Edukasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) sebagai Upaya Preventif Komplementer Terhadap Kanker Serviks melalui Peningkatan Daya Tahan Tubuh Pada Wanita Usia Subur di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang

Miftakhul Mahfirah Ermadona, Indah Mauludiyah, Eva Inayatul Faiza, Riski Akbarani

Sari


ABSTRAK

 

Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) yang persisten sebagai penyebab utama. Wanita usia subur (WUS) di wilayah pedesaan seperti Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang memiliki akses dan pemanfaatan skrining IVA/Pap Smear yang masih rendah, sementara pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai pendamping gaya hidup sehat belum diintegrasikan secara terarah ke dalam edukasi kesehatan reproduksi. Mengevaluasi perubahan pemanfaatan TOGA, pengetahuan, dan perilaku konsumsi herbal pada WUS di Desa Slamet sebelum dan sesudah edukasi sebagai upaya preventif komplementer kanker serviks melalui peningkatan daya tahan tubuh. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan penyuluhan interaktif, pendampingan skrining mandiri berbasis aplikasi CerviCheck, serta edukasi dan demonstrasi enam jenis TOGA (kunyit putih, meniran, daun kelor, daun sirsak, keladi tikus, dan sambiloto), dengan desain one group pre-test post-test pada 55 responden WUS di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pemanfaatan TOGA meningkat dari 49,1% (pre-test) menjadi 76,4% (post-test), dengan pergeseran pola konsumsi ke arah kunyit putih dan daun kelor sebagai jenis herbal yang paling dominan. Rerata skor pengetahuan kesehatan reproduksi meningkat dari 63,6% menjadi 95,5%; pada item pengetahuan spesifik terkait herbal, pemahaman tentang kandungan antioksidan kunyit putih meningkat dari 61,8% menjadi 92,7%, dan pemahaman tentang pentingnya takaran herbal yang tepat meningkat dari 50,9% menjadi 100%. Peran tenaga kesehatan sebagai sumber informasi herbal meningkat tajam dari 0% menjadi 34,5%. Edukasi TOGA yang dipadukan dengan skrining berbasis machine learning terbukti efektif meningkatkan pemanfaatan herbal secara rasional, pengetahuan, dan kesadaran WUS mengenai peran TOGA sebagai pendamping, bukan pengganti, upaya pencegahan medis kanker serviks.

 

Kata Kunci: Tanaman Obat Keluarga, TOGA, Kanker Serviks, Daya Tahan Tubuh, Pencegahan Komplementer, Wanita Usia Subur.


ABSTRACT

 

Cervical cancer remains a leading cause of cancer death among women in Indonesia, primarily caused by persistent Human Papilloma Virus (HPV) infection. Women of reproductive age (WRA) in rural areas such as Slamet Village, Tumpang Sub-district, Malang Regency still have low access to IVA/Pap smear screening, while the use of Family Medicinal Plants (TOGA) as a complementary healthy-lifestyle practice has not been systematically integrated into reproductive health education. To evaluate changes in TOGA utilization, knowledge, and herbal-consumption behavior among WRA in Slamet Village before and after education as a complementary preventive effort against cervical cancer through immune system enhancement. This community service activity used interactive counseling, assisted self-screening through the CerviCheck application, and education with demonstration of six TOGA species (white turmeric, phyllanthus, moringa leaf, soursop leaf, typhonium, and andrographis), applying a one group pre-test post-test design on 55 WRA respondents in Slamet Village, Tumpang Sub-district, Malang Regency. TOGA utilization increased from 49.1% (pre-test) to 76.4% (post-test), with a shift toward white turmeric and moringa leaf as the dominant herbs consumed. Mean reproductive-health knowledge score increased from 63.6% to 95.5%; herb-specific knowledge on the antioxidant content of white turmeric increased from 61.8% to 92.7%, and knowledge on proper herbal dosage increased from 50.9% to 100%. The role of health workers as a source of herbal information rose sharply from 0% to 34.5%. TOGA education combined with machine-learning-based screening effectively improved rational herbal utilization, knowledge, and awareness among WRA that TOGA is a complement to, not a substitute for, medical cervical-cancer prevention.

 

Keywords: Family Medicinal Plants, TOGA, Cervical Cancer, Immune System, Complementary Prevention, Women Of Reproductive Age.


Kata Kunci


family medicinal plants, TOGA, cervical cancer, immune system, complementary prevention, women of reproductive age

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Ayu Handayani et al., (2022). Penggunaan Jahe Merah (Zingiber Officinale) dan Kunyit Putih (Curcuma Zedoaria) Sebagai Imunomodulator Di Masa Pandemi. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), 1(2).40-46.

