The Psychological Impact Of Early Marriage On The Mental Health Of Young Mothers

Debi Lestari, Sri Hastini Jaelani

Abstract


Latar Belakang : Pernikahan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia di bawah batas minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.   

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman psikologis ibu muda yang menjalani pernikahan dini di Desa Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, pada tahun 2026.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan berjumlah lima orang ibu muda yang menikah pada usia dini dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel yang ditentukan berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) pengalaman psikologis ibu muda setelah menikah; (2) dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental; (3) faktor-faktor yang memengaruhi kondisi psikologis; (4) upaya ibu muda dalam mengatasi dampak psikologis; dan (5) harapan ibu muda dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Informan mengalami berbagai dampak psikologis, seperti stres, kecemasan, kelelahan emosional, serta kesulitan beradaptasi dengan peran baru sebagai istri dan ibu akibat tanggung jawab yang harus dijalani pada usia yang masih muda.

Kesimpulan : Pernikahan dini mengalami berbagai dampak psikologis yang berkaitanterhadap kesehatan mental ibu muda.

Saran : Disarankan untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan pendidikan, penguatan dukungan keluarga, serta edukasi

 

Kata Kunci : Dampak Psikologis, Ibu Muda, Kesehatan Mental, Pernikahan Dini

 

ABSTRACT

 

Background : Marriage is a physical and spiritual bond between a man and a woman as husband and wife aiming to form a happy and harmonious family. Early marriage refers to a marriage conducted under the legal minimum age set by the government. 

Objective : This study aims to explore the psychological experiences of young mothers undergoing early marriage in Tempilang Village, Bangka Barat Regency, in 2026.

Methods : This study utilized a qualitative method with a phenomenological approach. Informants consisted of five young mothers who married at an early age and were selected using a purposive sampling technique, with the sample determined based on specific inclusion criteria. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis.

Result : The results showed five main themes: (1) psychological experiences of young mothers after marriage; (2) the impact of early marriage on mental health; (3) factors influencing psychological conditions; (4) young mothers' efforts to cope with psychological impacts; and (5) young mothers' expectations in preventing early marriage. Informants experienced various psychological impacts, such as stress, anxiety, emotional exhaustion, and difficulties adapting to new roles as wives and mothers due to responsibilities at a young age..

Conclusion : The results of this study indicate that early marriage has a significant psychological impact on young mothers' mental health.

Suggestion : It is recommended to undertake preventive efforts through enhanced education, strengthened family support, and awareness-raising.

 

Keyword : Psychological Impact, Mental Health, Young Mothers, Early Marriage


Full Text:

PDF

References


Ahmed, N., & Ahmmed, F. (2015). Problems and Challenges of Deserted Women in Bangladesh: An Observational Study. https://www.semanticscholar.org/paper/Problems-and-Challenges-of-Deserted-Women-in-An-Ahmed Ahmmed/e483a25d36193d3d15d44917e0da12fd20893b09?utm_source=direct_link

Ali, Mohammad & Alauddin, Sharlene & Khatun, Most. Farida & Maniruzzaman, Md & Shariful Islam, Sheikh Mohammed. (2021). Determinants of early age of mother at first birth in Bangladesh: a statistical analysis using a two-level multiple logistic regression model. Journal of Public Health. 29. 10.1007/s10389-020-012289.https://www.google.com/goto?url=CAESAEB6zswFQEA4LSGRSxtjkMyvhvrb3ynZ52pOwfNOJBzdrpgPnBlcVXcbrlBEhF8aTyo-EhyzAF4bgJwknWYLZGOiilLBKFJ8vuetXQhYUaOW27MNe9ufinyQoPWA-nf5I_u6410w9PBC5kDzSR0i7UC_qajTbQGLy0s9joi2nWe6tO81Ty8Ell9Y8JORJr5dRFkOUYFthkJktK71hk2Sjc1XgYwPymiIS98TSI_YAU9DNP1RYnBR603vxwvk_vuZygVe87_LTyrFupvsGCyzIcNuLTGCNJOXkLmolH06ZW1UTYTsj9Qb8VsuH1kTgblm-ZMuLtMatXmg

