Pendidikan Seks Bagi Orangtua yang Memiliki Remaja Berkebutuhan Khusus

Christin Florentin Meinarty Bebok, Reineldis Trisnawati, Makrina Sedista Manggul, Maria Opylira Susanto, Maria Freinafreshty Piamat

Sari


ABSTRAK

 

Pendidikan seksual ini juga merupakan hak dari anak berkebutuhan khusus, sehingga mereka diharapkan mampu memahami diri mereka sendiri, nilai- nilai dan perilaku yang diharapkan dari mereka. Walau demikian pendidikan seksual bagi anak berkebutuhan khusus ini memang masih merupakan perdebatan, mengingat masih harus dilakukan perbaikan kurikulum dan sumberdaya manusia/para guru/pendidik, pelatihan Penerapan pendidikan seksual oleh guru dan orang tua bagi anak berkebutuhan khusus dan persiapan bagi guru-guru, pengukuran dampak pengajaran, dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan seksual itu sendiri. Tujuan diberikannya pendidikan seksualitas ini adalah untuk memahamkan Orangtua pentingnya mengajarkan seks pada anak yang berkebutuhan khusus serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu untuk diajarkan pada anak berkebutuhan khusus mengenai pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak. Psikoedukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab tanpa pelatihan. Metode ceramah bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ranah kognitif sehingga sesuai dengan permasalahan dan fokus intervensi yakni memberikan pemahaman pentingnya mengajarkan seks serta memberikan pengetahuan mengenai materi apa saja yang perlu diajarkan sesuai dengan anak usia remaja.  Hasil yang didapat   bahwa terjadi  pertambahan pengetahuan pada peserta atau orangtua yang ditandai dengan peningkatan jumlah jawaban yang benar pada hasil rerata keseluruhan peserta.  Berdasarkan hasil analisa deskriptif terhadap hasil pretest, posttest dan Follow up dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi yang dilakukan berhasil memberikan pengaruh sesuai dengan tujuan dilakukannya intervensi yakni memberikan pengetahuan pada orangtua mengenai materi pendidikan seks dan cara mengajarkannya pada anak berkebutuhan khusus.

 

Kata Kunci: Pendidikan Seksualitas, Psikoedukasi, Orangtua, Anak Berkebutuhan Khusus.

 

 

ABSTRACT

 

Sexual education is also the right of children with special needs, so that they are expected to be able to understand themselves, the values and behavior expected of them. However, sexual education for teenagers with special needs is still a matter of debate, considering that improvements to the curriculum and human resources/teachers/educators still need to be made, training in the application of sexual education by teachers and parents for children with special needs and preparation for teachers, measurement the impact of teaching, and parental involvement in sexual education itself. The aim of providing this psychoeducation is to understand parents about the importance of teaching sex to children with special needs and to provide knowledge about what material needs to be taught to children with special needs regarding sex education and how to teach it to childrenpsychoeducation is provided using lecture and question and answer discussion methods without training. The lecture method aims to provide knowledge in the cognitive domain so that it is appropriate to the problem and focus of the intervention, namely providing an understanding of the importance of teaching sex and providing knowledge about what material needs to be taught according to teenagers. The results obtained showed that there was an increase in knowledge among participants or parents, which was marked by an increase in the number of correct answers in the overall average results of the participants.  Based on the results of descriptive analysis of the results of the pretest, posttest and follow-up, it can be concluded that the psychoeducation carried out was successful in having an influence in accordance with the aim of the intervention, namely providing knowledge to parents regarding sex education material and how to teach it to children with special needs.

 

KeywordsSexuality Education, Psychoeducation, Parents, Children with Special Needs.


Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Ashman, A. & Elkins, J. (1994). Educating Children With Special Needs. Australia: Prentice Hall

Abduh, M., & Wulandari, M. D. (2016). Model Pendidikan Seks Pada Anak Sekolah Dasar Berbasis Teori Perkembangan Anak. In The Progressive And Fun Education Seminar (Vol. 403, P. 411).

Astuti, N. W. (2017). Penerapan Pendidikan Seksual Oleh Guru Dan Orang Tua Bagi Remaja Berkebutuhan Khusus. Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 20-39.

Brown, N.W. (2004). Psychoeducational Groups: Process And Practice. Second Edition. New York And Hove: Bruner-Rouledg

Depdiknas. (2006). Program Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. Jakarta: Direktorat Pslb.

Drever, J. (1988). Dictionary Of Psysicology. Jakarta: Bina Aksara.

Efendi, M. (2006). Pengantar Psikopedagogik Remaja Berkelainan. Jakarta: Pt Bumi Aksara.

Heward, W. L. (2009). Exceptional Children: An Introduction To Special Education. New Jersey: Pearson Education.

Himpunan Psikologi Indonesia. (2010). Kode Etik Psikologi Indonesia. Jakarta: Pengurus Pusat Himpsi.

Kring, A. M., Johnson, S. L., Davison, G. C., & Neale, J. M. (2012). Abnormal Psychology (12th Ed.). Danvers, Ma: Wiley And Sons.

Kusumandari, R. (2016). Karsa (Kenali Dan Arahkan Seksualitas Anak). Panduan Program Psikoedukasi Orangtua Tentang Pendidikan Seksual Anak Dengan Gangguan Spektrum Autis Usia 5-12 Tahun. Ugm, Magister Psikologi Profesi, Yogyakarta

Madani, Y. (2003). Pendidikan Seks Untuk Remaja Dalam Agama Islam. Jakarta: Pustaka Zahra.

Mangunsong, F. (2009). Psikologi Dan Pendidikan Remaja Berkebutuhan Khusus. Jilid 1. Jakarta: Lpsp3 Ui. Reynolds, C.

Pratiwi, E. A., & Romadonika, F. (2020). Peningkatan Pengetahuan Anak Berkebutuhan Khusus Tentang Pendidikan Seks Usia Pubertas Melalui Metode Sosiodrama Di Slb Negeri 1 Mataram. Jurnal Abdimas Kesehatan Perintis, 2(1), 47-52.

Purbasari, R.U. (2017). Psikoedukasi Pelatihan Prevensi Kekerasan Seksual Anak (Ksa) Pada Orangtua (Master Thesis). Ugm, Magister Psikologi Profesi, Yogyakarta

Rahayu, N. I. (2019). Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Assertive Training Untuk Meningkatkan Self Estem Peserta Didik Kelas Viii Di Smp Muhammadiyah 2 Sendang Agung Tahun 2018/2019 (Doctoral Dissertation, Uin Raden Intan Lampung).

Santrock, J. W. (2011). Essential Of Life-Span Development. New York, Ny: Mcgrawhill.

Somantri, T. S. (2012). Psikologi Remaja Luar Biasa. Bandung: Pt. Refika Aditama.

Taylor, R. L., Smiley, L. R., & Richards, S. B. (2009). Exceptional Students: Preparing Teachers For The 21st Century. New York, Ny: Mcgraw-Hill.

Wuryani, S. E. (2008). Pendidikan Seks Keluarga. Jakarta: Gava Media.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i5.16614

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.