Edukasi Kesehatan Mental Pada Keluarga dalam Merawat Anggota Keluarga dengan Risiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Islam Klender
Sari
ABSTRAK
Manusia dalam hidupnya tidak lepas menghadapi masalah psikososial seperti cemas dan depresi. Cemas adalah perasaan khawatir, was-was, takut yang akan mengancam dirinnya( Keliat 2020), sedangkan Depresi merupakan gangguan alam perasaan sedih dan murung yang berkepanjangan dan diakhiri dengan putus asa dan beresiko menceledrai diri sendiri ( Dadang Hawari 2020). Cemas dan depresi merupakan bagian dari gangguan jiwa, sehingga akan mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain sehingga respon akan menarik diri. Salah satu gangguan jiwa berat yang ditemukan di masyarakat adalah skizofrenia. Skizofrenia merupakan kumpulan gejala klinis yang ditandai oleh perubahan dalam aspek kognitif, emosi, persepsi, dan perilaku. Berdasarkan analisa situasi permasalahan sebelumnya, solusi yang ditawarkan yaitu melakukan kegiatan Edukasi Kesehatan Jiwa pada Keluarga dalam merawat anggota Resiko Prilaku Kekerasan di RS. Islam Jiwa Klender Jakarta Timur. Dengan adanya Pengmas dari FIK. Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan Resiko Prilaku Kekerasan setelah mendapatkan Edukasi tentang cara merawat pasien gangguan jiwa yang beresiko Prilaku Kekerasan.
Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan Jiwa, Merawat Anggota Keluarga.
ABSTRACT
Humans in their lives cannot escape facing psychosocial problems such as anxiety and depression. Anxiety is a feeling of worry, apprehension, fear that will threaten oneself (Keliat 2020), while depression is a disorder of feelings of sadness and gloom that is prolonged and ends in hopelessness and the risk of self-harm (Dadang Hawari 2020). Anxiety and depression are part of mental disorders, so that they will experience difficulties in interacting with others, resulting in a response of withdrawal. One of the severe mental disorders found in society is schizophrenia. Schizophrenia is a collection of clinical symptoms characterized by changes in cognitive, emotional, perceptual, and behavioral aspects. Based on the analysis of the previous situation, the solution offered is to conduct Mental Health Education activities for families in caring for members at risk of violent behavior at the Klender Islamic Mental Hospital Klender Hospital in East Jakarta. With the support of the Community Service Program from the Faculty of Nursing, families are able to care for family members at risk of violent behavior after receiving education on how to care for patients with mental disorders who are at risk of violent behavior.
Keywords: Education, Mental Health, Caring For Family Members.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Ali, M., & Asrori, M. (20VI). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Bumi Aksara.
Friedman . M.M. Bowden, O &Jones,M. (2020) Keperwatan Keluarga Teori dan Praktek alih bahasa , Achir YaniS. Hamid ( et.al) editor edisi bahasa Indonesia,Estu Tiar ,Ed,5,Jakarta :EGC
Hawari ( 2015) Manajemen Stress, Cemas dan Depresi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Kabat-Zinn, J. (20VI). Full Catastrophe Living: The Program of The Stress Reduction Clinic at The University of Massachusetts Medical Center. Delta.
Kio, A. L., Wardana, G. H., & Arimbawa, A. G. R. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Tingkat Kekambuhan Klien dengan Resiko Perilaku Kekerasan. Caring: jurnal keperawatan, 9(1), 69-72.
LPPM (2023) Pedoman Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, UMJ
Miswarti, M., kemala Rahayu, M., & Maidawilis, M. (2024). Penyuluhan Cara Merawat Anggota Keluarga dengan Perilaku Kekerasan di Banda Gadang Kota Padang. Jurnal Nusantara Berbakti, 2(2), 27-32.
Nababan, W. M. C. (2023, February 1). Cita-cita Indonesia 2045 Terhalang Masalah Kesehatan Mental Remaja. KOMPAS.
Nora, R. (2018). Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Matrilinial Dalam Merawat Klien Perilaku Kekerasan Di Kota Padang. Jurnal Endurance, 3(3), 422-433.
Pardede, J. A., Siregar, L. M., & Halawa, M. (2020). Beban dengan koping keluarga saat merawat pasien skizofrenia yang mengalami perilaku kekerasan. Jurnal Kesehatan, 11(2), 189-196.
Pinquart, M. (2019). Moderating Effects of Dispositional Resilience on Associations Between Hassles and Psychological Distress. Journal of Applied Developmental Psychology, 30(1), 53–60. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2008.10.005
Qs. ayat Ar-Rad : Ayat 28, Al-Isro : Ayat :79, Asy- Syam : Ayat 9 -19)
Reivich, K., & Shatte. A. (2020). The Resilience Factor: 7 Essential Skills for Overcoming Life’s Inevitable Obstacles. Broadway Books.
Saragih, S., & Indriati, G. (2016). Gambaran tingkat pengetahuan dan sikap keluarga tentang perawatan pasien resiko perilaku kekerasan di rumah (Doctoral dissertation, Riau University).
Sumiati, Dinarti, Nurhaeni, H., & Aryani, R. (2009). Kesehatan Jiwa Remaja dan Konseling. Trans Info Media.
Suryenti, V. (2017). Dukungan dan beban keluarga dengan kemampuan keluarga merawat pasien resiko perilaku kekerasan di klinik jiwa rumah sakit jiwa Provinsi Jambi tahun 2017. Jurnal Psikologi Jambi, 2(2), 39-46.
Widakdo, G., & Besral. (2013). Efek Penyakit Kronis terhadap Gangguan Mental Emosional. Kesmas, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 7(7), 309–316.
World Health Organization. (2012). Depression: A Global Public Health Concern.
World Health Organization. (2015). Fact Sheets: Depression.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i6.25543
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