Atsilah, M., Moza Abtasari, S., & Siti Nurjanah, A. (2024). GUIDELINE: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Pendidikan GUIDELINE: Dinamika Psychological Well-Being Remaja Yang Melakukan Pernikahan Dini

Aziz, R., Mangestuti, R., Sholichatun, Y., Rahayu, I. T., Purwaningtyas, E. K., & Wahyuni, E. N. (2021). Model Pengukuran Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Islam. In Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) (Vol. 1, Number 2).

Badan Pusat Statistik. (2023). Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Cahyono, B. (2025). Association between maternal mental health after early marriage and adolescent psychological well-being. Journal of Adolescent Psychology, 12(3), 145–152.

Habibi, A. (2023). Pernikahan Dini Dalam Tinjauan Hukum Islam Dan Psikologi: Early Marriage In A Review Of Islamic Law And Psychology. Mitsaqan Ghalizan, 2(1), 57–66. https://doi.org/10.33084/mg.v2i1.5276

Jannah, R. N., & Halim, A. (2023). Edukasi Pra Nikah Sebagai Upaya Pencegahan Perceraian Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif. Journal of Community Research and Engagement, 3(1), 167–178. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i1.1308

Khaeriyah, S., Afiati, E., & Warih Handoyo, A. (2022). Dampak Pernikahan Dini (Studi Kasus Pada Tiga Orang Yang Mengalami Pernikahan Dini Di Kecamatan Cikande). In Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling (Vol. 11, Number 1). https://doi.org/https://doi.org/10.21009/INSIGHT.111.02

Khaeriyah, S., et al. (2022). Penyesuaian Peran dan Dinamika Interaksi Sosial pada Pasangan Usia Muda. Jurnal Psikologi Perkembangan dan Keluarga, 10(2), 112-123.

Khairunnisa, A., & Abdullah, R. (2022). Hubungan Pernikahan Dini dengan Risiko Baby Blues Syndrome dan Gangguan Stres Pasca Melahirkan. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Ibu, 8(3), 89-98.

Khairunnisa, F. S., & Abdullah, M. N. A. (2022). Dampak Pernikahan Dini Terhadap Potensi Baby Blues Syndrom Pada Ibu Muda Di Kabupaten Bandung. Jurnal Studi Masyarakat Dan Pendidikan, 6(1), 63–73. https://doi.org/10.29408/sosedu.v6i1.15101

Lianningsih, W. D., & Fathinnuddin, M. (2024). Pernikahan Dini Ditinjau Dalam Hukum Perkawinan Di Indonesia. Iblam Law Review, 4(3), 120–134. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i3.439

Liesmayani, E., Nurrahmaton, N., Juliani, S., Mouliza, N., & Ramini, N. (2024). Determinan Kejadian Pernikahan Dini Pada Remaja . Nursing Care and Health Technology Journal, 2(1), 55–62. https://doi.org/https://doi.org/10.56742/nchat.v2i1.37

Liesmayani, L., et al. (2024). Determinan Ekonomi dan Pendidikan dalam Fenomena Perkawinan Usia Anak di Daerah Pedesaan. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 12(1), 33-44.

Lupianti, D., Multazam, A. M., & Andayanie, E. (2022). Gambaran Kesehatan Mental Perawat Di Ruang Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar.

Nozarina, R., Nadila Arahman, H., & Muarif, I. (2025). Kerangka Awal Penelitian. In Jurnal Kajian Agama Islam (Vol. 9, Number 11).

Purwaningtyas, F., et al. (2022). Dampak Pernikahan Dini terhadap Psychological Well-Being dan Risiko Depresi pada Ibu Muda. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 7(2), 150-162.

Purwaningtyas, F., Ristiani, E., Aisyah, Y., & Choirudin, M. (2022). Dampak Psikologis Pernikahan Dini Bagi Perempuan. Jurnal Psikologi Wijaya Putra.

