Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kaki Diabetik Pada Ny. N Dan Tn. A Dengan Penggunaan Polyurethane Foam Sebagai Balutan Sekunder Di Wocare Center Bogor

Oktania Nuraeni* -  Universitas Nasional, Indonesia
Rizki Hidayat -  Universitas Nasional, Indonesia
Naziyah Naziyah -  Universitas Nasional, Indonesia

ABSTRAK

Diabetes Melitus (DM) menurut American Diabetes Association, (2005) adalah sekelompok penyakit metabolik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Salah satu komplikasi pada penderita DM adalah luka kaki diabetik. Luka kaki diabetik harus ditangani dengan baik dan benar, metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah menggunakan prinsip moisture balance atau yang dikenal sebagai metode modern dressin. Salah satu balutan yang sering digunakan adalah polyurethane foam sebagai balutan sekunder. Tujuan penelitian untuk menganalisa hasil dari perawatan luka modern dengan penggunaan polyurethane foam sebagai balutan sekunder. Metode penelitian menggunakan case study, sampel yang digunakan adalah 2 klien dengan menggunakan Instrumen pengkajian luka yang digunakan WINNERS Scale. Hasil dari penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan polyurethane foam efektif digunakan pada luka kaki diabetik dengan eksudat sedang sampai banyak. Kesimpulannya adalah perawatan luka harus diimbangi dengan kadar gula darah yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut.

 

Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Luka Kaki Diabetik, Modern Dressing,

       Polyurethane Foam

 

ABSTRACT

According to the American Diabetes Association (ADA), diabetes mellitus is a collection of metabolic diseases caused by abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. One of the complications in people with diabetes mellitus is diabetic foot ulcers. Diabetic foot wounds must be treated properly, the current method of wound care is using the principle of moisture balance or what is known as the modern method of dressing. One of the frequently used dressings is polyurethane foam as a secondary dressing. The aim of the study was to analyze the results of modern wound care using polyurethane foam as a secondary dressing. The research method uses a case study, the sample used is 2 clients using the wound assessment instrument used by the WINNERS Scale. The result of this study is that modern wound care with polyurethane foam is effective for diabetic foot wounds with moderate to large exudate. Conclusion: Wound care must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition, so it is hoped that health care workers will pay more attention to this.

 

Keywords: Diabetic Mellitus, Diabetic Foot Ulcer, Modern Dressing,

      Polyurethane 

  1. Aminuddin , M., Sukmana, M., