Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Edukasi Pemanfataan Obat Tradisional di Kelurahan Segalamider, Bandar Lampung

Shinta Wulandari, Alfa Frista Arta, Selvi Megawati, Cut Syarif Thursina, Rachmi Nurkhalika, Niken Feladita, Ade Abiyyatun Mahdiyyah

Sari


ABSTRAK

 

Pemanfaatan obat herbal di masyarakat masih cukup tinggi, namun belum diimbangi dengan tingkat pengetahuan yang memadai terkait aspek keamanan, dosis, dan cara penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan obat herbal melalui edukasi kesehatan di Kelurahan Segalamider, Bandar Lampung. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, pemberian leaflet, serta contoh produk jamu berbahan jahe dan serai. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dengan metode pre-test dan post-test terhadap 30 peserta. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kurang (53,3%) dan cukup (46,7%), tanpa adanya kategori baik (0%). Setelah edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan dengan kategori baik sebesar 23,3%, cukup 53,3%, dan kategori kurang menurun menjadi 23,3%. Analisis dengan Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pre-testdan post-test (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat herbal secara aman dan rasional.

 

Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Obat Herbal, Pengetahuan Masyarakat, Pre-Test Post-Test.

 

 

ABSTRACT

 

The utilization of herbal medicine in the community remains relatively high; however, it has not been balanced with adequate knowledge regarding safety aspects, dosage, and appropriate usage methods. This community service activity aims to increase public knowledge regarding the utilization of herbal medicine through health education in Segalamider Village, Bandar Lampung. The methods employed consisted of educational lectures, interactive discussions, distribution of leaflets, and providing product samples of herbal medicine (jamu) made from ginger and lemongrass. Evaluation was conducted using questionnaires with pre-test and post-test designs involving 30 participantsThe pre-test results showed that the majority of participants fell into the poor (53.3%) and fair (46.7%) categories, with none in the good category (0%). Following the educational intervention, the post-test results indicated an improvement, with the good category rising to 23.3%, the fair category at 53.3%, and the poor category decreasing to 23.3%. Analysis using the Wilcoxon signed-rank test demonstrated a significant difference between the pre-test and post-test scores (p < 0.001). These findings indicate that health education is effective in improving public knowledge regarding the safe and rational use of herbal medicine.

 

Keywords: Health Education, Herbal Medicine, Public Knowledge, Pre-Test Post-Test.


Kata Kunci


edukasi kesehatan, obat herbal, pengetahuan masyarakat, pre-test post-test

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Asri, K. I. S., & Octasari, P. M. (2024).Gambaran persepsi masyarakat tentang

penggunaan jamu di Desa Rowobelang Kabupaten Batang. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan, 11(1). https://doi.org/10.56710/wiyata.v11i1.788

Balitbangkes RI, 2018. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan

Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

BPOM. Peraturan BPOM No 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional. Peraturan BPOM RI. 2019;11:1–16.

Futri, C. L., & Yanti, S. (2020). Penyuluhan Penggunaan Obat Tradisional di Desa Manegen. Jurnal Education and Development, 8(1), 15

Fachriansyah A, Pratama AW, Prasandi M, Pranata EP, Rahayu E, Pradita RN, et al. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Rumah sebagai Apotek Hidup. 2022;3(2):83–7.

Hasyim, S.Bin, Wahyudi, Y. T., & Fauzan, H. S. (2020). Mengadakan Penyuluhan Mengenai Penggunaan Obat Tradisional. Jurnal Budaya Masyarakat (JBM), 1(2 SE-), 47–50. https://doi.org/10.36624/jbm.v1i2.38

Jamilatun M, Lukito PI. Pendidikan Kesehatan tentang Pangan Fungsional Olahan Buah Naga Merah kepada Ibu-Ibu PKK di Desa Tegalyoso Klaten Selatan. Joong-Ki: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2022;1(3):343–8. 16.

Jamilatun M. Isolation and Phytochemical Testing of Endophytic Fungi from Imperata cylindrica ( L .) Beauv plants . International Journal of Basic and Applied Science. 2023;12(2):62–71. 17.

Jamilatun M, Kholisna M, Yulianto S. Physical Quality and Antifungal Activity of Kalanchoe Pinnata Leaf Extract Ointment against Candida albicans. Quantum Journal of Medical and Health Sciences. 2024;3(5):18–26.

Jamilatun, M., Lukito, P. I., Amartya, V. D., Jannah, M., & Dewi, F. A. K. S. (2025). Edukasi pemanfaatan bahan alam sebagai bahan obat tradisional di Desa Satriyan Juwiring Klaten. RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua, 3(2), 199–204. https://doi.org/10.61124/1.renata.164

Sahidin, Gusti RS, Muh HM, Adryan F, Wahyuni, Muh Azdar S, et al. Apotek Hidup: Upaya Pelestarian Penggunaan Obat Tradisional di Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga. Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia. 2023;01(1):1–6.

Tandi, J., Handayani, T. W., Mariyani, & Tandy, P. A. (2025).

Edukasi jamu dan obat herbal: Manfaat, risiko, dan cara penggunaan yang tepat. Jurnal Altifani: Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(6), 995–1000. https://doi.org/10.59395/altifani.v5i6.882

Zavitri, M. N., Listyani, T. A., & Hidayat, R. (2025). Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat herbal sebagai pengganti pengobatan konvensional di Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Journal Scientific of Mandalika, 6(7). https://ojs.cahayamandalika.com/index.php/jomla




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i7.26086

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.