Peningkatan Keterampilan Wirausaha Sanitasi dalam Pembuatan Bioarang Limbah Batok Kelapa

Riang Adeko* -  Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
Sri Mulyati -  Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
Mely Gustina -  Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Indonesia
ABSTRAK 

Energi yang digunakan rakyat Indonesia berasal dari bahan bakar fosil, yaitu bahan bakar minyak, batu bara dan gas. Kerugian penggunaan bahan bakar fosil ini selain merusak lingkungan, juga tidak terbarukan (nonrenewable) dan tidak berkelanjutan (unsustainable). Peningkatan harga BBM menyebabkan sumber energy ini menjadi tidak lagi murah. Selain BBM, sumber energi yang juga mengalami peningkatan harga adalah gas elpiji. Oleh karena itu perlu diciptakan sumber energi lain yang dapat digunakan untuk mengganti peran BBM dan gas. Teknologi tersebut di antaranya adalah teknologi pembuatan arang dari limbah arang batok. Kegiatan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dengan dilakukannya edukasi serta pelatihan tentang pembuatan bioarang limbah batok kelapa. Jumlah peserta sebanyak 10 peserta wirausaha terdiri dari alumni dan mahasiswa sanitasi di Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari diikuti dengan kegiatan follow up 7 hari setelah pemberian edukasi dan pelatihan. Hasil evaluasi pengetahuan terjadi peningkatan pengetahuan dari 10 peserta setelah  diberikan edukasi dan pelatihan yakni sebanyak 7 peserta (70%) dengan pengetahuan baik, 3 peserta (30%) dengan pengetahuan cukup. Hasil evaluasi keterampilan terjadi peningkatan keterampilan yang baik pada peserta ditandai dengan peserta demonnstrasi pembuatan bioarang dari limbah batok kelapa pada lingkungan peserta masing-masing. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan lancar. kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pemanfaatan limbah batok kelapa dan pembuatan bioarang secara mandiri.

 

Kata Kunci: Bioarang,Briket, Limbah, Batok Kelapa

 

 

ABSTRACT

 

The energy used by the Indonesian people comes from fossil fuels, namely oil, coal and gas. The disadvantage of using fossil fuels is that apart from destroying the environment, it is also non-renewable and unsustainable. The increase in fuel prices means that this energy source is no longer cheap. Apart from fuel, the energy source that also experienced an increase in price was LPG gas. Therefore, it is necessary to create other energy sources that can be used to replace the role of fuel and gas. These technologies include the technology for making charcoal from shell charcoal waste. Community service activities to increase participants' knowledge and skills by providing education and training on making biochar from coconut shell waste. The number of participants was 10 entrepreneurial participants consisting of alumni and sanitation students at the Bengkulu Ministry of Health Polytechnic. Activities were carried out for 1 day followed by follow-up activities 7 days after providing education and training. The results of the knowledge evaluation showed an increase in the knowledge of 10 participants after being given education and training, namely 7 participants (70%) with good knowledge, 3 participants (30%) with sufficient knowledge. The results of the skills evaluation showed that there was a good increase in skills among the participants, marked by the participants' demonstration of making bioarang from coconut shell waste in their respective participants' environments. Service activities run well and smoothly. This activity can increase participants' knowledge and skills regarding the use of coconut shell waste and making bioarang independently.

 

