Pelatihan Managemen Sampah untuk Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Sesuai SDG’s 13 di Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kalitengah Tanggulangin
Sari
ABSTRAK
Sampah merupakan permasalahan yang selalu dihadapi baik di kota maupun di desa, karena setiap hari setiap individu membuang sampah setidaknya sebesar 0,5 kg. Untuk itu perlu adanya edukasi ke Masyarakat bagaimana mengolah sampah sebelum dibuang ke TPS. Desa Kalitengan dalam penanganan sampah masih mengandalkan pembuangan sampah di tingkat desa, dengan cara pengambilan sampah satu minggu sekali dengan biaya setiap rumah 20 ribu. Sampah rumah tangga adalah sampah yang paling banyak, sehingga perlu adanya pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga, pengumpulan atau daur ulang sampah plastik. Dengan demikian diharapkan masyarakat sudah bisa memilah sampah rumah tangganya sebelum dibuang ke TPS. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Ranting “Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo memberikan penyadaran akan managemen pemilahan sampah dan pengolahan sampah organic dari rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan memberikan pelatihan managemen bank sampah, pengolahan sampah organic menjadi eco enzyme dan kegunaannya, serta pembuatan eco brik. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini warga ‘Aisyiyah Ranting Kalitengah bisa mengolaha sampah organic menjadi eco enzyme, pembukuan bank sampah dan eco brik. Dari pelatihan ini warga ‘Aisyiyah bisa memilah sampah organic dan an organic yang bernilai ekonomis
Kata Kunci: ‘Aisyiyah, Managemen Sampah, Organik, Pelatihan.
ABSTRACT
Waste is a persistent problem in both cities and villages, as each individual disposes of at least 0.5 kg of waste daily. Therefore, community education is needed on how to process waste before disposing of it at the landfill (TPS). Kalitengan Village still relies on village-level waste disposal for waste management, with weekly collection at a cost of 20,000 Rupiah per household. Household waste constitutes the largest source of waste, necessitating training on organic household waste management, plastic waste collection, and recycling. This is expected to empower the community to sort their household waste before disposing of it at the TPS. Through the Institute for Environment and Disaster Management (LLHPB), the Branch Leadership of "Aisyiyah Kalitengan Tanggulangin Sidoarjo provides awareness of waste sorting management and organic waste processing from households. The method used in this community service is to provide training on waste bank management, processing organic waste into eco-enzymes and their uses, and making eco-briks. The results of this community service are that residents of 'Aisyiyah Kalitengah Branch can process organic waste into eco-enzymes, bookkeeping for waste banks and eco-briks. From this training, 'Aisyiyah residents can sort organic and inorganic waste that has economic value.
Keywords: 'Aisyiyah, Waste Management, Organic, Training
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Adolph, Ralph. 2016. “済無no Title No Title No Title.” : 1–23.
Ashvin, Hetal, Kumar Mavani, In Meei Tew, Lishen Wong, And Hsu Zenn Yew. “Antimicrobial E Ffi Cacy Of Fruit Peels Eco-Enzyme Against Enterococcus Faecalis : An In Vitro Study.”
Bachiller, Santiago, Susana García Rico, David Arévalo Blázquez, Romina Bravo Briones, Sebastián Zulueta, Benito Baranda, Por Agustina, Et Al. 2008. “No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析title.” Revista De Trabajo Social 11(75): 23–26. Http://Www.Desarrollosocialyfamilia.Gob.Cl/Storage/Docs/Informe_De_Desarrollo_Social_2020.Pdf%0ahttp://Revistas.Ucm.Es/Index.Php/Cuts/Article/View/44540/44554.
Dasar, Sekolah, Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Dini Islama, Mai Suriani, Mira Mauliza Rahmi, Fitria Rahmayanti, Et Al. 2022. “Ecobrik Education As An Effort To Manage Plastic Waste At 6 Meulaboh State Elementary.” 9(September): 1192–99.
