Analisis Asuhan Keperawatan dengan Intervensi Penggunaan Polyurethane Foam sebagai Balutan Sekunder Pada Fase Proliferasi Pada Pasien Tn. M, Ny. N dan Ny. E dengan Ulkus Dekubitus di Wocare Center Kota Bogor

Imas Ganda Sari* -  Universitas Nasional, Indonesia
Naziyah Naziyah -  , Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRAK

 

Ulkus dekubitus merupakan suatu keadaan dimana ada kerusakan jaringan setempat atau luka yang diakibatkan oleh tekanan dari luar yang berlebihan, dan pada umumnya terjadi pada pasien yang menderita penyakit kronik yang sering berbaring lama di tempat tidur. Masalah keperawatan utama yang ditemukan pada saat pengkajian terhadap pasien Tn. M, Ny. N dan Ny. E adalah gangguan intergritas kulit/jaringan, yang dibuktikan dengan adanya data subjektif dan objektif pada gejala dan tanda mayor berupa adanya ulkus dekubitus. Menganalisis asuhan keperawatan dengan intervensi penggunaan Polyurethane foam sebagai balutan sekunder pada fase proliferasi pada pasien dengan ulkus dekubitus.  Studi kasus dengan menganalisis penggunaan polyurethane foam sebagai balutan sekunder pada pasien dengan ulkus dekubitus di Wocare Center Bogor. Berdasarkan case study yang telah dilakukan penulis menyimpulkan bahwa polyuretahne foam mampu membantu proses penyembuhan luka pada fase proliferasi dan epitalisasi menjadi lebih cepat dan dapat menurunkan produksi eksudat.

 

Kata Kunci: Polyurethane Foam, Fase Proliferasi, Ulkus Dekubitus

 

 

ABSTRACT

 

Decubitus ulcers are a condition where there is local tissue damage or injury caused by excessive external pressure, and generally occur in patients suffering from chronic illnesses who often lie in bed for a long time. The main nursing problem discovered during the assessment of Mr. M, Mrs. N and Mrs. E is a disturbance of skin/tissue integrity, as evidenced by subjective and objective data on major symptoms and signs in the form of decubitus ulcers. To analyze nursing care with interventions using polyurethane foam as a secondary dressing in the proliferation phase in patients with decubitus ulcers. Case study analyzing the use of polyurethane foam as a secondary dressing in patients with decubitus ulcers at the Wocare Center Bogor. Based on the case study that has been carried out, the author concludes that polyurethane foam is able to help the wound healing process in the proliferation and epithelial phases faster and can reduce exudate production.

 