Rahmawaty, D., et al. (2022). Dukungan Keluarga Inti sebagai Pilar Ketahanan Mental Remaja dalam Situasi Krisis Emosional. Jurnal Ketahanan Keluarga, 4(1), 67-78.

Rahmawaty, F., Silalahiy, R., Berthiana, T., & Mansyah, B. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Pada Remaja; Faktors Affecting Mental Health In Adolesents. Jurnal Surya Medika, 8(3), 276–281.

https://doi.org/https://doi.org/10.33084/jsm.v8i3.4522

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 186.

Rohmaniah, Evita & Rahmawati, Iis & A'la, Muhamad. (2025). The Impact of Early Marriage: a Literature Review. Jurnal Ners. 9. 2176-2183. 10.31004/jn.v9i2.42841. https://www.researchgate.net/publication/392417211_The_Impact_of_Early_Marriage_a_Literature_Review

Saputri, L., & Mardiati. (2025). Desain Penelitian Quasi Eksperimen Dalam Penelitian Pendidikan: Kajian Pustaka. Jurnal Serunai Matematika, Vol.17(2), 78–87.

Sari, A., Nurul Aulia, F., Psikologi, F., Psikologi, J., & Muhammadiyah Hamka Jl, U. (2022). Dampak Dan Faktor Penyebab Pernikahan Dini Di Indonesia. In 12 Tahun (Vol. 3). http://jurnal.anfa.co.id

Sari, M., & Aulia, R. (2024). Pengaruh Norma Sosial Budaya dan Kehamilan Tidak Direncanakan terhadap Praktik Perkawinan Dini. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 11(2), 201-212.

Suherman, Suherman & Putri, Nella. (2026). Mental health impacts of early marriage on mothers caring for stunted toddlers. Riset Informasi Kesehatan. 15. 23-32. 10.30644/rik.v15i1.1098. https://www.researchgate.net/publication/400335114_Mental_health_impacts_of_early_marriage_on_mothers_caring_for_stunted_toddlers

Supriandi, S., Rosalina, G., & Berthiana, B. (2022). Pengetahuan Remaja tentang Risiko Pernikahan Dini: Teenagers’ Knowledge about the Risks of Early Marriage. Jurnal Surya Medika, 8(2), 183–192. https://doi.org/https://doi.org/10.33084/jsm.v8i2.3884

Syarli, . R, & Gusman, P. (2022). Peningkatan Pemahaman Ibu Muda Tentang Pentingnya Asi dan MP ASI yang Tepat dalam Mencegah Stunting di Klinik Banjaran Medika di Banjaran. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(5), 1185–1190. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i5.6751

UNICEF Annual Report Indonesia. (2024). Advancing Child Rights in Indonesia.

UNICEF Indonesia, B. P. U. K. P. B. (2023). Perkawinan Anak di Indonesia.

World Health Organization. (2026). Maternal, newborn, child and adolescent health and ageing.

Yuliani, M., Yusita, I., Studi, P. S., Ilmu Kesehatan, F., & Bhakti Kencana, U. (2023). Karakteristik Kesiapan Menikah Pada Ibu Hamil Usia Muda. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(3), 16700–16709. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v7i3.21605

Yatsilah, N., et al. (2024). Peran dan Keterlibatan Suami dalam Pengasuhan Anak terhadap Tingkat Stres Ibu Muda. Jurnal Ilmu Perilaku dan Kesehatan Mental, 5(1), 45-56.

Yuliani, T., et al. (2023). Ketidakmatangan Emosi dan Kecemasan Menghadapi Persalinan pada Ibu Hamil Usia Muda. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat, 9(1), 15-26.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkm.v12i8.28062

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)

Policies

Submissions

Other

Focus and Scope
Section Policies
Peer Review Process
Publication Frequency
Open Access Policy
Online Submissions
Author Guidelines
Copyright Notice
Privacy Statement
Author Fees
Journal Sponsorship
Journal History
Site Map
About this Publishing System