Efektivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Furunkel Dengan Metode Difusi

Fadhila Naila Ariza, Dwi Marlina Syukri, Eka Silvia, Efrida Warganegara

Sari


Furunkel, atau bisul, merupakan peradangan akut pada folikel rambut beserta jaringan sekitarnya yang umumnya berawal dari folikulitis superfisial dan dapat berkembang menjadi abses yang nyeri. Penatalaksanaan medikamentosa furunkel meliputi pemberian antibiotik topikal maupun sistemik. Namun, tingginya penggunaan antibiotik menjadi ancaman kesehatan global, terutama akibat meningkatnya resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan eksplorasi antibakteri alami sebagai alternatif terapi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab furunkel. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menilai pengaruh ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) terhadap diameter zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 70% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,16 mm dan termasuk kategori kuat. Sementara itu, ekstrak rimpang kunyit (C. longa) dengan pelarut etanol 98% menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,16 mm dan termasuk kategori sedang. Mupirosin sebagai kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 11,90 mm dan termasuk kategori kuat. Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma longa) dengan pelarut etanol 70% menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih kuat terhadap Staphylococcus aureus dan berpotensi sebagai alternatif terapi pada furunkel.


Kata Kunci


Ekstrak Rimpang Kunyit; Furunkel; Staphylococcus aureus; Antibakteri

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agustina, S. (2016). Skrining Fitokimia Tanaman Obat Di Kabupaten Bima. Cakra Kimia. Indonesian E-Journal Of Applied Chemistry, 04.

Apriliantisyah, W., Haidir, I., Rasfayanah, Sodiqah, Y., & M. Said, M. F. (2022). Daya Hambat Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica val) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(10), 694–703. Https://Doi.Org/10.33096/Fmj.V2i10.127

Fikayuniar, L., & Gunarti, N. S. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa L.) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa. Pharma Explore Jurnal Sains Dan Ilmu Farmasi.

Firmansyah, T., & Jawa La, E. O. (2022). Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Putih Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe. Acta Holistica Pharmaciana, 4(1), 20–24. Https://Doi.Org/10.62857/Ahp.V4i1.49

Hidayatullah, S. H., & Mourisa, C. (2023). Uji Efektivitas Akar Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Kohesi, 7(1), 34–40.

Kemenkes Ri. (2021). 615.1 Ind P. Journal Of Pharmaceutical Analysis, 5(2), 130–136. Http://Dx.Doi.Org/10.1016/J.Jpha.2015.11.005

Miller, L. S. (2019). Superficial Cutaneous Infections And Pyodermas. In S. Kang, M. Amagai, A. L. Bruckner, Al. H, D. J. Margolis, A. J. Mcmichael, & J. S. Orringer (Eds.), Fitzpatrick’s Dermatology (9th Ed., P. 2724).

Noviyanti. (2016). Pengaruh Kepolaran Pelarut Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Jambu Brazil Batu (Psidium guineense L.) Dengan Metode Dpph. Jurnal Farmako Bahari, 7, 29–35.

Putri, P. W. D., Rusyati, L. M. M., Praharsini, I. G. A., & Sudarsa, P. S. S. (2023). Manfaat Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus. E-Jurnal Medika Udayana, 12(3), 99. Https://Doi.Org/10.24843/Mu.2023.V12.I03.P17

Rahayu, N. S., Puteri, A. D., & Isnaeni, L. M. A. (2023). Hubungan Perilaku Masyarakat Dan Penggunaan Air Sungai Dengan Gangguan Penyakit Kulit Di Desa Kampung Pinang Wilayah Kerja Puskesmas

Pantai Raja. Jurnal Imliah Ilmu Kesehatan, 1(3), 2023.

Ramadhani, P., Erly, & Asterina. (2017). Hambat Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit ( V.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Secara In Vitro. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3), 590–595.

Saptowo, A., Supriningrum, R., & Supomo, S. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Sekilang (Embeliaborneensis scheff) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Dan Staphylococcus epidermidis. Al-Ulum: Jurnal Sains Dan Teknologi, 7(2), 93.

Https://Doi.Org/10.31602/Ajst.V7i2.6331

Sarah Tumundo, C., Silvia Wewengkang, D., Studi Farmasi, P., Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, F., Sam Ratulangi, U., &

Studi Fisika, P. (2024). Uji Potensi Antibakteri Ekstrak Spons Stylissa Carteri Dari Perairan Poopoh Minahasa Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Dan Pseudomonas Aeruginosa. 13(1), 529–539. Https://Doi.Org/10.35799/Pha.13.2024.49697

Soyer, F., Ozdemir, O. O., Polat, B., & Ekenel, N. H. (2024). Evaluating Ethanol Concentrations Against Staphylococcus Spp: A Proposal For Improving Nosocomial Bacteria Control. Infection Prevention In Practice, 6(1), 2023–2025.

Https://Doi.Org/10.1016/J.Infpip.2023.100336

Tan, S. T., Pratiwi, Y. I., Chandra, C. C., & Elizabeth, J. (2021). Buku Edukasi Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Hal 181-185.

Wulansari, E. D., Lestari, D., & Khoirunissa, M. A. (2020). Kandungan Terpenoid Dalam Daun Ara (Ficus carica L.) Sebagai Agen Antibakteri Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. Pharmacon, 9(2), 219. Https://Doi.Org/10.35799/Pha.9.2020.29274

Yuliati, Y. (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Kunyit Sebagai Antibakteri Dalam Pertumbuhan Bacillus Sp Dan Shigella dysentriae Secara In Vitro. Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 10(1). Https://Doi.Org/10.33533/Jpm.V10i1.11




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i1.20632

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.