Pemanfaatan Daun Jambu Biji dan Rimpang Kunyit Menjadi Serbuk Seduh Minuman Sehat Ketika Diare Melanda Sebuah Produk Hasil Program Kreativitas Mahasiswa- Kewirausahaan (PKM-K)

Choirul Nizar, Diva Maula Anggraini, Prisca Olivia Wulandari, Afidatul Muadifah

Sari


ABSTRAK

 

Diare merupakan suatu penyakit dimana terjadi ketidaknormalan pengerluaran tinja atau fases. Pengeluaran fasestersebut mengalami perubahan berupa peningkatan volume, konsistensi fases, dan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari untuk orang dewasa serta empat kali sehari pada neonatus dengan atau tanpa lendir darah yangmenyertai. Banyak jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan menjadi obat berdasarkan pengalaman turun temurun sejak jaman dulu namun sangat sedikit yang mengolah tanaman tersebut menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi. Tercatat dii Indonesia ada 109 tanaman yang dapat digunakan untuk mengobati diare, dari 109 tanaman tersebutdiketahui 11 tanaman telah diuji secara in vivo aktivitas antidiarenya. Dua dari 11 tanaman tersebut adalah daunjambu biji dan kunyit. U ntuk menciptakan produk obat herbal yang dapat mengobati diare, memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berwirausaha dalam bidang pemanfaatan tanaman herbal disekitar, dan melestarikan salah satu resep jamu yang sudah dikenal secara turun temurun. Proses produksi serbuk seduh meliputi tahap persiapan, pengumpulan bahan, sortasi basah, pencucian, perajangan, pengeringan, sortasi kering, penyerbukan, pencampuran, dan pengemasan. Metode untuk pemberian motivasi kepada masyarakat dilakukan dengan cara penyuluhan dengan produk serbuk seduh daun jambu biji dan rimpang kunyit sebagai contoh yang diberikan. Produk serbuk seduh berhasildibuat dan dapat memberikan peluang usaha bagi mahasiswa serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk dapat mengolah tanaman obat yang ada di sekitar menjadi sebuah produk inovatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. produk serbuk seduh daun jambu biji dan rimpang kunyit dapat dibuat dan diterima di masyarakat, keberadaan produk ini di tengah masyarakat menjadi motivasi untuk masyarakat dapat lebih inovatif mengolah tanaman obat.

 

Kata KunciDiare, Daun Jambu Biji, Rimpang Kunyit, Kewirausahaan

 

 

ABSTRACT

 

Diarrhea is a condition characterized by abnormal stool discharge or feces. This discharge changes in terms ofincreased volume, consistency, and frequency of bowel movements, exceeding three times a day for adults and four times a day for neonates, with or without the presence of mucus or blood. Many types of plants can be used as remedies based on traditional knowledge from ancient times, but very few process these plants into finished products ready for consumption. In Indonesia, are 109 plants known to be used for treating diarrhea, and 11 plants have been tested for their in vivo anti-diarrheal activities. Two of these 11 plants are guava leaves and turmeric.. To create herbal medicine products capable of treating diarrhea, inspire the community to embark on entrepreneurialendeavors in the field of utilizing local herbal plants, and preserve one of the traditional jamu recipes that have been passed down through generations. The production process of instant powder includes several stages:preparation, ingredient gathering, wet sorting, washing, chopping, drying, dry sorting, grinding, mixing, and packaging. The method for motivating the community involves providing education through the example of products like guava leaf and turmeric rhizome instant powder. The instant powder products have been successfully created, providing business opportunities for students and serving as motivation for the community to transform medicinal plants from their surroundings into innovative products that can boost income levels.  Instant powder products made from guava leaves and turmeric rhizomes can be produced and are well-received within the community. The presence of these products within the community serves as motivation for people to become more innovative in processing medicinal plants.

 

Keywords : Diarrhea, Guava Leaf, Turmeric Rhizome, Entrepreneurship


Kata Kunci


diare; daun jambu biji; rimpang kunyit; kewirausahaan

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Dinkes. (2016). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 [East Java Health Profile 2016]. Provinsi Jawa Timur, Dinkes.

