Penerapan Safefit Band sebagai Inovasi Earplug Ergonomis Dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan dan Kenyamanan Pekerja

Intan Dwi Cahya, Istiana Kusumastuti

Sari


ABSTRAK

 

Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering ditemukan pada lingkungan kerja sektor informal, termasuk pekerjaan pengelasan. Paparan kebisingan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran, menurunkan konsentrasi kerja, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja (World Health Organization [WHO], 2021). Namun, penggunaan alat pelindung pendengaran pada pekerja sektor informal masih belum optimal karena faktor kenyamanan dan desain alat yang kurang praktis (Rahmawati et al., 2022). Berdasarkan hasil observasi awal pada pekerja las di wilayah Depok, sebagian besar pekerja jarang menggunakan pelindung telinga saat bekerja karena merasa kurang nyaman dan mengganggu aktivitas kerja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan SafeFit Band sebagai inovasi earplug ergonomis dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pekerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, demonstrasi, uji coba produk, pengisian instrumen penilaian kelayakan, serta wawancara mendalam pada 15 pekerja las di wilayah Depok.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SafeFit Band memperoleh penilaian sangat baik pada aspek kenyamanan, kemudahan penggunaan, keamanan, dan penerimaan produk. Sebagian besar responden menyatakan bahwa produk lebih nyaman, praktis, dan tidak mudah lepas saat digunakan bekerja. SafeFit Band berpotensi menjadi alternatif alat pelindung pendengaran ergonomis yang dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pekerja di lingkungan kerja bising. Pengembangan lebih lanjut pada aspek material dan desain produk masih diperlukan agar SafeFit Band dapat digunakan secara lebih optimal dalam jangka panjang.

 

Kata Kunci: Kebisingan, Earplug Ergonomis, Keselamatan Kerja, Pekerja Las, APD.

 

 

ABSTRACT

 

Noise had been one of the physical hazards commonly found in informal work environments, including welding activities. Long-term exposure to noise could cause hearing impairment, reduce work concentration, and increase the risk of occupational accidents (World Health Organization [WHO], 2021). However, the use of hearing protection devices among informal sector workers had not been optimal due to comfort issues and impractical product designs (Rahmawati et al., 2022). Based on initial observations conducted among welders in Depok, most workers rarely used hearing protection devices because they felt uncomfortable and disturbed during work activities. This community service activity aimed to implement SafeFit Band as an ergonomic earplug innovation to improve workers’ safety and comfort. The method used was an educative and participatory approach through socialization, product demonstrations, product trials, feasibility assessment instruments, and in-depth interviews involving 15 welders in Depok. The results showed that SafeFit Band received very good assessments in terms of comfort, ease of use, safety, and product acceptance. Most respondents stated that the product was more comfortable, practical, and did not easily come off during work activities. Therefore, SafeFit Band could become an alternative ergonomic hearing protection device that helped improve workers’ safety and comfort in noisy work environments. Further development in terms of material and product design was still needed so that SafeFit Band could be used more optimally for long-term use.

 

KeywordsNoise, Ergonomic Earplug, Occupational Safety, Welders, Personal Protective Equipment.


Kata Kunci


Kebisingan; earplug ergonomis; keselamatan kerja; pekerja las; APD

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Azizah, N., & Permana, D. (2022). Hubungan penggunaan alat pelindung diri dengan keselamatan kerja pada pekerja bengkel las. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 12(1), 44–51.

Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Work-related hearing loss. https://www.cdc.gov/niosh/topics/noise

Fitriani, L., & Saputra, H. (2021). Edukasi keselamatan kerja pada pekerja sektor informal di Indonesia. Jurnal Promosi Kesehatan, 9(2), 77–85.

Handoko, T. H. (2020). Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. BPFE.

Hidayat, R., & Maulana, F. (2023). Pengaruh desain ergonomis alat pelindung pendengaran terhadap kenyamanan pekerja sektor informal. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia, 11(2), 88–96.

International Labour Organization. (2021). Occupational safety and health in the future of work. ILO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kemenkes RI.

Kurniawan, A., Putri, D., & Hidayat, R. (2021). Analisis risiko kebisingan pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 15–22.

Low, B. K. (2019). Occupational safety practices among informal workers. International Journal of Occupational Safety, 7(2), 88–96.

Notoatmodjo, S. (2020). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Occupational Safety and Health Administration. (2021). Occupational Noise Exposure. OSHA.

Pratama, R., Nugroho, H., & Wibowo, A. (2023). Pengaruh desain ergonomis alat pelindung diri terhadap kenyamanan dan kepatuhan pekerja. Jurnal Kesehatan Kerja, 10(1), 12–20.

Putri, M., & Wahyuni, S. (2022). Hubungan kenyamanan alat pelindung diri dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja las. Jurnal Keselamatan Kerja Indonesia, 11(2), 55–63.

Rahmawati, D., Sari, M., & Putra, A. (2022). Faktor yang mempengaruhi penggunaan alat pelindung diri pada pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 45–52.

Ramdan, I. M. (2021). Dasar-dasar kesehatan dan keselamatan kerja. Kencana.

Saputra, D., Nugraha, A., & Lestari, P. (2022). Faktor penerimaan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 55–63.

Sari, P., & Nugroho, A. (2023). Pengaruh desain ergonomi terhadap kenyamanan penggunaan alat pelindung diri. Jurnal Ergonomi dan Keselamatan Kerja, 5(1), 11–19.

Setiawan, B., Lestari, D., & Hidayat, T. (2021). Analisis kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja las. Jurnal K3 Nasional, 9(3), 101–108.

Suma’mur, P. K. (2021). Higiene perusahaan dan kesehatan kerja (HIPERKES). Sagung Seto.

Tarwaka. (2021). Keselamatan dan kesehatan kerja: Manajemen dan implementasi K3 di tempat kerja. Harapan Press.

Utami, N., & Prasetyo, A. (2023). Pengaruh penggunaan alat pelindung telinga terhadap kenyamanan kerja pekerja bengkel las. Jurnal Ergonomi Indonesia, 8(1), 20–28.

Wijaya, R., & Putra, F. (2022). Analisis perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja informal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 120–128.

World Health Organization. (2021). Occupational noise: Assessing the burden of disease from work-related hearing impairment. WHO Press.

Wulandari, F., & Nugraha, D. (2022). Evaluasi penggunaan alat pelindung diri pada pekerja informal. Jurnal Ilmu Kesehatan Kerja, 14(2), 66–74.

Yusuf, M., & Kurnia, H. (2021). Faktor risiko kebisingan terhadap kesehatan pekerja sektor informal. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 40–48.

Zainuddin, A., & Lestari, R. (2023). Pengembangan desain ergonomis alat pelindung diri pada pekerja industri kecil. Jurnal Teknologi Kesehatan, 9(1), 31–39.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i7.26259

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.