KEJADIAN YANG MEMPENGARUHI REMAJA LAKI-LAKI DALAM MELAKUKAN MASTURBASI

Arum Dwi Anjani* -  Prodi Kebidanan-Fakultas Kedokteran-Universitas Batam, Indonesia
Dinda Zahara -  The Study Program of Midwifery Faculty of Medicine Batam University, Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRAK

Latar Belakang Masturbasi itu umum sekali dilakukan oleh anak-anak remaja.Masturbasi atau banyak orang menyebutnya Onani adalah rangsangan yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual tanpa bersenggama dengan lawan jenis. Tindakan masturbasi dapat terjadi ketika seseorang dalam keadaan nafsu syahwat yang meningkat dan tidak adanya seorang pasangan untuk menyalurkan nafsu tersebut.Tetapi tetap didasari dengan kekuatan mental. Maksudnya ada orang yang dapat menahan nafsu dan tindakan masturbasi pun dapat dicegah.Adalagi yang tidak dapat menahan nafsu hingga tindakan masturbasi pun terjadi.Penyimpanganinitidakdisebabkanolehkelainan psikis akan tetapi sebaliknya kadang-kadang dapat menimbulkan konflik emosional dikemudian hari karena merasa bersalah dan merasa berdosa. Cukup banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinyakenakalanremaja seperti Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayang, Minimnya pemahaman tentang keagamaan dan Pengaruh dari lingkungansekitar.

Tujuan untuk mengetahui penyebab dari kejadian yang mempengaruhi remaja laki–laki dalam melakukan masturbasi.

Metode Desain penelitian ini dengan menggunakan deskriptif, jenis penelitian Kuantitatif.Tempat penelitian di SMAN 17 Batam, waktu penelitian April-September 2019. Populasi 116 siswa Laki-Laki, sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis menggunakan distribusi frekuensi.

Hasil penelitian Orang Tua yang berperan 44.8%, Orang tua yang tidak berperan 55.2%. Peran yang religiusitas 48.3%, yang tidak religiusitas 51.7%. teman sebaya yang berperan 44.8%, yang tidak berperan 55.2%.

Kesimpulan penyebab kejadian yang mempengaruhi remaja laki – laki dalam melakukan masturbasi mayoritasnya adalah Religiusitas.

Saran agar responden dapat meningkatkan pengetahuan tentang penyebab dan pengaruh dari kejadian masturbasi bagi remaja.

Kata Kunci : Kejadian, Remaja dan Masturbasi.

 

