Laporan Kasus: Dermatitis Kontak Iritan pada Radiografer Rumah Sakit (Pendekatan 7 langkah Diagnosis Okupasi)

Wening Tri Mawanti, Nindya Adhavirany Rahmanissa

Sari


Dermatitis kontak iritan merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada tenaga kesehatan akibat pajanan bahan kimia, aktivitas wet work, serta penggunaan alat pelindung diri yang berkepanjangan. Penentuan hubungan kausal antara penyakit dan pekerjaan memerlukan pendekatan diagnosis okupasi yang sistematis. Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif analitik laporan kasus pada seorang pekerja dengan keluhan kulit yang diduga berhubungan dengan pekerjaan. Analisis dilakukan berdasarkan 7 langkah diagnosis okupasi, meliputi penegakan diagnosis klinis, identifikasi pajanan bahaya potensial di tempat kerja, analisis hubungan pajanan dan diagnosis klinis, penilaian kecukupan pajanan, faktor individu dan faktor pajanan di luar pekerjaan serta penetapan diagnosis okupasi. Data diperoleh dari anamnesis klinis dan okupasi, pemeriksaan fisik serta rekam medis. Seorang perempuan usia 25 tahun bekerja sebagai radiografer rumah sakit mengeluhkan gatal, kulit kering, dan lenting pada punggung kedua tangan sejak 8 bulan, memberat saat bekerja. Pemeriksaan fisik menunjukkan eritema multipel disertai skuama dan likenifikasi. Analisis menunjukkan adanya hubungan antara dermatitis kontak iritan dengan pajanan pekerjaan berupa penggunaan sabun cuci tangan dengan kandungan Sodium lauryl ether sulfate konsentrasi tinggi, paparan media kontras berbasis yodium, serta aktivitas wet work berulang. Faktor individu dan pajanan di luar pekerjaan turut berperan sebagai faktor pendukung. Dermatitis kontak iritan pada kasus ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan. Pendekatan 7 langkah diagnosis okupasi efektif dalam menilai hubungan kausal antara penyakit dan faktor pekerjaan.


Kata Kunci


Dermatitis Kontak Iritan; Radiografer; Diagnosis Okupasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Brockow, K., Garvey, L. H., Aberer, W., Atanaskovic-Markovic, M., Barbaud, A., Bilo, M. B., Bircher, A., Blanca, M., Bonadonna, B., Campi, P., Castro, E., Ciranò, M., Demoly, P., Grosber, M., Gooi, J., Lombardo, C., Maberly, J., Mosbech, H., Opstrup, M. S., & Romano, A. (2013). Skin test concentrations for systemically administered drugs – an ENDA/EAACI Drug Allergy Interest Group position paper. Allergy, 68(6), 702–712. https://doi.org/10.1111/all.12142

Beiu, C., Mihai, M., Popa, L., Cima, L., & Popescu, M. N. (2020). Frequent hand washing for COVID-19 prevention can cause hand dermatitis: Management tips. Cureus, 12(4), e7506. https://doi.org/10.7759/cureus.7506

Diepgen TL, Andersen KE, Brandão FM, Bruze M, Bruynzeel DP, Frosch PJ, et al. Occupational skin diseases: prevention and management. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2020;34(Suppl 1):1–6.

European Agency for Safety and Health at Work. (2014). Work-related diseases. Publications Office of the European Union.

F. Larese Filon et.al.Incidence of occupational contact dermatitis in healthcareworkers: a systematic review. J Eur Acad Dermatol Venereol. 2021 Feb 12;35(6):1285–1289. doi: 10.1111/jdv.17096.

Immaculate, J. C., & Lakshaya, P. (2025). Revealing the hidden dangers of sodium lauryl sulfate: Health impacts, toxicity and diagnostic perspectives. Asian Journal of Research in Medical and Pharmaceutical Sciences, 14(4), 18–27.

https://doi.org/10.9734/ajrimps/2025/v14i4344

International Labour Organization. (2010). List of occupational diseases (revised 2010): Identification and recognition of occupational diseases.

International Labour Organization. (2011). ILO encyclopaedia of occupational health and safety.

Jain A, Chander R, Mendiratta V. Contact dermatitis in nurses and paramedicals in a tertiary care hospital of northern India. Indian J Dermatol Venereol Leprol. 2010; 76(5): 566–7

Kampf G, Löffler H. Prevention of irritant contact dermatitis among healthcare workers by optimizing hand hygiene practices. Curr Opin Infect Dis. 2021;34(4):343–9.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja.

Kim, B. E., & Leung, D. Y. M. (2018). Significance of skin barrier dysfunction in atopic dermatitis. Allergy, Asthma & Immunology Research, 10(3), 207–215. https://doi.org/10.4168/aair.2018.10.3.207

Lan J, et al., Skin damage among health care workers managing coronavirus disease 2019. J.Am Acad Dermatol. 2020; 82(5): 1215–6.

Montero-Vilchez, T., Cuenca-Barrales, C., Martinez-Lopez, A., Molina-Leyva, A., & Arias-Santiago, S. (2022). Skin barrier damage due to hand hygiene in healthcare workers during the COVID-19 pandemic: A prospective observational study. Contact Dermatitis, 87(4), 337–346. https://doi.org/10.1111/cod.14175

Nicholson PJ, Llewellyn D, English JSC. Evidence-based guidelines for the prevention of occupational contact dermatitis. Occup Med (Lond). 2020;70(6):406–14.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia. (2017). Pedoman diagnosis penyakit akibat kerja dalam praktik kedokteran okupasi.

Sustiawati, S., Hapsari, I., & Putri, I. N. (2021). The effects of handwashing habits on health protocols on skin hydration levels and incidence of irritant contact dermatitis. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 7(1), 52–58. https://doi.org/10.31603/pharmacy.v7i1.4667

World Health Organization. (2006). Occupational health: Health workers.

World Health Organization & International Labour Organization. (2021). WHO/ILO joint estimates of the work-related burden of disease and injury.

Zaman, M. Z., Syarifuddin, A., Fasya, A. H. Z., & Adriansyah, A. A. (2022). Literature review: Jenis penyakit akibat kerja, penyebabnya dan mekanisme penyebaran dalam industri. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 10(4), 511–517. https://doi.org/10.14710/jkm.v10i4.35275




DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v13i2.24696

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc4.footer##

Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Lampung



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.