Analisis Penyebab Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Limiting Need Di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan

Iin Fatmawati, Samino Samino, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy, Dhiny Easter Yanti, Nova Muhani

Sari


Unmet need adalah kebutuhan akan keluarga berencana (KB) yang tidak terpenuhi. Ini merujuk pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu lebih dari dua tahun, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Menurut Satu Data Lampung, angka unmet need di Provinsi Lampung mencapai 9,30 % pada tahun 2024, dengan target penurunan ke 9,0 % di tahun 2025. Secara umum, unmet need di Lampung cukup moderat, walaupun tetap perlu usaha penurunan sesuai target 2025. meskipun masih terdapat titik-titik lokasi dengan tingkat sangat tinggi ini menunjukkan kebutuhan intervensi lebih intensif pada wilayah spesifik. Intervensi efektif dapat berupa peningkatan informasi KB, akses layanan, mitigasi efek samping, dan peran suami sebagai pendukung. Tujuan penelitan mengetahui analisis penyebab unmet need keluarga berencana pada pasangan usia subur (PUS) di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Tahun 2025.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Populasi adalah seluruh pelaku unmet need KB sebanyak 57 orang. Informan sebanyak 5 orang. Analisa data menggunakan deskriptif, dan teknik triangulasi.Pasangan usia subur tidak menggunakan KB karena menggunakan KB suntik mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, kegemukan. Kb pil postinor mengalami perdarahan, dan menggunakn KB IUD benang terasa saat berhubungan suami istri. Pasangan usia subur mengatakan sepakat untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam, menggunakan metode senggama terputus, bersiap sedia agar sprema tidak keluar didalam saat berhubungan badan. Pasangan usia subur mengatakan cemas dan tidak nyaman, tidak puas saat dikeluarkan diluar. Pasangan usia subur melakukan unmenet need tidak didasarkan faktor keluarga, ekonomi, agama dan budaya. Diharapkan untuk menjadi pendamping bagi PUS yang belum ber-KB atau unmet need dalam rangka menyukseskan program Kampung KB.


Kata Kunci


Keluarga Berencana; Pasangan Usia Subur; Unmet Need

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adiesti. (2020). Kontrasepsi hormonal dan efek sampingnya terhadap kesehatan reproduksi.

Andini, W. S., Karyus, A., Pramudho, K., & Budiati, E. (2023). Determinan penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) oleh akseptor metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(4), 1209–1232.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2019). Pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi bagi pasangan usia subur.

Bagas, J., & Ulep, V. G. T. (2022). National multisectoral governance challenges of implementing the Philippines’ reproductive health law. Health Policy and Planning, 37(2), 269–280.

Daryanti, E., Nurdianti, R., Sulastri, M., Aguspita, H., Sugiharti, M., Wahyudi, D., & Rahmadiana, A. (2025). Penurunan angka unmet need melalui program Malika. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(4), 1887–1901.

Hanafi. (2015). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Kementerian Kesehatan RI. (2012). Profil kesehatan Indonesia: Kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.

Mutmainna. (2017). Perbedaan pengaruh penggunaan alat kontrasepsi IUD dan suntik terhadap siklus haid perempuan di Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.

Muzdalifah. (2008). Kegagalan kontrasepsi dan kehamilan tidak diinginkan.

Nabila, A., Susanti, R., & Ismail, A. (2022). Unmet need di Indonesia (Analisis data SDKI, SKAP, dan SUSENAS 2017–2020). Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Indonesia, 9(1), 13–26.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurdini, L., Anggraeni, L., Sekarrini, L., Mahmud, P. E., & Prasetyo, S. (2024). Intervention model in reducing unmet need for contraception. Healthcare in Low-resource Settings.

Priyanti, I., & Syalfina, S. (2017). Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

Putro, D. A., & Listyaningsih, U. (2017). Unmet need KB di daerah perkotaan dan perdesaan. Jurnal Bumi Indonesia, 6(4).

Rahayu, A., Suharsih, S., & Julianto, E. A. (2022). Determinants of unmet need for family planning. Economics and Business Quarterly Reviews, 5(3).

Ratna, & Irdayanti. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need pada PUS.

Sarlis, N. (2019). Faktor yang berhubungan dengan unmet need pada ibu non akseptor. Jurnal Endurance, 4(2), 272–281.

Siiregar. (2019). Faktor yang berhubungan dengan kejadian unmet need pada PUS.

Statistik, B. (2014). Indikator kesehatan reproduksi Indonesia.

Sugandini, W., Erawati, N. K., & Mertasari, L. (2023). Efektivitas teknik konseling terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora, 7(1), 13–23.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumiyati. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi unmet need.

Tulungen. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi tradisional.

WHO. (2020). Family planning/contraception fact sheet.

World Health Organization. (2020). World health statistics 2020.

Yusuf, S., et al. (2015). Psikologi keperawatan: Kecemasan dan respons individu.

Zia, H. K. (2019). Hubungan pendidikan, tempat tinggal, dan PLKB terhadap unmet need. The Indonesian Journal of Public Health, 14(2), 150.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i4.22605

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.