Supplement Files

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. Abas, D. (2019, February 28). Efek Berbahaya dari Masturbasi. Medcom.Id. Retrieved from https://www.medcom.id/rona/kesehatan/ybDzG9RK-efek-berbahaya-dari-masturbasi
  3. Abdurrahman bin Ismail, J. bin. (2016). Bahaya Penyimpangan Seksual. Jakarta: Darul Haq.
  4. Adlas, A. B. (2016a). Hubungan Pengetahuan Tentang Masturbasi Dengan Sikap Remaja Laki-Laki Di SMA Negeri 3 Batam. Batam.
  5. Adlas, A. B. (2016b). Hubungan Pengetahuan Tentang Masturbasi Dengan Sikap Remaja Laki - Laki Di SMA Negeri 3 Batam Tahun 2016. Batam.
  6. Aini, K. (2007). Masturbasi Pada Remaja. Kuningan: Bulettin Ilmiah STIKKU.
  7. Allgeier, E.R., and Allgeier, A. R. (1991). Sexuall Interactions. (Third Edition) Massachusetts:D.C.Heathand Company. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/41910/25/NASKAH PUBLIKASI.pdf
  8. Andisti, M. A., & Ritandiyono. (2008). Religiusitas dan Perilaku Seks Bebas pada Dewasa Awal. Psikologi, 1 No. 2, 170–176.
  9. Anganthi, N.R.N., dan Lestari, S. (2007). Pola Komunikasi Seksualitas Pada Keluarga Muslim di Surakarta Laporan Penelitian Fundamental Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
  10. anggraini, ira. (2014). Hubungan antara Tingkat Kecemaskan dengan Perilaku Masturbasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun Pertama. Laporan Hasil Karya Tulis Ilmiah. Semarang : Fakultas Kedokteran Universitas Diponogoro Semarang.
  11. Dimassari, A. P. (2015). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perkembangan Janin Dengan Sikap Ibu Di Wilayah Kerja Kelurahan Pulau Buluh. Batam.
  12. Dwi Indah, M., & Septiana Sari, D. (2016). Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Seksual Bebas Pada Remaja Di Smk Bina Patria 1 Sukoharjo. Ndonesian Journal On Medical Science, 3 No 2. Retrieved from file:///C:/Users/gateway/Downloads/80-154-1-SM (1).pdf
  13. Eliyanti. (2010). Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Masturbasi Pada Remaja SMA di Kecamatan Indralaya Utara. Ilmu Kesehatan Masyarakat, 3 No. 01. Retrieved from https://media.neliti.com
  14. Fantasia, H. C. (2008). Concept Analysis: Sexual Decision Making in Adolescence. Nursing Forum 23, 2, 80–90.
  15. Fuhrmann, B. S. (1990). Adolescence, adolescent. London: Foresman and Company.
  16. Gunarsa S.D, & Gunarsa Y.S. (2001). Psikologi Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  17. Hurlock, E. (1973). Adolencence Development (4th editio). McGraw Hill.
  18. Hurlock, E. . (1993). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
  19. Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
  20. Jalaluddin. (2005). Psikologi Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  21. Kartono, K. (1998). Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  22. Kartono, K. (2008). Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja. Rajawali Pers.
  23. Kwon, O. (2003). Buddhist and Protestant Korean Immigrants: Religious beliefs and socioeconomic aspect of life. New York: LFB Scholarly Publishing LLC.
  24. Lestari, S, Suparno & Restu, Y. S. (2011). Identifikasi kebutuhan informasi seksualitas pada remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi, 5 (2), 180-188. Ilmiah Psikologi, 5 (2), 180–188. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/41910/25/NASKAH PUBLIKASI.pdf
  25. Lestari, W. (2015). Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Seks Pada Remaja. Surakarta.
  26. Mahluzatin, E. (2016). Persepsi Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Anak Usia Dini. Retrieved from http://digilib.uinsby.ac.id/13023/
  27. Mahmud, D. (2018). Psikologi Suatu Pengantar (Maya, ed.). Yogyakarta.
  28. Mangunwijaya, Y. B. (1991). Menumbuhkan Sikap Religiusitas Anak-anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  29. Mappiare, A. (2000). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
  30. Muhammad, K. H. (2002). Tubuh, Seksualitas dan Kedaulatan Perempuan. Yogyakarta.
  31. Munir Kamil Manik, A. (2017). Pengaruh Pendidikan Sebaya Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Tentang Perilaku Seksual Beresiko Kehamilan Tidak diinginkan di Sekolah Menengah Kejuruan Sasmita Jaya Pamulang aTahun 2017. Jakarta.
  32. Muslikah, Suwarjo, & Wijayanti, G. (2013). Bimbingan Teman Sebaya Untuk Mengembangkan Sikap Negatif Terhadap Perilaku Seks Tidak Sehat. Bimbingan Konseling, 1. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jubk
  33. Mussen. (1994). Perkembangan dan Kepribadian Anak. Jakarta.