Di, Kain, S D N Megamendung, Megan Asri Humaira, Fachrur Razi Amir, Dewi Rusydatul Fauziah, Dilla Maria, Megan Asri Humaira, Fachrur Razi Amir, And Dewi Rusydatul Fauziah. 2024. “Pembelajaran Ecobrik Dalam Materi Daur Ulang Sampah Plastik Dan.” Doi:10.30997/Ejpm.V5i2.14736.
Galintin, Olgalizia, And Nazaitulshila Rasit. 2021. “Production And Characterization Of Eco Enzyme Produced From Fruit And Vegetable Wastes And Its Influence On The Aquaculture Sludge.” 11(3): 10205–14.
Ihsan, Rihan Muhamad. 2025. “Kepemimpinan Perempuan Muhammadiyah : Inspirasi Dari Lembaga ‘ Aisyiyah Dan Nasyiatul ‘ Aisyiyah.” : 217–24.
Indraloka, A B, A Istanti, S W Utami, M R Defiani, And I A Astarini. 2020. “Potential Use Of Eco-Enzyme For The Treatment Of Metal Based Effluent Potential Use Of Eco-Enzyme For The Treatment Of Metal Based Effluent.” Doi:10.1088/1757-899x/716/1/012016.
Kasus, Studi, Bank Sampah, And Induk Sicanang. 2020. “Community Development Service On Educational And Health Sciences.” 1(5): 330–38.
Llewellyn, William. 2008. “Reduce & Reuse.” Paper, Film And Foil Converter 82(12): 32–34.
Manajemen, Melalui, And Bank Sampah. 2020. “Jurnal Kacapuri.” 1(1): 14–30.
Maryanti, Adelina, And Fitri Wulandari. 2023. “Jurnal Biologi Tropis Production And Organoleptic Test Of Onion Peel Eco Enzyme.”
Mukarromah, Safitri. 2024. “Perempuan Berkemajuan Berbasis Spiritual Leadership Pada Pimpinan Daerah Aisyiyah Banyumas.” 3(2): 85–96.
Palayukan, Hersiyati, Lucky Dewanti, Nurdini Ferianti, And Septi Triyani. “Pemberdayaan Lingkungan Berbasis Pengelolaan Sampah Melalui Ecobrik Sebagai Penguatan Karakter P5 Serta Aplikasi Geometri 3 Dimensi.” : 49–56.
Plastik, Sampah, And Nindy Callista Elvania. 2023. “Pemanfaatan Ecobrick Sebagai Media Pembelajaran Pengelolaan.” 7(4): 696–703.
Poompanvong, Rosukon. 2020. “Pembuatan Eco-Enzyme.” Eco Enzyme Nusantara: 1–62.
Prayoga, Adri. 2018. “Pokok Pikiran Thabathaba’i.” Jurnal Pendidikan 20(2): 10–25.
Qodriyatun, Sri, Riyadi Santoso, Nurfadhillah Arini, Efendi, Poedji Poerwanti, Teddy Prasetiawan, Masyithah Adhiem, And Hariyadi. 2023. Pengelolaan Sampah: Kebijakan, Implementasi, Dan Revisi Undang-Undang.
Rohyani, Immy Suci, Komang Satria, Wirawan Rusady, Muhammad Hafizzudin, And Dania Juliani. 2021. “Pelatihan Pengolahan Sampah Berbasis Masyarakat Sebagai Alternatif Penanganan Limbah Di Desa Penimbung.” : 1–5.
