Hubungan Lama Menjalani Hemodialisis dengan Kadar Eritrosit pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis di RS Bintang Amin

Adella Safita Meylany, Zulhafis Mandala, Ratna Purwaningrum, Rina Kriswiastiny

Sari


Penyakit ginjal kronis adalah keadaan fungsi ginjal menurun dan terjadi kerusakan organ yang berlangsung selama minimal tiga bulan pada hemodialisis jangka panjang dapat menyebabkan sedikit pengenceran darah yang berdampak pada penurunan kadar eritrosit. Penelitian ini bertujuan menilai apakah durasi hemodialisis kurang dari satu tahun atau lebih dari satu tahun berpengaruh terhadap kadar eritrosit pada pasien PGK di RS Bintang Amin tahun 2024–2025, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 85 pasien menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,7% pasien menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun dan 35,3% kurang dari satu tahun, dengan mayoritas responden (96,5%) memiliki kadar eritrosit rendah. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,283, sehingga tidak ada hubungan signifikan antara durasi hemodialisis dan kadar eritrosit. Dengan demikian, penurunan kadar eritrosit terjadi pada kedua kelompok, baik yang menjalani hemodialisis kurang maupun lebih dari satu tahun.


Kata Kunci


Durasi Hemodialisis; Kadar Eritrosit; Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aditama, D., Kusumajaya, I., & F. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronis. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(1), 109–120.

Afriansyah, F., et al. (2021). Perbedaan darah segera diperiksa, dilakukan penyimpanan pada suhu 20°C–25°C dan 4°C–8°C selama 6 jam terhadap jumlah eritrosit. Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science (JoIMedLabS), 2(2), 108–114. https://doi.org/10.53699/joimedlabs.v2i2.51

Alfikrie, F. et al. (2022) ‘Hubungan Antara Durasi Hemodialisis Dengan Kejadian Hipotensi Pasien Gagal Ginjal Kronis’, Khatulistiwa Nursing Journal (KNJ), 4(1), pp. 19–24. Available at: https://doi.org/10.53399/knj.v4i0.paperID.

Ammirati, A. (2020) ‘Chronic Kidney Disease’, Revista da Associação Médica Brasileira, 66(Suppl. 1), pp. s03–s09. Available at: https://doi.org/10.1590/1806-9282.66.S1.3.

Arifin Noor, M. et al. (2023) ‘Pengaruh Kombinasi Ankle Pump Exercise dan Elevasi Kaki 30° terhadap Edema Kaki pada Pasien CKD’, Jurnal Keperawatan Sisthana, 8(1), pp. 25–36. Available at: https://doi.org/10.55606/sisthana.v8i1.225.

Aufa, M., et al. (2024). Hubungan frekuensi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Keperawatan Malang (JKM), 9(1), 89–99. https://doi.org/10.36916/jkm

Bagus, P., et al. (2024). Hubungan antara lama hemodialisis dengan Red Cell Distribution Width (RDW) pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut Dr. Ramelan Surabaya. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(9).

Cici Farhana Ambarwanty Mohtar, et al. (2021). Kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronis sesudah menjalani hemodialisa. Jurnal Sains dan Kesehatan, 5(2), 98–105. https://doi.org/10.57214/jusika.v5i2.547

Dwi Aridya, N., et al. (2023). The differences erythrocyte and hemoglobin levels of biology students and sports students Universitas Negeri Padang. Serambi Biologi, 8(1), 38–43.

Fatresia, W., et al. (2024). Perbedaan jumlah eritrosit sebelum dan sesudah hemodialisa pada pasien laki-laki dengan gagal ginjal kronik. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(5474), 1333–1336.

Gliselda, V.K. (2021) ‘Diagnosis dan Manajemen Penyakit Ginjal Kronis (PGK)’, Jurnal Medika Hutama, 2(4), pp. 1135–1141.

Guyton, A. C., & Hall, J. E. (2021). Textbook of Medical Physiology (14th ed.). Elsevier.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2020) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Available at: https://www.kemkes.go.id/id/pnpk-2023---tata-laksana-penyakit-

ginjal-kronik

Matsumura, K., et al. (2020). Shortened red blood cell age in patients with end-stage renal disease who were receiving haemodialysis: A cross-sectional study. BMC Nephrology, 21(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12882-020-02078-z

Murdeshwar, H.N. and Anjum, F. (2023) Hemodialysis. StatPearls Publishing. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563296/

Nopriani, N., Chrisanto, E. Y., & Kusumaningsih, D. (2024). Faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik pada pasien hemodialisa di RS Pertamina Bintang Amin Bandar Lampung.

Malahayati Nursing Journal, 6(5), 2127–2142.

https://doi.org/10.33024/mnj.v6i5.11781

Putri, H., Triharto, R., & Jamtoputri, J. A. (2023). Edukasi pengobatan pasien hemodialisa. Jurnal, 2(2), 21–25.

Rachmawati, D., & Mujito, M. (2023). Faktor risiko penderita chronic kidney disease di ruang rawat darurat medik dan bedah RSUD dr. Soedono Madiun. Journal of Borneo Holistic Health, 6(2). https://doi.org/10.35334/borticalth.v6i2.4303

Satyanarayana, R. V., & Aeddula, N. R. (2024). Penyakit ginjal kronis. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535404

Veriyallia, V., Maramis, G. N., & Abdulloh, A. A. G. (2025). Lama hemodialisis dan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis dengan pendekatan Adaptasi Roy. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 291. https://doi.org/10.33757/jik.v9i1.1311




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i7.24072

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.