SMART PKK: Pemberdayaan PKK dalam Pencegahan PTM melalui Pendekatan Transcultural Nursing Berbasis Android
Sari
ABSTRAK
Penyakit tidak menular (PTM) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk menekan peningkatan tersebut berbagai upaya dilakukan. Salah satunya dengan berfokus pada pencegahan PTM di lingkup kecil terlebih dahulu, yaitu keluarga. Dalam lingkup keluarga PKK memiliki peran dasar. PKK menjadi salah satu sasaran dalam pencegahan PTM di lingkup keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PKK dalam pencegahan PTM. Kegiatan dilakukan pada PKK Lingkungan VI Teling Bawah. Metode kegiatan ini adalah lima tahapan yaitu sosialisasi, edukasi dan pelatihan, penerapan Ipteks, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang PKK. Penerapan teknologi kegiatan ini adalah aplikasi SMART PKK, buku pencegahan PTM berbasis budaya Minahasa dan alat monitoring kesehatan. Hasil analisis pengetahuan peserta menunjukkan ada peningkatan rata-rata pengetahuan dari 52,3 poin menjadi 80,3 poin (p value <0,05). Sebagian besar PKK berhsil mempraktikan penggunaan aplikasi SMART PKK, alat pemeriksaan kesehatan (gula darah, kolesterol dan asam urat, serta berat badan dan tinggi badan). Kesimpulan: Pemberdayaan PKK melalui pendekatan transcultural nursing dan SMART PKK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PKK dalam pencegahan PTM.
Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Transcultural Nursing, Aplikasi Android.
ABSTRACT
The incidence of non-communicable diseases (NCDs) is rising annually. Various efforts are being undertaken to curb this increase, one of which focuses on preventing NCDs at the grassroots level—specifically, within the family. The Family Welfare Empowerment (PKK) movement plays a fundamental role in this context, serving as a key target for NCD prevention efforts within both families and the wider community. This program aims to enhance the knowledge and skills of the PKK regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs). This community service activity was conducted with the PKK group of Lingkungan VI, Teling Bawah, Manado. The activity employed a five-stage method are outreach or dissemination, education and training, application of science and technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. Twenty PKK members participated in this program. The technologies implemented included the SMART PKK application, a guidebook on non-communicable disease (NCD) prevention based on Minahasan culture, and health monitoring devices. An analysis of participant knowledge revealed an increase in the average score from 52.3 to 80.3 points (p-value < 0.05). Most PKK members successfully demonstrated the use of the SMART PKK application and health screening tools (for measuring blood glucose, cholesterol, uric acid, weight, and height). Empowering PKK through the transcultural nursing approach and the SMART PKK framework can enhance PKK members' knowledge and skills regarding the prevention of non-communicable diseases (NCDs).
Keywords: Non-Communicable Diseases, Transcultural Nursing, Android Application.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Anita, D.N. (2025) ‘Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Kearifan Lokal: Upaya Meningkatkan Literasi Remaja Desa Danau Usung’, Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), pp. 4450–4454. Available at: https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2219.
Bártlová S, Šedová L, Havierniková L, Hudáčková A, Dolák F and Sadílek P (2022) ‘Calidad de vida de los pacientes postictus. Zdr Varst [revista en Internet] 2022 [acceso 2 de noviembre de 2021]; 61(2): 101-108.’, National Institute of Public Health, 61(2), pp. 101–108. Available at: https://doi.org/10.2478/sjph-2022-0014.QUALITY.
Bellatrix Lumbantobing, S., Annisa Putri, A. and Wasir, R. (2025) ‘Transisi Epidemiologi Global dan Implikasinya terhadap Asuransi Kesehatan di Indonesia Global Epidemiological Transition and Its Implications for Health Insurance in Indonesia’, Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes Ri Pangkalpinang , 13(1), p. 79.
Chen, C., Chang, T., Sung, P., Su, H. and Chou, C. (2025) ‘Journal of the Formosan Medical Association An overview of post-stroke disability’, Journal of the Formosan Medical Association, 125(October). Available at: https://doi.org/10.1016/j.jfma.2025.10.038.
Febrianto, A., Salvia RD, N. and Hayati, K.R. (2024) ‘Peran PKK dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo’, Health & Medical Sciences, 2(1), p. 8. Available at: https://doi.org/10.47134/phms.v2i1.238.
Hajrah, W., Sari, G.N. and Syarifah (2024) ‘Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular’, Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo, 8(3), pp. 195–203. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.35334/jpmb.v8i3.5970.