  34. Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
  35. Palupi, A. O. (2013). Pengaruh Religiusitas Terhadap Kenakalan Remaja Pada Siswa Kelas Viii Smp Negeri 02 Slawi Kabupaten Tegal. Retrieved from https://lib.unnes.ac.id/18333/1/1511409011.pdf
  36. Pratiwi, T. (2009). Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dan Pengetahuan Seksualitas Dengan Intensitas Masturbasi Pada Mahasiswa Yang Tinggal Di Kos. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617/1456/10Siwi_Volume 11 No. 2 Nompember 2009.pdf?sequence=1&isAllowed=y
  37. Puara, M. L. R., Prabamurti, P. N., & Riyanti, E. (2019). Perilaku Seksual Pranikah Mahasiswa Universitas “X” Pelaku CAM SEX Di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7. Retrieved from http://ejournal13.undip.ac.id/index
  38. Purnamasari, E. F., Yuliadi, S., & Karyanta, N. A. (2015). Hubungan antara Kematangan Emosi dan Religiusitas dengan Frekuensi Masturbasi pada Siswa Kelas XI SMK Katolik St. Mikael Surakarta.
  39. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. (2015). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta.
  40. Putro, K. Z. (2017). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17. Retrieved from http://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/aplikasia/article/view/1362/1180
  41. Rasyid, M. (2007). Pendidikan Seks. Semarang: Syiar Media.
  42. Robertson, R. (1995). Agama : Dalam Analisa dan Interpretasi Sosiologis (Achmad Fedyani Saifuddin, ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  43. Salsabila, S. A. (2017). Hubungan antara religiusitas dengan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan reproduksi remaja. Retrieved from http://digilib.unila.ac.id/26734/3/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf
  44. Sarwono, S. W. (2002). Psikologi Sosial: Individu dan Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta: PT. Balai Pustaka.
  45. Sarwono, S. W. (2008). Psikologi Remaja. Jakarta: Grafindo Persada.
  46. Sarwono, S. W. (2013). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  47. Sarwono, Sarlito. W. (2010). Psikologi Remaja (Revisi). Jakarta: Rajawali Pers.
  48. Sarwono, Sarlito W. (2016). Psikologi Remaja (Revisi). Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA.
  49. Sarwono, Sarlito W. (2002). Psikologi Remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  50. Sudarsono. (2008). Kenakalan Remaja. Jakarta: PT RINEKA CIPTA.
  51. Sulistiani M. AG M.E.SY, S. L. (2016). Kejahatan dan Penyimpangan Seksual dala, Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia. Bandung: PENERBIT NUANSA AULIA.
  52. Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan Remaja dan Penanganannya. Jurnal Penelitian &PPM, 4. Retrieved from http://jurnal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/14393
  53. Susila, I. (2018). Studi Komparatif pengetahuan Remaja tentang Penyimpangan Perilaku Seks di Desa dan di Kota. Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan, 7, 59. Retrieved from http://jurnal.strada.ac.id/sjik
  54. Sutoyo, A. (2009). Bimbingan dan Konseling Islami Teori & Praktik. Semarang: CV. Widya Karya Semarang.
  55. TribunJambi. (2019). Sering Mengeluarkan Air Mani Bisa Berakibat Buruk, Ini Dia 10 Dampaknya! Bisa Bikin Impoten Juga! TribunJambi.Com. Retrieved from http://jambi.tribunnews.com/2018/02/09/sering-mengeluarkan-air-mani-bisa-berakibat-buruk-ini-dia-10-dampaknya-bisa-bikin-impoten-juga?page=all.
  56. Triwiyarto, U. (2016). Studi Kasus Tentang Penyebab Kenakalan Remaja. Yogyakarta.
  57. Warlenda, S. V., Wahyudi, A., & Siregar, Z. S. (2018). Determinan Masturbasi pada Remaja di SMA Negeri 3 Tapung Kabupaten Kampartahun 2017. Jurnal Kesehatan Komunitas, 4(2), 46–51. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol4.Iss2.257
  58. Yudia, S. M., Cahyo, K., & Kusumawati, A. (2018). Perilaku Seksual Pranikah pada Mahasiswa Kost (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi “X” di Wilayah Jakarta Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6. Retrieved from http://eojurnal3.undip.ac.id/index.php/jkm
  59. Yusuf, S. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Rosda Karya.
  60. Zulkifli. (2016). Dinamika Rangsangan Seksual Film Terhadap Problematika Onani(Masturbasi) Pada Remaja dalam Pandangan Hukum Islam. Retrieved from http://repositori.uin-alauddin.ac.id/5220/1/Zulkifli.pdf

Open Access Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Malahayati

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)