Karakteristik Pasien Peritonitis Akibat Apendisitis Perforasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Tahun 2022-2024
Sari
Peritonitis akibat apendisitis perforasi merupakan salah satu komplikasi berat dari apendisitis akut yang dapat menyebabkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien peritonitis akibat apendisitis perforasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode tahun 2022–2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 65 pasien yang diteliti, kelompok usia terbanyak adalah usia dewasa (19–59 tahun) sebesar 68%, dengan jenis kelamin laki-laki mendominasi sebanyak 60%. Gejala klinis yang paling sering ditemukan meliputi mual dan muntah (76%), demam (66%), nyeri di seluruh kuadran abdomen (58%), serta anoreksia (61%). Sebagian besar pasien mengalami leukositosis berat sebanyak 59% dan peningkatan rasio neutrofil-limfosit (RNL) >5 sebesar 80%, yang mengindikasikan adanya infeksi berat. Risiko komplikasi sepsis hanya terjadi pada 12% pasien selama masa perawatan
Kata Kunci
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Akbar, I. (2018). Analisis nilai qSOFA (Quick Sequential Organ Failure Assessment) dan faktor lain yang berhubungan dengan mortalitas pasien sepsis di Instalasi Gawat Darurat di RSUD Jombang.
Arifuddin, A., Salmawati, L., & Prasetyo, A. (2017). Faktor risiko kejadian appendisitis di bagian rawat inap Rumah Sakit Umum Anuputra Palu. Jurnal Preventif, 1–58.
Atikasari, H., Susetyowati, & Makhmudi. (2015). Hubungan kebiasaan makan dan status gizi terhadap kejadian appendisitis pada anak di Yogyakarta. Sari Pediatri, 95–100.
Balogun, O., Osinowo, A., Afolayan, M., Olajide, T., Lawal, A., & Adesanya, A. (2019). Acute perforated appendicitis in adults: Management and complications in Lagos, Nigeria. Annals of African Medicine, 18(1), 36–41. https://doi.org/10.4103/aam.aam_11_18
Christian, D. P., Suwedagatha, I. G., Golden, N., & Wiargitha, I. K. (2017). Validitas rasio neutrofil–limfosit pada apendisitis komplikata di RSUP Sanglah Denpasar. Jurnal Bedah Nasional, 1.
Deyan Sofiana, B., Hidayat, F., & Anwar, M. (2022). Karakteristik
penderita peritonitis di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Kieraha Medical Journal, 4.
Erianto, M., Fitriyani, N., Siswandi, A., & Putri, A. (2020). Perforasi pada Penderita Apendisitis Di RSUD DR.H.Abdul Moeloek Lampung. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada.
Mirantika, N., Danial, & Suprapto, B. (2021). Hubungan antara usia, lama keluhan nyeri abdomen, nilai leukosit, dan rasio neutrofil–limfosit dengan kejadian apendisitis akut perforasi di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Sains dan Kesehatan, 3, 582–583.
Prasad, N., & Reddy, K. (2016). A study of acute peritonitis: evaluation of its mortality and morbidity. International Surgery Journal.
Purnamasari, Irsandy Syahruddin, F., Millaty Dirgahayu, A., & Iskandar, D. (2023). Karakteristik Klinis Penderita Apendisitis. UMI Medical Journal (Vol. 8, Nomor 2).
Putra, C., & Suryana, S. N. (2020). Gambaran prediktor perforasi pada penderita apendisitis di Rumah Sakit Umum Ari Canti Gianyar, Bali, Indonesia tahun 2018. Intisari Sains Medis.
Putra, H., Wahid, T., & Fidiawati, W. (2015). Hubungan nyeri perut dengan tingkat keparahan appendisitis akut anak berdasarkan klasifikasi Cloud di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. JOM FK.
Rosales, C., Lowell, C. A., Schnoor, M., & Uribe-Querol, E. (2017). Neutrophils: Their role in innate and adaptive immunity 2017. Journal of Immunology Research (Vol. 2017). https://doi.org/10.1155/2017/9748345
Sarosi, G. (2016). Appendicitis. In Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease. Elsevier Clinical Key.
Sayuti, M. (2020). Karakteristik peritonitis perforasi organ berongga di RSUD Cut Meutia Aceh Utara. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh.
Sesa, W. C., & Sabir, M. (2016). Perbandingan antara suhu tubuh, kadar leukosit, dan platelet distribution width (PDW) pada apendisitis akut dan apendisitis perforasi di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu tahun 2014. Jurnal Kesehatan Tadulako, 2.
Sherwood, L. (2018). Fisiologi manusia dari sel ke sistem (Edisi ke-9).
DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i7.23936
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc4.footer##
Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
_JIKK_2024-2.pdf_.png)

1.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)