Sampah, Di Bank. 2020. “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah Pendahuluan Proses Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan Nonformal Sebenarnya Merupakan Upaya Memberdayakan Masyarakat Untuk Memperkuat Seluruh Eksistensinya . Menitikberatkan Pada Kegiatan Yang Seharusnya Ada Ditangan Masyarakat Itu Sendiri , Yang Dilakukan Oleh Masyarakat Dan Bermanfaat Bagi Masyarakat Bisa Juga Disebut Dengan Pendidikan Masyarakat . Menurut Carlzon Dan Macauley Seperti Dikutip Oleh ( Sadu , 1998 ) Menyatakan Sebuah Pemberdayaan Yang Merupakan Suatu Pembebasan Seseorang Dari Kontrol Ketat Maksudnya Yaitu Memberikan Orang Kebebasan Dalam Bertanggung Jawab Atas Keputusan , Ide Dan Tindakan Yang Mereka Lakukan . Pemberdayaan Selaku Etimologis Berasal Dari Akar Kata ‘ Power ’ Yang Artinya Kemampuan Atau Kekuatan . Berdasarkan Definisi Di Atas Bahwa Pemberdayaan Bisa Diartikan Sebagai Suatu Proses Menuju Pemberdayaan , Perolehan Kekuasaan / Kekuatan / Kapasitas , Pemberian Kekuasaan / Kekuatan / Kapasitas Dari Orang Berdaya Yang Memiliki Kekuasaan Kepada Sekelompok Orang Yang Belum Berdaya ( Teguh , 2004 ). Pemberdayaan Masyarakat Merupakan Proses Pemberian Semangat Kepada Individu Yang Belum Memiliki Akses Ke Sumber Daya Pembangunan Untuk Menjalani Dan Mengembangkan Kehidupannya ( Irmawita , 2013 ). Pemberdayaan Masyarakat Adalah Kegiatan Yang Bertekad Untuk Menumbuhkan Kualitas Dan Taraf Hidup Pada Masyarakat . Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Ini Terfokus Pada Kebutuhan , Potensi , Serta Keunikan Dari Masyarakat Itu Sendiri . Sementara Itu Oleh Carver Dan Clatter Back ( Dalam Riza & Roesmidi , 2006 ) Mendefenisikan Pemberdayaan Merupakan Upaya Untuk Memberdayakan Individu Dan Memberdayakan Mereka Untuk Mengambil Tanggung Jawab Individu Untuk Perbaikan Diri Dan Untuk Berkontribusi Pada Tujuan Organisasi . Poin Dari Pemberdayaan Meliputi Pengembangan , Memperkuat Potensi Dan Tercapainya Kemandirian ( Wahyuni , 2018 ). Pemberdayaan Diberikan Kepada Masyarakat Yang Tidak Berdaya . Selain Itu , Pemberdayaan Juga Diberikan Kepada Masyarakat Yang Berdaya Hingga Mencapai Kemandirian . Tujuan Pemberdayaan Adalah Keadilan Sosial Dengan Memastikan Perdamaian Yang Lebih Besar Di Masyarakat , Dan Kesetaraan Sosial Dan Politik Melalui Saling Mendukung Dan Belajar Dengan Mengembangkan Langkah Kecil Untuk Mencapai Tujuan Yang Lebih Besar Payne ( Dalam Huraerah , 2011 ). Pemberdayaan Sebagai Tujuan Sering Kali Dijadikan Sebagai Indikator Keberhasilan Pemberdayaan Sebagai Suatu Proses ( Suharto , 2014 ).” 1(2): 69–78.
Sampah, Melalui Bank. 2015. “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui Bank Sampah.” 04: 83–94.
Strategi, Kajian, And Pengelolaan Sampah. 2018. “Unm Environmental Journals.” 1(18): 86–90.
Sulistiyorini, Nur Rahmawati, Rudi Saprudin Darwis, And Arie Surya Gutama. “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Di.”
Vama, Lapsia, And Makarand N Cherekar. 2020. “Production , Extraction And Uses Of Eco-Enzyme Using Citrus Fruit Waste : Wealth From Waste.” 22(2): 346–51.
Varshini, B, And V Gayathri. 2023. “Role Of Eco-Enzymes In Sustainable Development.”
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i3.22067
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