Hasnah, Sutria, E., Fitriani, A., Wahdania, Rasmawati, Hadriani, E., Khotimah, N.K., Sari, K., Patimah and XVII, N.A. (2022) ‘Penyuluhan Kesehatan Pada Lanjut Usia dengan Pendekatan Transkultural Nursing di Wilayah Kerja Puskesmas Samata’, Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 02(1), pp. 06–14. Available at: https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1071.
Jakob, R., Harperink, S., Rudolf, A.M., Fleisch, E., Haug, S., Mair, J.L., Salamanca-Sanabria, A. and Kowatsch, T. (2022) ‘Factors Influencing Adherence to mHealth Apps for Prevention or Management of Noncommunicable Diseases: Systematic Review’, Journal of Medical Internet Research, 24(5). Available at: https://doi.org/10.2196/35371.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Survei Kesehatan Indonesia (SKI), Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) Profil Kesehatan Indonesia 2024, Kementrian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Koiriyah and Nursanti, I. (2024) ‘Analisa Teori Transcultural Nursing Madeleine Leininger’, Nusantara Hasana Journal, 3(8), pp. 192–202. Available at: http://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/279
Madeleine Leininger (1995) ‘Culture Care Theory, Reseach, and Practice’, Nursing Science Quarterly, pp. 71–78.
Marrero, S. and Adashi, E.Y. (2015) ‘Noncommunicable Diseases’, Seminars in Reproductive Medicine, 33, pp. 35–40.
Mayasari, S., Pitaloka, C.P., Koritelu, T.E., Nurvitasari, R.I., Mukhaira, I., Rismadi, K., Oliva, Z., Zaelani, A., Simamora, E., Threskiea, A., Nilawati, Nugroho, K.P.A., Akil, S.N.H., Sopbaba, A., Qurniyawati, E., Fatimah, Maulanti, T., Murdani, A.P., Mardian, A. and Yamin, I.S. (2026) Epidemiologi Penyakit Tidak Menular Teori, Metode Riset, dan Strategi Pengendalian. Banten: PT Sada Kurnia Pustaka. Available at: https://books.google.co.id/books?id=yLYAEgAAQBAJ&newbks=0&printsec=frontcover&pg=PA7&dq=faktor+risiko+ptm&hl=en&source=newbks_fb&redir_esc=y#v=onepage&q=faktor risiko ptm&f=false.
McFarland, M.R. and Wehbe-Alamah, H.B. (2019) ‘Leininger’s Theory of Culture Care Diversity and Universality: An Overview With a Historical Retrospective and a View Toward the Future’, Journal of Transcultural Nursing, 30(6), pp. 540–557. Available at: https://doi.org/10.1177/1043659619867134.
Novita, B., Susanto, A., Indrasari, T., Megananda, N.K. and Setiyaningsih, R. (2026) ‘Pemberdayaan ibu-ibu PKK melalui edukasi pendekatan holistik “ TERAS ” untuk pencegahan hipertensi’, 10, pp. 3710–3721.
Putri, Y.A.H., Asriati, A., Cahyani, M.A., Rosha, P.T., Syamiyah, N., Almira, F., Adimuntja, N.P. and Musdarianto, M. (2026) Buku Ajar Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Available at: https://www.google.co.id/books/edition/Buku_Ajar_Epidemiologi_Penyakit_Tidak_Me/d7zxEQAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=faktor+risiko+ptm&pg=PA13&printsec=frontcover.
WHO (2024) Going Digital for Noncommunicable Diseases, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/publications/b/71552?utm_source=chatgpt.com (Accessed: 20 August 2026).
WHO (2025a) Noncommunicable Diseases: Risk Factors and Conditions, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/noncommunicable-diseases-risk-factors?utm_source=chatgpt.com (Accessed: 7 June 2026).
WHO (2025b) Noncommunicable Diseases. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases (Accessed: 14 December 2025).
WHO (2025c) Noncommunicable Diseases, World Health Organization. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases (Accessed: 10 June 2026).
Widyoningsih, S., Fitriadi, R., Studi, P., Kesehatan, M., Ilmu, F., Universitas, K. and Maju, I. (2025) ‘Evaluasi Aplikasi ASIK Untuk Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Program PTM Di Puskesmas Kabupaten Serang’, PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9, pp. 3009–3024.
Yosi Suryarinilsih, Lola Felnanda Amri, Murniati, M., Sila Dewi Anggreni and Zurni Nurman (2026) ‘Edukasi Berbasis Kearifan Lokal untuk Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat dalam Pengendalian Penyakit Tidak Menular’, PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), pp. 206–213. Available at: https://doi.org/10.54259/pakmas.v6i1.5803.
DOI: https://doi.org/10.33024/jkpm.v9i10.28047
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Disponsori oleh : Universitas Malahayati Lampung dan DPW PPNI Lampung

Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Panduan Penulisan





