Karakteristik Habitat Perkembangbiakan Nyamuk Anopheles Sp. Sebagai Vektor Malaria Di Desa Cilimus Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran

Lisda Ageng Pratiwi, Devita Febriani Putri, Tusy Triwahyuni, Elitha Martharina Utari

Sari


Malaria merupakan masalah kesehatan yang masih signifikan dan termasuk penyakit parasit tropis penting di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat endemisitas malaria yang relatif tinggi. Kondisi lingkungan fisik, kimia, dan biologi berperan penting dalam menentukan keberadaan habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. sebagai vektor malaria di Desa Cilimus tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengamatan dilakukan pada empat titik habitat yang ditentukan secara purposive sampling, meliputi kolam, genangan air, tepi sungai, dan selokan. Data dikumpulkan melalui survei langsung terhadap karakteristik fisik, kimia, dan biologi habitat serta kepadatan larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air berkisar antara 27–28°C dengan kedalaman 9,5–60 cm, pH air 6–7, dan salinitas 0‰. Secara biologis, habitat didominasi oleh tumbuhan air seperti lumut (Bryophyta) dan alga (Spirogyra sp.) serta fauna air berupa serangga air (Gerris sp.). Kepadatan larva tertinggi ditemukan pada habitat kolam sebesar 1,6 ekor/cidukan, diikuti genangan air sebesar 0,6 ekor/cidukan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa karakteristik habitat perkembangbiakan Anopheles sp. di Desa Cilimus berpotensi mendukung perkembangan larva nyamuk. Temuan ini memiliki implikasi praktis sebagai dasar penentuan lokasi prioritas pengendalian vektor malaria, khususnya melalui pengelolaan lingkungan dan eliminasi habitat perindukan yang berisiko.


Kata Kunci


Anopheles Sp; Biologi; Desa Cilimus; Habitat Perkembangbiakan; Karakteristik Fisik; Kimia; Malaria

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arsin, A. A. (2012). Malaria di Indonesia: Tinjauan aspek epidemiologi. Makassar: Masagena Press.

Firmansyah, F., dkk. (2019). Korelasi karakteristik ekologi tempat perindukan vektor malaria dengan kepadatan larva Anopheles spp. di Desa Hanura Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Jurnal

Kedokteran Malahayati, 7(2), 1–19.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pengendalian faktor risiko malaria. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kemenkes RI.

Mahdalena, V., Suryaningtyas, N. H., & Ni’mah, T. (2016). Ekologi habitat perkembangbiakan Anopheles spp. di Desa Simpang Empat, Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 14(4), 342–349. https://doi.org/10.22435/jek.v14i4.4713.342-349

Mandasari, V. (2012). Karakteristik habitat potensial larva nyamuk Anopheles dan hubungannya dengan kejadian malaria di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Skripsi).

Mayasari, R., dkk. (2020). Karakteristik distribusi dan habitat Anopheles spp. di Kelurahan Kemelak Bindung Langit, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 69–78.

Ndiki, H. T. G., Adu, A. A., & Limbu, R. (2020). Survei jentik nyamuk Anopheles di Desa Maukeli Kecamatan Mauponggo. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1).

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang eliminasi malaria. Berita Negara Republik Indonesia, 151(2), 10–17.

Sandy, S., Sasto, I. H. S., & Wike, I. (2017). Survei entomologi Anopheles spp. di Kampung Bikar dan Kampung Kwoor Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 19–26.

Sari, B. L., & Porusia, M. (2023). Kajian literatur karakteristik perindukan jentik nyamuk Anopheles spp. International Journal of Advanced Engineering Research and Science (IJAERS), 2(7). https://eprints.ums.ac.id/id/eprint/112195

Setyaningrum, E. (2020). Mengenal malaria dan vektornya. Journal of Global Environmental Epidemiology (GEEJ).

Sillehu, S., & Utami, T. N. (2018). Pengenalan diagnosis malaria. Kediri: Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES).

Sudirman, R., Bachtiar, I., & Permayasa, N. (2022). Distribusi dan karakteristik habitat perkembangbiakan larva Anopheles di wilayah kerja Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan. Jurnal Education, 10(2), 155–159.

https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/download/3564/2384

Sugiarti, S., dkk. (2020). The physical, chemical, and biological characteristics of Anopheles sp. potential breeding places in Puskesmas Hanura working area. Medula, 10, 272–277.

Susana, D. (2011). Dinamika penularan malaria. Jakarta: UI-Press.

Umulia, W., & Siwiendrayanti, A. (2023). Faktor lingkungan dan dinamika penularan malaria. Jurnal Sosial dan Sains, 3(2), 148–167.

World Health Organization. (1975). Manual on practical entomology in malaria. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). World malaria report 2023. Geneva: WHO. https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2023

Windyaraini, D. H., dkk. (2020). Identification of Culicidae family diversity as vector control management and mosquito-borne disease prevention in Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 1–9. https://doi.org/10.20473/jkl.v12i1.2020.1-9

Zamil, N. N. A., Amirus, K., & Perdana, A. A. (2021). Karakteristik habitat lingkungan terhadap kepadatan larva Anopheles spp. Gorontalo Journal of Health and Science Community, 5(1), 229–242. https://doi.org/10.35971/gojhes.v5i1.10266




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i12.21001

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.