Pengaruh Ekstrak Sawo Manila (Manilkara zapota) Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Pada Tikus (Strain Wistar) Yang Diinduksi Inflamasi Hepar

Fatima Zahra SR, Shulhana Mokhtar, Asrini Safitri, Aryanti R Bamachry, Arina Fathiyyah Arifin

Sari


Penyakit hepar akibat konsumsi alkohol merupakan masalah kesehatan global dengan mortalitas tinggi. Sawo manila (Manilkara zapota) secara tradisional digunakan sebagai hepatoprotektor, namun bukti histopatologis efeknya terhadap kerusakan hepar akibat etanol masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ekstrak buah sawo manila terhadap gambaran histopatologi hepar tikus Wistar yang diinduksi etanol, mencakup parameter inflamasi, degenerasi, dan nekrosis. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan eksperimen laboratoris dengan desain post-test only control group pada 20 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok sehat, kontrol negatif (etanol + Na-CMC), serta kelompok perlakuan ekstrak sawo manila dosis 300 dan 500 mg/kgBB selama 3 hari. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi. Jaringan hepar dinilai menggunakan skoring Knodell–Klopfleisch termodifikasi pada preparat HE, dan data dianalisis dengan uji Shapiro–Wilk, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney (α = 0,05). Hasil: Uji fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung polifenol, tanin, dan flavonoid. Terdapat perbedaan bermakna derajat inflamasi, degenerasi, dan nekrosis antara kelompok sehat dan kontrol negatif (p<0,05). Pemberian ekstrak dosis 500 mg/kgBB menurunkan derajat inflamasi secara signifikan dibandingkan kontrol negatif (p=0,008), namun tidak bermakna pada degenerasi dan nekrosis. Kelompok perlakuan dosis tinggi tidak berbeda signifikan dengan kelompok sehat pada semua parameter (p>0,05). Kesimpulan: Ekstrak buah sawo manila dosis 500 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif dengan menurunkan derajat inflamasi hepar tikus yang diinduksi etanol, menunjukkan potensi sebagai terapi adjuvan penyakit hepar terkait alkohol.


Kata Kunci


Manilkara zapota; Hepatoprotektor; Histopatologi hepar; Etanol; Inflamasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alrashood, S. T., Al-Asmari, A. K., Alotaibi, A. K., Manthiri, R. A., Rafatullah, S., Hasanato, R. M., Khan, H. A., Ibrahim, K. E., & Wali, A. F. (2020). Protective effect of lyophilized sapodilla (Manilkara zapota) fruit extract against CCl4-induced liver damage in rats. Saudi Journal of Biological Sciences, 27(9), 2373–2379. https://doi.org/10.1016/j.sjbs.2020.05.010

Assagaf, A. S. H., Nursamsiar, & Gani, S. A. (2019). Total flavonoids contain of leaves of sapodilla (Manilkara zapota L.). Journal of Pharmaceutical and Medicinal Sciences, 4(2), 51–54.

Budiarto, R., Dwinanda, S. R., Pakpahan, H. A., Komala, M., & Yusti, Y. (2023). A review of sapodilla beneficial use, production status, and propagation technique. Kultivasi, 22(2), 192–199. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v22i2.44437

Gonibala, A. P., & Wati, A. (2021). Penentuan minimum dosis terapi dan minimum toksik ekstrak etanol buah sawo manila (Manilkara zapota (L.) P. Royen) sebagai hepatoprotektor pada tikus jantan. Jurnal Inovasi Kesehatan, 3(1).

Hanifah, L. N. (2023). Literature review: Factors affecting alcohol consumption and the impact of alcohol on health based on behavioral theory. Media Gizi Kesmas, 12(1), 453–462. https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.453-462

Idrus, H. H., Budu, B., & Mustamin, M. (2020). Pembuatan ekstrak metode maserasi dan skrining fitokimia (kualitatif) senyawa buah sawo manila (Achras zapota Linn) van Royen. Wal’afiat Hospital Journal, 1(1), 1–12. https://doi.org/10.33096/whj.v1i1.7

Konuku, K., Karri, K. C., Gopalakrishnan, V. K., Hagos, Z., Kebede, H., Naidu, T. K., Noyola, P. P., Palleti, J. D., & Duddukuri, G. R. (2017). Anti-inflammatory activity of Manilkara zapota leaf extract. International Journal of Current Pharmaceutical Research, 9(4), 130–134. https://doi.org/10.22159/ijcpr.2017v9i4.20977

Kumontoy, G. D., Deeng, D., & Mulianti, T. (2023). Pemanfaatan tanaman herbal sebagai obat tradisional untuk kesehatan masyarakat di Desa Guaan Kecamatan Mooat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Holistik, 16(3), 1–16.

Leelarungrayub, J., Sriboonreung, T., Pothasak, Y., Kaju, J., & Puntumetakul, R. (2019). Anti-oxidant and anti-inflammatory activities of Manilkara zapota (sapodilla) in vitro and efficiency in healthy elderly persons. Biomedical Journal of Scientific & Technical Research, 15(2), 11294–11308.

https://doi.org/10.26717/BJSTR.2019.15.002684

Rijal, S. (2017). Pengaruh ekstrak minyak jintan hitam (Nigella sativa) terhadap mukosa lambung mencit (Mus musculus) yang diinduksi etanol 80%. UMI Medical Journal, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.33096/umj.v2i1.11

Sukiman, I., Syarifuddin, & Willem, I. (2019). Analisis faktor-faktor konsumsi minuman keras (tuak pahit) pada remaja di Desa Buntu Tabang Kecamatan Gandasil Kabupaten Tana Toraja. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 2(3), 343–353.

https://doi.org/10.31850/makes.v2i3.177

Suliasih, B. A., & Mun’im, A. (2022). Review: Potensi dan masalah dalam pengembangan kemandirian bahan baku obat tradisional di Indonesia. Chemistry and Materials, 1(1), 28–33.




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i8.24256

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.