Gambaran Sarkopenia Pada Lansia Di Desa Bukit Napuh Kabupaten Oku Timur
Sari
Sarkopenia merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan massa otot rangka, kekuatan otot, dan performa fisik akibat proses penuaan, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi sarkopenia pada lansia di Desa Bukit Napuh, Kabupaten OKU Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang (cross-sectional) dan melibatkan 125 lansia berusia ≥60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Penilaian sarkopenia dilakukan berdasarkan kriteria Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) 2019, yang meliputi pengukuran massa otot, kekuatan genggam tangan, dan performa fisik. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,4% responden mengalami sarkopenia, dengan prevalensi lebih tinggi pada perempuan (16,8%) dan kelompok usia 60–69 tahun (13,6%). Sebanyak 78,4% responden memiliki kekuatan otot tangan rendah, 26,4% memiliki massa otot rendah, dan 80,0% menunjukkan performa fisik yang buruk. Sarkopenia lebih sering ditemukan pada lansia dengan status gizi kurang, aktivitas fisik yang berkaitan dengan pekerjaan sehari-hari, serta riwayat penyakit kronis; namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menentukan hubungan kausal. Keterbatasan utama penelitian ini adalah desain potong lintang dan analisis deskriptif yang membatasi penarikan kesimpulan kausal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sarkopenia merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada lansia di wilayah perdesaan. Diperlukan skrining dini serta intervensi berbasis komunitas yang berfokus pada aktivitas fisik, perbaikan gizi, dan pengelolaan penyakit kronis untuk mencegah penurunan fungsi lebih lanjut.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Amanda, F., & Arsyad, N. (2024). Gambaran kekuatan otot tangan dan massa otot serta performa fisik terkait potensi sarkopenia pada lansia. Indonesian Journal of Physiotherapy, 4(1).
Aryana, I. G. P. S. (2021). Sarkopenia pada lansia: Problem diagnosis dan tatalaksana. Penerbit Panuduh Atma Waras.
Cano-García, L., Manrique-Arija, S., Domínguez-Quesada, C., Vacas-Pérez, J. C., Armenteros-Ortiz, P. J., Ruiz-Vilchez, D., et al. (2023). Sarcopenia and nutrition in elderly rheumatoid arthritis patients: A cross-sectional study to determine prevalence and risk factors. Nutrients, 15(11), 2440.
Carolina, P., Tarigan, Y. U., Novita, B., Indrini, D., Yangan, E. P., et al. (2019). Dosen Program.
Chen, L. K. (2024). Sarcopenia in the era of precision health: Toward personalized interventions for healthy longevity. Journal of the Chinese Medical Association, 87(11), 980–987.
Chen, L. K., Woo, J., Assantachai, P., Auyeung, T. W., Chou, M. Y., Iijima, K., et al. (2019). Asian Working Group for Sarcopenia: 2019 consensus update on sarcopenia diagnosis and treatment.
Cho, M. R., Lee, S., & Song, S. K. (2022). A review of sarcopenia pathophysiology, diagnosis, treatment and future direction. Journal of Korean Medical Science, 37(18).
Dhillon, R. J. S., & Hasni, S. (2017). Pathogenesis and management of sarcopenia. Clinics in Geriatric Medicine.
Izzati, W., Eriska, D., & Kurniawati, D. (2023). Hubungan diabetes melitus dengan kejadian sarcopenia pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Jurnal Ners, 7(1), 7–12.
Karin, V. K. (2021). Analisis faktor determinan status gizi lansia perempuan di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pucang Gading Semarang. Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Kurniawan, M. R. A., Riviati, N., Prananjaya, B. A., Reagan, M., & Aini, S. (n.d.). Sarcopenia in elderly patients: What are the contributing risk factors. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Liguori, I., Russo, G., Aran, L., Bulli, G., Curcio, F., & Della-Morte, D. (2018). Sarcopenia: Assessment of disease burden and strategies to improve outcomes. Clinical Interventions in Aging.
McCartney, G., Dickie, E., Escobar, O., & Collins, C. (2021). Health inequalities, fundamental causes and power: Towards the practice of good theory. Sociology of Health & Illness, 43(1), 20–39.
Ojoghoro, J. O., Scrimshaw, M. D., & Sumpter, J. P. (2021). Steroid hormones in the aquatic environment. Science of the Total Environment, 792.
Pham, L. A. T., Nguyen, B. T., Huynh, D. T., Nguyen, B. M. L. T., Tran, P. A. N., Vo, T. V., et al. (2024). Community-based prevalence and associated factors of sarcopenia in the Vietnamese elderly. Scientific Reports, 14(17).
Priyadarsini, L. (2024). Empowering through knowledge the significance of health education. Health Science Journal, 18(4), 1125. https://www.itmedicalteam.pl/health-science.html
Riskyana, C. D., & Kumala, M. (2023). Status gizi lansia Panti Werdha Hana dan Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan dengan MNA dan IMT. Ebers Papyrus, 29(1).
Sazlina, S. G., Lee, P. Y., Chan, Y. M., Hamid, M. S. A., & Tan, N. C. (2020). The prevalence and factors associated with sarcopenia among community living elderly with type 2 diabetes mellitus in primary care clinics in Malaysia. PLoS One, 15(5), e0233299.
Setiati, S., Alwi, I., Sudoyo, A. W., Simadibrata, M. K., Setiyohadi, B., & Syam, A. F. (2014). Ilmu Penyakit Dalam (6th ed., Vol. 3). Interna Publishing.
Setiawan, A., Budiatmodjo, E., Ramadani, K. D., & Sari, N. R. (2015). Statistik penduduk lanjut usia. Badan Pusat Statistik.
Setiorini, A. (2021). Sarkopenia dan risiko jatuh pada pasien geriatri. Muhammadiyah Journal of Geriatric, 2(1).
Suhada, P. D., Widyastuti, N., Candra, A., & Syauqy, A. (n.d.). Korelasi aktivitas fisik dan persen lemak tubuh dengan indikator sarkopenia. IAGIKMI & Universitas Airlangga.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. (1998).
Vitriana, Defi, I. R., Nugraha, G. I., & Setiabudiawan, B. (2016). Prevalensi sarkopenia pada lansia di komunitas (community dwelling) berdasarkan dua nilai cut-off parameter diagnosis. MKB, 48(3).
Wardhana, D. M., Widajanti, N., & Ichwani, J. (2019). Association of comprehensive geriatric assessments component and sarcopenia in elderly. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 6(4).
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.20818
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