Ermadona, M. M., Mauludiyah, I., Faiza, E. I., Sondakh, J. J. S., Akbarani, R., & Tim Dosen Kebidanan STIKes Kendedes. (2026). Laporan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat: Implementasi CerviCheck Berbasis Machine Learning dan Edukasi Herbal Alami dalam Pencegahan Kanker Serviks. Malang: STIKes Kendedes Malang.

Hikmah & Triastuti. (2022). Mechanism and immunomodulator bioactive compounds of Phyllanthus niruri (meniran). Jurnal Ilmiah Farmasi (Scientific Journal of Pharmacy), 18(2), 205–218

International Agency for Research on Cancer (IARC). (2022). Cervical cancer screening guidelines. Lyon: IARC-WHO.

Isaali et al. (2024). Effect of Annona muricata (soursop) on patients with cancer: a systematic review. Malaysian Journal of Pharmacy, 10(2), 3–11

Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA). (2020). Penggunaan jahe merah (Zingiber officinale) dan kunyit putih (Curcuma zedoaria) sebagai imunomodulator di masa pandemi. Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), 4(1).

Kebede et al. (2020). School-based social and behavior change communication (SBCC) advances community exposure to malaria messages, acceptance, and preventive practices in Ethiopia: a pre-posttest study. PLOS ONE, 15(6), e0235189

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Nasional Penanggulangan Kanker Serviks dan Kanker Payudara. Jakarta: Kemenkes RI.

Kusmardika, D. A. (2020). Potensi aktivitas antioksidan daun kelor (Moringa oleifera) dalam pencegahan kanker. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 46–50.

Marhaeni, L. S. (2022). Daun kelor (Moringa oleifera) sebagai sumber pangan fungsional dan antioksidan. Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.

Mauludiyah, I. (2026). Kanker Serviks: Deteksi Dini, Faktor Risiko, dan Peran Tanaman Obat Keluarga dalam Pencegahan Komplementer [Buku referensi, dalam proses penerbitan]. Malang: STIKes Kendedes Malang.

Mauludiyah, I., Faiza, E. I., Ermadona, M. M., dkk. (2024). Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai upaya preventif komplementer dalam asuhan kebidanan. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi.

Mauludiyah, I., Faiza, E. I., Ermadona, M. M., dkk. (2025). Validasi model prediksi risiko kanker serviks berbasis machine learning pada wanita usia subur. Jurnal Kesehatan Reproduksi.

Ng et al. (2023). Preclinical anticancer activity of Typhonium flagelliforme (Lodd.) Blume and its potential mechanism: a systematic review. Journal of Traditional Chinese Medical Sciences, 10(4), 403–414

Quan et al. (2020). Potential hepatotoxins found in herbal medicinal products: a systematic review. International Journal of Molecular Sciences, 21(14), 1-18

Sagita et al. (2022). Kunir putih (Curcuma zedoaria Rosc.): Formulasi, kandungan kimia dan aktivitas biologi. Majalah Farmasetika, 7(4).

Saputra, S. H., & Sitorus, S. (2014). Kunyit putih (Curcuma zedoaria [Berg.] Roscoe) sebagai pengawet dan antioksidan pangan. Jurnal Riset Teknologi Industri, 8(16), 168–176. https://doi.org/10.26578/jrti.v8i16.1632

Tilaoui et al. (2026). Harnessing Moringa oleifera for immune modulation in cancer: molecular mechanisms and therapeutic potential. International Journal of Molecular Sciences, 27(1), 263

Tjokroprawiro et al. (2024). The challenging journey of cervical cancer diagnosis and treatment at the second largest hospital in Indonesia. Gynecologic Oncology Reports, 51, 101325

Ulvia, et al. (2023). The role of Andrographis paniculata in modulating the immune response in cancer-associated chronic inflammation, angiogenesis, and metastasis. Pharmaceutical Sciences, 29(1), 20–36

Utami et al. (2025). A decade data of HPV genotypes in metropolitan regions of Indonesia: paving the way for a national cervical cancer elimination strategy. Journal of Gynecologic Oncology, 36(6)

World Health Organization. (2020). Global strategy to accelerate the elimination of cervical cancer as a public health problem. Geneva: WHO.

Yuandani et al. (2021). Immunomodulatory effects and mechanisms of curcuma species and their bioactive compounds: a review. Frontiers in Pharmacology, 12, 643119




DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i10.27614

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung


Creative Commons License
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.