Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pemantauan Harian Tumbuh Kembang Bayi Balita di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang

Tirza Vivianri Isabela Tabelak* -  Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
Adriana M.S Boimau -  Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
Adriana M.S Boimau -  Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
Yurisetiowaty Yurisetiowaty -  Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia
Yurisetiowaty Yurisetiowaty -  Poltekkes Kemenkes Kupang, Indonesia

ABSTRAK

 

Tumbuh kembang bayi dan balita yang sehat menjadi prioritas utama dalam menilai kesehatan dan kecerdasan anak. Tumbuh kembang terdiri dari fisik, intelektual dan emosional. Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak antara lain genetik, lingkungan dan perilaku. Di desa Oelnasi juga terdapat 4 buah posyandu; Tetapi kenyataannya masih banyak anak balita yang tidak datang ke Posyandu. Cakupan pelayanan balita hanya 60,7%. Data D/S Desa Oelnasi tahun 2021 sebesar 60,7%. Pemantauan tumbuh kembang bayi balita secara harian merupakan bentuk partisipasi ibu dalam keluarga untuk perawatan anak balita. Jika beban kerja rumah tangga sudah banyak bahkan berlebihan maka hal-hal lain termasuk pemantauan dan pengisian instrument harian pada buku KIA akan terabaikan. Ibu-ibu lebih cenderung melaksanakan pekerjaan pokok rumah tangga. Ibu yang memiliki bayi balita sebanyak 44 org yang di ikutkan dalam pendidikan dan pendampingan pemantauan tumbuh kembang anak 85% berusia 20-30 tahun. Pengetahuan ibu bayi balita  tentang tumbuh kembang bayi balita minim walaupun sudah dibekali dengan buku KIA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pendampingan pemantauan tumbuh kembang bayi balita. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu-ibu bayi balita terkait tumbuh kembang.    

 

Kata Kunci: Pendidikan, Pendampingan, Pemantauan Tumbuh Kembang, Bayi Balita

 

 

ABSTRACT

 

The healthy growth and development of babies and toddlers is a top priority in assessing children's health and intelligence. Growth and development consists of physical, intellectual and emotional. Factors that influence the growth and development of children include genetics, environment and behavior. In the village of Oelnasi there are also 4 posyandu; But in reality there are still many children under five who do not come to Posyandu. The service coverage for toddlers is only 60.7%. Oelnasi Village D/S data for 2021 is 60.7%. Monitoring the growth and development of toddlers on a daily basis is a form of mother's participation in the family for the care of toddlers. If the household workload is too much or even excessive then other things including monitoring and filling in the daily instruments in the MCH handbook will be neglected. Mothers are more likely to do household chores. Mothers who have toddlers as many as 44 people who are included in education and monitoring of child development monitoring are 85% aged 20-30 years. The knowledge of mothers of infants under five about the growth and development of infants under five is minimal even though they have been equipped with the KIA book. This community service activity aims to provide education and assistance in monitoring the growth and development of babies under five. There is an increase in the knowledge and abilities of mothers of toddlers related to growth and development.

 

Keywords: Education, Mentoring, Monitoring of Growth and Development, Infants Under Five.

Kata Kunci : Pendidikan; pendampingan; pemantauan tumbuh kembang; bayi balita

  1. Anik AI, Islam MR, Rahman MS. Do women’s empowerment and socioeconomic status predict the adequacy of antenatal care? A cross-sectional study in five South Asian countries. BMJ Open. 2021;11(6). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34083327/
  2. Buku KIA Kesehatan Ibu dan Anak [Internet]. Kementrian kesehatan RI. 2023. Available from: https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-kia-kesehatan-ibu-dan-anak
  3. Glascoe, F. P., & Dworkin, P. H. (1995). The role of parents in the detection of developmental problems and behavioral problems. Pediatrics, 95(6), 829–836.
  4. Hasnidar, H., Sulfianti, S., Putri, N. R., Tahir, A., Arum, D. N. S., Indryani, I., ... & Megasari, A. L. (2021). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi dan Balita. Yayasan Kita Menulis.
  5. Kumar RM, Koushik M, Charumathi B. Neonatal Danger Signs : Knowledge Inmothers Of Children Aged Less Than 1 Year In Uae . 2020;07(08):2–10. https://clinmedjournals.org/articles/ijpr/international-journal-of-pediatric-research-ijpr-8-101.php?jid=ijpr
  6. Merita M. Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun. J Abdimas Kesehatan. 2019;1(2):83.https://jak.stikba.ac.id/index.php/jak/article/view/29
  7. Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang Tahun 2021.
  8. Profil Dinas Kesehatan Propinsi NTT Tahun 2021.
  9. Susilawati, Karakteristik ibu balita dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, 2020, https://www.researchgate.net/publication/349495865_Karakteristik_ibu_balita_dalam_pemantauan_pertumbuhan_dan_perkembangan_balita/fulltext/6033b00a299bf1cc26e28310/Karakteristik-ibu-balita-dalam-pemantauan-pertumbuhan-dan-perkembangan-balita.pdf
  10. Thakur R, Sharma RK, Kumar L, Pugazhendi S. Neonatal Danger Signs: Attitude and Practice of Post-Natal Mothers. J Nurs Care. 2017;06(03).
  11. Tabelak T, 2022, Pengaruh Determinan Kontekstual Terhadap Kematian Ibu Di Kabupaten Kupang, https://jurnal.stikes-alinsyirah.ac.id/index.php/kebidanan
  12. Tabelak T, 2018, Pemberdayaan Perempuan Dalam Masa Kehamilan Melalui Pregnancy Empowerment Program Di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas