Penyuluhan Kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi dan Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang

Eva Inayatul Faiza, Indah Mauludiyah, Riski Akbarani, Miftakhul Mahfirah Ermadona, Aviatul Maula, Christina YP Nurak, Dora Dominika, Hamidah Feronika FJ, Maria Vesi Taena, Mariana Marisa

Sari


ABSTRAK

 

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan atau komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Berdasarkan hasil pengkajian di Desa Karangrejo, ditemukan 6 ibu hamil dengan risiko tinggi (66,7% akibat usia terlalu muda atau tua, dan 33,3% preeklampsia) serta 4 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan menjadi salah satu faktor risiko yang perlu ditangani segera. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) rutin, serta pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, kunjungan rumah, dan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada tanggal 20 April hingga 16 Mei 2026. Sasaran kegiatan adalah 6 ibu hamil risiko tinggi beserta keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53,3 (kategori cukup) menjadi 86,3 (kategori baik), dengan peningkatan sebesar 62,0%. Proporsi ibu hamil berpengetahuan baik meningkat dari 16% menjadi 72%. Niat untuk melakukan ANC rutin meningkat dari 56% menjadi 92%, dan observasi pasca penyuluhan menunjukkan 80% ibu hamil patuh pada jadwal ANC yang dianjurkan. Penyuluhan kesehatan tentang kehamilan risiko tinggi yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa profesi bidan, kader, dan tenaga kesehatan setempat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil beserta keluarga di Desa Karangrejo.

 

Kata Kunci: Kehamilan Risiko Tinggi, Tanda Bahaya Kehamilan, Penyuluhan Kesehatan, ANC, Kebidanan Komunitas.

 

 

ABSTRACT

 

High-risk pregnancy is a condition that can increase the likelihood of complications during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Based on assessments in Karangrejo Village, 6 pregnant women with high-risk pregnancies were identified (66.7% due to very young or old maternal age, and 33.3% preeclampsia), as well as 4 pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED). Lack of knowledge about pregnancy danger signs is a risk factor that needs immediate attentionTo improve the knowledge of pregnant women and their families about high-risk pregnancy, danger signs, the importance of routine antenatal care (ANC), and nutritional fulfillment during pregnancy.Community service activities were conducted through health education, home visits, and mentoring of high-risk pregnant women in Karangrejo Village, Kromengan District, Malang Regency from April 20 to May 16, 2026.  Pre-test and post-test evaluation showed an increase in mean knowledge score from 53.3 (fair category) to 86.3 (good category), a 62.0% improvement. The proportion of pregnant women with good knowledge increased from 16% to 72%. Intention to attend routine ANC increased from 56% to 92%, and post-counseling observation showed 80% of pregnant women complied with recommended ANC schedules. Collaborative health education on high-risk pregnancy conducted by midwifery lecturers, professional midwifery students, cadres, and local health workers was effective in improving knowledge and awareness among pregnant women and families in Karangrejo Village.

 

KeywordsHigh-Risk Pregnancy, Pregnancy Danger Signs, Health Education, ANC, Community Midwifery.


Kata Kunci


Kehamilan risiko tinggi; Tanda bahaya kehamilan; Penyuluhan kesehatan; ANC; Kebidanan komunitas

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Anjani, D. M., Nurhayati, S., & Immawati. (2024). Penerapan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang stunting pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro Utara. Jurnal Cendikia Muda, 4(1), 62-69.

Atmojo, J. T., Suratno, & Putra, A. S. (2025). Kebidanan komunitas: Strategi penguatan peran bidan dalam deteksi dini risiko kehamilan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 16(1), 1-12.

Casandra, N., Rahma, F., & Dewi, A. K. (2025). Efektivitas pendampingan kader dalam pemantauan ibu hamil risiko tinggi berbasis komunitas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), 45-54.

Cholifah, S., & Purwanti, E. (2021). Kebidanan komunitas. Pustaka Baru Press.

Fitriani, A., & Sumarmi, S. (2024). Pengaruh status gizi dan pemenuhan nutrisi terhadap luaran kehamilan pada ibu hamil KEK. Jurnal Gizi Indonesia, 13(1), 22-30.

Glanz, K., & Bishop, D. B. (2020). The role of behavioral science theory in development and implementation of public health interventions. Annual Review of Public Health, 41, 399-418.

Hidayati, R., Sari, D. P., & Kurniawan, A. (2023). Faktor risiko gizi buruk pada ibu hamil dan dampaknya terhadap berat badan lahir bayi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 115-124.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman penanggulangan anemia dan KEK pada ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Kemenkes RI

Pabidang, S. (2024). Peran bidan dalam pencegahan kematian ibu melalui deteksi dini faktor risiko kehamilan. Jurnal Ilmu Kebidanan, 12(2), 88-97.

Permatasari, T. A. E., Indriani, Y., & Hidayah, N. (2025). Dukungan keluarga dan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil risiko tinggi. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 20(1), 55-63.

Pratiwi, D., Wulandari, R., & Susanti, E. (2024). Analisis Health Belief Model pada perilaku pemeriksaan kehamilan di masa risiko tinggi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 15(1), 12-21.

Rahmawati, S., & Widodo, A. (2024). Pengaruh dukungan sosial suami terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care. Jurnal Bidan Komunitas, 7(2), 90-98.

Sari, R. K., & Haryanti, F. (2023). Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan perilaku mencari pertolongan medis. Jurnal Kebidanan, 12(1), 45-52.

Saifuddin, A. B. (2014). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Sihombing, R. (2024). Faktor risiko kehamilan dan upaya pencegahan komplikasi obstetri. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 19(1), 34-41.

Utami, S., & Rahayu, T. (2024). Kepatuhan kunjungan ANC dan hubungannya dengan deteksi dini komplikasi kehamilan. Jurnal Riset Kebidanan, 6(1), 15-22.

Walyani, E. S., & Purwoastuti, E. (2021). Asuhan kebidanan pada kehamilan. Pustaka Baru Press.

Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.

Wahyuni, D., Kusuma, I. R., & Astuti, S. (2020). Buku ajar kebidanan komunitas. Pustaka Pelajar.

World Health Organization (WHO). (2013). Guidelines on Basic Newborn Resuscitation. Geneva: WHO.

Yanti, D., Novita, R., & Saputri, E. (2022). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 11(2), 78-85.




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i7.26444

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.