Perbandingan Efektivitas Transfusi Darah Prc Segar Dengan PRC Simpan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di UTD RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung
Sari
Salah satu terapi anemia pada pasien gagal ginjal kronis adalah transfusi Packed Red Cell (PRC), baik PRC segar maupun PRC simpan, namun perbedaan efektivitas keduanya masih menjadi perdebatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas transfusi PRC segar dan PRC simpan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di UTD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung pada Februari–Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien gagal ginjal kronis yang menerima transfusi PRC, terdiri dari 18 pasien yang mendapatkan PRC segar dan 18 pasien yang mendapatkan PRC simpan. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan 8 jam setelah transfusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan kadar hemoglobin pada kelompok PRC segar sebesar 1,22 g/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok PRC simpan sebesar 0,95 g/dL. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna secara signifikan antara kedua kelompok (p = 0,009). Dapat disimpulkan bahwa transfusi PRC segar lebih efektif dibandingkan PRC simpan dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien gagal paired t-test ginjal kronis.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adiputra S. I. M., & Trisnadewi, Ni Wayan, D. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. In: Metodologi Penelitian Kesehatan. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (Issue 2021). http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2018/09/Metodologi-Penelitian-Kesehatan_SC.pdf
Afriansyah, F., et al. (2021). Perbedaan Darah Segera Diperiksa, Dilakukan Penyimpanan Pada Suhu 20oc-25oc Dan 4oc-8oc Selama 6 Jam Terhadap Jumlah Eritrosit. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 2(2), 108–114. https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v2i2.51
Ammirati, A. L. (2020). Chronic Kidney Disease. Revista da Associacao Medica Brasileira, 66(Suppl 1), 53-59.
Hidayangsih, P. S., et al. (2023). Chronic Kidney Disease in Indonesia: Evidence from A National Health Survey. Osong Public Health and Research Perspectives, 14(1), 23–30. https://doi.org/10.24171/j.phrp.2022.0290
Hod, E. A., et al (2016). Transfusion of human volunteers with older, stored red blood cells produces extravascular hemolysis and circulating non – transferrin-bound iron. ASH Annual Report - Hematology. Blood Journal 118(25), 6675–6683. https://doi.org/10.1182/blood-2011-08-371849.The
Lestari, A. A. W., Triyono, T., & Sukorini, U. (2018). Quality of Stored Red Blood. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 23(3), 294–302. https://doi.org/10.24293/ijcpml.v23i3.1209
Vaidya, S. R. & Aeddula, N. R. Chronic Kidney Disease. [Updated 2024 Jul 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024 Jan-https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535404/
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.20593
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