Keywords: Polyurethane Foam, Proliferative Phase, Decubitus Ulcer

Supplement Files

Kata Kunci : Polyurethane Foam; Fase Proliferasi; Ulkus Dekubitus

  1. Arisanty, I. 2019. Menejemen Perawatan Luka. Egc. Jakarta
  2. Cook, L., Conde, E., Universitario, H., Leonor, I., Cutting, K., & Moffatt, C. (2019). International Consensus Document Implementing Timers : The Race Against Hard-To-Healwounds. March. Https://Doi.Org/10.12968/Jowc.2019.28.Sup3a.S1
  3. Cuestavargas, A. I. (2019). Prevention, Assessment, Diagnosis And Management Of Diabetic Foot Based On Clinical Practice Guidelines
  4. Damsir, Mattalatta, Muzakkir, Irnayanti, R. 2018. Analisis Manajemen Perawatan Luka Pada Kasus Luka Diabetik Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Rumah Sakit Arifin Nu’mang Kabupaten Sidrap. Windows Of Health: Jurnal Kesehatan, Vol.1 No. 2
  5. Depkes, Ri. (2017). Departemen Kesehatan Republik Indonesia
  6. Dithya Ema Maulidha, N. (2023). Analisis Intervensi Keperawatan Penggunaan Polyurethane Foam Sebagai Secondary Dressing Dan Terapi Ozone Bagging Pada Fase Proliferasi Pasien Ny. E Dan Tn. D Dengan Diagnosa Medis Diabetic Foot Ulcer Diklinik Wocare Kota Bogor. 6, 1268–1281.
  7. Dimantika, A., Sugiyarto, S., & Setyorini, Y. (2020). Perawatan Luka Diabetes Mellitus Menggunakan Teknik Modern Dressing. Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan, 9 (2), 160–172.
  8. Gitarja. 2008. Perawatan Luka Diabetes. Bogor: Wocare Publishing.
  9. Handayani, L. T. 2016. Studi Meta Analisis Perawatan Luka Kaki Diabetes Dengan Modern Dressing. The Indonesian Journal Of Health Science, 6 (2).
  10. Harris, C., Bates-Jensen, B., Parslow, N., Et Al., (2010). The Bates-Jensen Wound Assesment Tool (Bwat). The Journal Of Care Canada.
  11. Hess, C.T. 2008. Clinical Guide To Skin And Wound Care. Philadelphia : Lippincott. Piraino, F., &Selimovic, S. 2015. Current View Of Functional Biomaterials For Wound Care, Molecular And Cellular Therapies.Biomed Research International, 1 (1), 1-10.
  12. Hubrecht, R., & Kirkwood, J. 2010. The Ufaw Handbook On The Care And Management Of Laboratory Animals, Ed. 8. Usa : Willey Blackwell.
  13. Kartika, R. W. 2015. Perawatan Luka Kronis Dengan Modern Dressing. Perawatan Luka Kronis Dengan Modern Dressing, 42 (7). 546- 550.
  14. Kemenkes. (2020). Kementrian Kesehatan
  15. Khoiriyah, Z. (2018), Aplikasi Cswd Pada Tn. P Dengan Masalah Integritas Kulit Akibat Ulkus Dekubitus.
  16. Potter & Perry, (2012), Buku Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses Dan Praktik. Edisi 4, Jakarta: Egc
  17. Ppni. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi Dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Dpp Ppni.
  18. Ppni. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi Dan Kriteria Hasil Keperawatan (1st, Cetakan Ed.). Dpp Ppni.
  19. Riskesdas. 2018. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia
  20. Sari, Y. (2020), Asuhan Keperawatan Pada Klien Ulkus Dekubitus Dengan Masalah Integritas Kulit Dengan Penerapan Therapi Perawatan Luka Di Rsud Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2020.
  21. Subandar (2009). Ulkus Dekubitus. Medical Faculty- Sebelas Maret University In Surakarta (Internet). Surakarta : Uns Tersedia Dalam (Diakes 21 Agustus 2012).
  22. Suriadi. 2015. Pengkajian Luka Dan Penanganannya Edisi 1. Jakarta: Sagung Seto
  23. Tim Pokja Sdki Dpp Ppni. 2017. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.Edisi 1. Jakarta : Ppni
  24. Tim Pokja Slki Dpp Ppni. 2019. Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Edisi 1. Jakarta : Ppni
  25. Tim Pokja Siki Dpp Ppni. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Edisi 1. Jakarta : Ppni
  26. Weller, C., And Team, V. (2019). “Interactive Dressings And Their Role In Moist Wound Management,” In Advanced Textiles For Wound Care, 2nd Ed. Ed. S.
  27. Who. (2018). World Health Organization
  28. Wijaya, A.S Dan Putri, Y.M. 2018. Keperawatan Medikal Bedah 2, Keperawatan
  29. Dewasa Teori Dan Contoh Askep. Yogyakarta : Nuha Medika
  30. Wijaya, I. M. S., (2018), Perawatan Luka Dengan Pendekatan Multidisiplin, Andi (Anggota Ikapi), Yogyakarta.
  31. Wintoko, R., & Yadika, A. D. (2020). Manajemen Terkini Perawatan Luka. Jk Unila, 183-189.
  32. Wocare. (2022). Wocare Center. Https://Www.Wocare