Darmayanti, D. (2019). Identifikasi Senyawa Flavonoid Ekstrak Daun Jambu Biji Dalam Jamu Antidiare Anak Merek “X” Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis Sesuai Fhi (Doctoral Dissertation, Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang).

Diana, A. (2023). Analisis Campuran Bubuk Kunyit, Kayu Manis, Dan Daun Jambu Biji Terhadap Kadar Total Fenol, Aktivitas Antioksidan, Dan Sifat Sensori Nasi.

Fitri Nadifah, Siti Fatimah, L. S. (2015). Pengaruh Infusa Daun Jambu Biji (Psidium Guajava Linn.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Secara In Vitro. 2(2), 52–57.

Irfan, N., Anggrella, C., Hanifa, A., Fajri, S. A., Alfauzi, M. Z., & Noviya, N. (2026). Fitoterapi Tanaman Obat Pada Penyakit Infeksi Saluran Pencernaan Dengan Manifestasi Diare: Tinjauan Literatur. Jurnal Cahaya Edukasi, 3(1), 119-205.

Juliansyah, E., Haryanti, Y., & Masan, L. (2021). Faktor Yang Berhubungan Degan Pencegahan Penyakit Diare Pada Balita Di Puskesmas Tempunak Kabupaten Sintang. Gorontal Journal Of Public Health, 4(2), 78–89.

Kemenkes Ri. (2020). Profil Kes Indo 2019. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.Https://Pusdatin.Kemkes.Go.Id/Resources/Download/Pusdatin/Profil- Kesehatan-Indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2019.Pdf

Kumar, N. And, & Sakhya, S. K. (2013). Ethnopharmacological Properties Of Curcuma Longa: A Review. Ijpsr, 4(1), 103–112.

Lestari, N. S. (2019). Pengaruh Proporsi Daun Jambu Biji Dan Kunyit Dalam Campuran Minuman Herbal Terhadap Penghambatan Aktivitas Enzim Α-Amilase Dan Α-Glukosidase.

Luhur, N. P. D. M., Suharti, S., & Cahyani, A. P. (2023, August). Terapi Kombinasi Serbuk Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Dan Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) Terhadap Kesembuhan Diare Pada Domba. In Prosiding Seminar Nasional Tahun 2023 (Vol. 5, No. 1).

Meliala, L., Sari, W., & Tarigan, P. (2020). Uji Efek Antidiare Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma Domestica Val.) Pada Mencit Jantan. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 2(2), 15–21. Https://Doi.Org/10.36656/Jpfh.V2i2.208

Purwanto, N. B. (2016). Obat Herbal Andalan Keluarga. Flash Books.

Rani, R., Eva, D. K., & Asep, A. R. (2021). Swamedikasi Penyakit Saluran Pencernaan Dengan Obat Sintesis Dan Herbal.

Rianoor, N. P. (2022). Penggunaan Obat Tradisional Dalam Upaya Swamedikasi Atau Pengobatan Sendiri Di Indonesia: Literature Review Nalisha. 12(2), 1– 8.

Salimah, D. M., Lindriati, T., & Purnomo, B. H. (2015). Sifat Fisik Dan Kimia Puree Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Dengan Penambahan Gum Arab Dan Gum Xanthan. Jurnal Agroteknologi, 09(02), 145–155.

Tuldjanah, M., Budiawan, E., & Letana, T. C. (2023). Penyuluhan Swamedikasi Sediaan Obat Herbal Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Jamu : Jurnal Abdi Masyarakat Umus, 3(02), 75–80. Https://Doi.Org/10.46772/Jamu.V3i02.716

Yuliati, Y. (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Kunyit Sebagai Antibakteri Dalam Pertumbuhan Bacillus Sp Dan Shigella Dysentriae Secara In Vitro. Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 10(1). Https://Doi.Org/10.33533/Jpm.V10i1.11

Yuniwati, I. E. D., Susesti, D. A., Se, M., & Aquariza, N. R. (2026). Herbal Adventure: Tanaman Obat Tradisional Dan Pengantar Jamu Herbal. Pt Penerbit Qriset Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i5.12599

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.