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2022.

Sumiyati, S., Widiastuti, A., Hastuti, P., Winarso, S. P., & Kurniasih, H. (2023). Media booklet improve the attitude and practice of breast self-examination as early detection of breast cancer in female students. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 417–422. https://doi.org/10.30604/jika.v8i2.1942

Susanti, A. V, & Sunarto, S. (2012). Faktor Risiko Kejadian Menarche Dini pada Remaja di SMPN 30 Semarang.

Sya’bin, N., & Warsiti, W. (2020). Impact of cervical cancer counseling on the attitudes of fertile age women early detection in Padokan Lor Hamlet, Tirtonirmolo Village. International Journal of Health Sciences and Technology, 1(3), 63–67. https://doi.org/10.31101/ijhst.v1i3.1213

Triyanti, D. (2024). Faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada mahasiswi fakultas non kesehatan di Universitas Palembang. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 4(1).

Zuraidah, E. (2023). Hubungan usia saat menarche dengan kejadian kanker payudara di RSUP Dr. RSCM Jakarta Indonesia (2010-2014). Asian Pacific Journal of Cancer Care.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v12i2.24979

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System