Keywords: Biochar, Briquettes, Waste, Coconut Shells

Kata Kunci : bioarang; briket; limbah; batok kelapa

  1. Afiq, I. N., Saputra, D. A., Maryani, I., Fallah, M. F., & Asih, H. M. (2021). Pemanfaatan Limbah Kelapa Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomi Di Desa Kanoman (Studi Kasus Desa Kanoman, Kec. Panjatan, Kab. Kulonprogo). Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung, 1, 180–188. Https://Doi.Org/10.33479/Senampengmas.2021.1.1.180-188
  2. Arianto, A., Laila, L., Prasetyo, B. E., Sari, W., Hasibuan, M., & Angkasa, V. (2023). Peningkatan Kemampuan Wirausaha Siswa Smk Melalui Pembuatan Sediaan Gel Sampo Anti Ketombe Menggunakan Bahan Alam Dari Minyak Atsiri. Martabe : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(8), 2612–2618.
  3. Bps Propinsi Bengkulu. (2022). Indikator Perumahan Dan Kesehatan Lingkungan (Pp. 1–102). Badan Pusat Statistik Propinsi Bengkulu. Https://Bengkulu.Bps.Go.Id/Publication/2023/08/04/2f21aea47a02c4de7a9c2a79/Indikator-Perumahan-Dan-Kesehatan-Lingkungan-Provinsi-Bengkulu-2022.Html
  4. Fakhri, I., & Kurniawan, R. (2021). Pembuatan Briket Arang Batok Kelapa Dengan Penambahan Arang Ampas Kopi. Prosiding Diseminasi Fti, 2022–2023.
  5. Hermita, R. (2020). Memanfaatkan Limbah Batok Kelapa Menjadi Berbagai Macam Bentuk Kerajinan. Proporsi : Jurnal Desain, Multimedia Dan Industri Kreatif, 4(2), 93. Https://Doi.Org/10.22303/Proporsi.4.2.2019.93-104
  6. Husla, R., Rangga Wastu, A. R., Yasmaniar, G., & Fadliah, F. (2022). Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa Menjadi Bahan Bakar Briket Di Gili Sampeng Jakarta Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (Jamin), 4(1), 74–78. Https://Doi.Org/10.25105/Jamin.V4i1.10046
  7. Ibrahim, M., Machmud, M. N., & Ali, M. (2022). Bahan Bakar Minyak Dari Berbagai Metode Konversi Sampah Plastik. Journal Of Engineering And Science, 1(1), 20–30. Https://Doi.Org/10.56347/Jes.V1i1.3
  8. Irsyan, A., Hasibuan, N. A., Daulay, F., & Hutagalung, H. (2021). Pelatihan Pembuatan Briket Batok Kelapa Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Pada Masyarakat Desa Patupangan Kecamatan Barus Kabupaten Tapanuli Tengah. Martabe : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 578–583.
  9. Iskandar, N., Nugroho, S., & Feliyana, M. F. (2019). Uji Kualitas Produk Briket Arang Tempurung Kelapa Berdasarkan Standar Mutu Sni. Jurnal Ilmiah Momentum, 15(2). Https://Doi.Org/10.36499/Jim.V15i2.3073
  10. Junus, N., Mandjo, J., & Mamu, K. Z. (2020). Pemanfaatan Limbah Kelapa Dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Untuk Mendukung Pelestarian Lingkungan Ditengah Pandemi Covid-19. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 9(1), 70–88. Https://Doi.Org/10.37905/Sibermas.V9i1.7816
  11. Latifah, R. N. (2020). Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera L) Sebagai Komposit Agen Antibakteri Pada Pengolahan Limbah Rumah Sakit. Indonesian Journal Of Chemical Science, 9(3), 160168.Https://Journal.Unnes.Ac.Id/Sju/Index.Php/Ijcs/Article/View/42170/17203
  12. Muhammad, D. R. A., Parnanto, N. H. R., & Widadie, F. (2013). Kajian Peningkatan Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa Dengan Alat Pengering Tipe Rak Berbahan Bakar Biomassa The Study Of Quality Improvement Of Charcoal Briquette Made Of Coconut Shell With Biomass-Fuel Tray Dryer. Teknologi Hasil Pertanian, Vi(1), 23–26. Www.Uns.Ac.Id
  13. Nasution, M. (2022). Bahan Bakar Merupakan Sumber Energi Yang Sangat Diperlukan Dalam Kehidupan Sehari Hari. Journal Of Electrical Technology, 7(1), 29–33.
  14. Ningsih, A. (2019). Analisis Kualitas Briket Arang Tempurung Kelapa Dengan Bahan Perekat Tepung Kanji Dan Tepung Sagu Sebagai Bahan Bakar Alternatif. Jtt (Jurnal Teknologi Terpadu), 7(2), 101–110. Https://Doi.Org/10.32487/Jtt.V7i2.708
  15. Nurhilal, O., & Suryaningsih, S. (2018). Pengaruh Komposisi Campuran Sabut Dan Tempurung Kelapa Terhadap Nilai Kalor Biobriket Dengan Perekat Molase. Jurnal Ilmu Dan Inovasi Fisika, 2(1), 8–14.
  16. Rahmayanti, L., Rahmah, D. M., & Larashati, D. (2021). Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Energi Minyak Dan Gas Bumi Di Indonesia. Jurnal Sains Edukatika Indonesia (Jsei), 3(2), 9–16.
  17. Saksono, A. Y., Yuniarti, T., & Saepudin, S. (2022). Pengelolaan Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa Menjadi Briket Sederhana. Ikra-Ith Abdimas, 6(2), 154–160. Https://Doi.Org/10.37817/Ikra-Ithabdimas.V6i2.2421
  18. Santoso, H., Sudirman, S., & Nurlela, N. (2019). Pkm Pemanfaatan Briket Tempurung Kelapa Pada Umkm Dagang Sate Ayam Di Kelurahan Sebengkok Kota Tarakan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 3(2), 47–52. Https://Doi.Org/10.35334/Jpmb.V3i2.1097
  19. Setyowati, E., & Puspa D, A. P. D. (2019). Rekayasa Pengolahan Limbah Batok Kelapa Sebagai Aksesoris Sanggul. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Dan Kejuruan, 12(2), 118. Https://Doi.Org/10.20961/Jiptek.V12i2.34161
  20. Sunyoto, T. Z. T., Wulandari, R. T., & Roebyanto, G. (2022). Pelaksanaan Budaya Unggul Limbah Batok Kelapa Di Sdn Wilangan 01 Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, Dan Pengelolaan Pendidikan, 1(12), 1008–1019. Https://Doi.Org/10.17977/Um065v1i122021p1008-1019