Perbedaan Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Menggunakanhomogenisasi Sekunder Antara Teknik Inversi 10 Kali Denganangka Delapan
Sari
Homogenisasi primer dilakukan segera setelah darah masuk ke tabung untuk mencampur darah dengan antikoagulan. Sampel yang ditunda pemeriksaannya sering mengalami pengendapan, sehingga memerlukan homogenisasi sekunder. Penelitian ini membandingkan hasil kadar hemoglobin pada homogenisasi sekunder dengan teknik inversi 10 kali versus membentuk angka delapan. Penelitian menerapkan desain true experimental dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 16 mahasiswi angkatan 2021 jurusan D-IV Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dipilih secara random sampling. Analisis data menggunakan uji independent samples t-test. Rata-rata hemoglobin dengan teknik angka delapan mencapai 13,48 g/dL, sedangkan teknik inversi 10 kali 13,43 g/dL, dengan nilai p=0,835 (>0,05). Simpulan: Kedua teknik homogenisasi sekunder menghasilkan kadar hemoglobin yang setara, sehingga laboran dapat memilih salah satu teknik homogenisasi selama dilakukan dengan prosedur yang benar.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Aliviameita, A., Puspitasari, Primastuti, Y. P., & Batis, A. (2024). Optimization of Complete Blood Count Results with Variations in Specimen Handling and Whole Blood Secondary Homogenization Techniques. Jurnal Kesehatan, 15(2), 319–324.
Alshaghdali, K., Alcantara, T. Y., Rezgui, R., Cruz, C. P., Alshammary, M. H., Almotairi, Y. A., & Alcantara, J. C. (2022). Detecting Preanalytical Errors Using Quality Indicators in a Hematology Laboratory. Quality Management in Health Care, 31(3), 176–183. https://doi.org/10.1097/QMH.0000000000000343
Anggraini, E., Sebayang, R., & Hutabarat, M. S. H. (2023). Perbedaan Jumlah Trombosit Pada Sampel Darah Yang Dihomogenisasi Sekunder Secara Inversi 2 Kali Dan 8 Kali Setelah Didiamkan Selama 30 Menit Dengan Hematology Analyzer. Jurnal Laboratorium Prima (JLP), 1(1), 38–49.
Aziizah, N., Astuti, T. D., & Ratih, W. U. (2025). Perbedaan Teknik Homogenisasi Inversi 10 Kali, Teknik Angka Delapan Dan Blood Roller Mixer Terhadap Jumlah Trombosit Pada Alat Hematology Analayzer. Jurnal Medika Malahayati, 9(1), 59–66.
Ch, L. S., Haiti, M., & Ramadani, U. R. (2022). Homogenisasi Sekunder 4, 8 kali dan Tanpa Homogenisasi Sekunder Pada pemeriksaan Trombosit. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan, 12(24), 49–53.
Fadillah, N., Afriansyah, M. A., Sukeksi, A., & Santosa, B. (2023). Efek Homogenisasi Spesimen Darah Metode Inversi Terhadap Nilai Hematokrit. Jurnal Analis Kesehatan, 12(1), 52–57. https://doi.org/10.26630/jak.v12i1.3714
Gunadi, V. I. ., Mewo, Y. M., & Tiho, M. (2016). Gambaran kadar hemoglobin pada pekerja bangunan. Jurnal E-Biomedik, 4(2). https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.14604
Haiti, M., Sinaga, H., & Ramadani, U. R. (2021). Jumlah Eritrosit Pada Anemia Remaja. Jurnal Masker Medika, 9(2), 499–503.
Hartina, Garini, A., & Tamizi, M. I. (2019). Perbandingan Teknik Homogenisasi Darah EDTA Dengan Teknik Inversi Dan Teknik Angka Delapan Terhadap Jumlah Trombosit. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 13(2), 150–153.
Jannah, M., Sebayang, R., & Hutabarat, M. S. H. (2023). Perbedaan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah yang Dihomogenisasi Sekunder Inversi 2 Kali dan 8 Kali Setelah Ditunda Selama 30 Menit dengan Hematology Analyzer. Jurnal Laboratorium Prima (JLP), 1(1), 31–37. https://journal.ukmc.ac.id/index.php/jlp/article/view/1052
Kusumawati, E., Lusiana, N., Mustika, I., Hidayati, S., & Andyarini, E. N. (2018). The Differences in the Result of Examination of Adolescent Hemoglobin Levels Using Sahli And Digital Methods (Easy Touch GCHb). Journal of Health Science and Prevention, 2(2), 95–99. https://doi.org/10.29080/jhsp.v2i2.128
Peraturan Menteri Kesehatan RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik.
Putri, A., Syuhada, Fitriani, D., & Kurniati, M. (2023). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hematologi Jumlah Hemoglobin Pada Sampel Darah Pasien Thalasemia Dengan Antikoagulan K2Edta Segera Dan Setelah Ditunda 4 Jam Post Sampling Di Rsud Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 10(7), 2389–2398. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i8.9697
Sebayang, R., Sinaga, H., & Hutabarat, M. S. (2021). Homogenisasi Sekunder Terhadap Kadar Hemoglobin. Jurnal Keperawatan Silampari, 5(1), 444–452.
Tama, S. P. (2021). Perbandingan Teknik Homogenisasi Darah EDTA Dengan Teknik Inversi Dan Teknik Angka Delapan Terhadap Kadar Hemoglobin. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan. Palembang.
Taufan, K., Astuti, T. D., & Martuti, S. (2024). Perbandingan Kadar Hemoglobin Pada Sampel Darah Dengan Homogenisasi Metode Inversi 10 Kali, Angka Delapan, Dan Blood Roller Mixer. Borneo Journal Of Medical Laboratory Technology (BJMLT), 7(1), 559–563.
Wijayati, R. P. W., & Ayuningtyas, D. (2021). Identifikasi Waste Tahap Pra Analitik dengan Pendekatan Lean Hospital di Laboratorium Patologi Klinik RS XYZ Depok Jawa Barat Tahun 2021. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(2), 102–112. https://doi.org/10.14710/jmki.9.2.2021.101-112
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i2.21554
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



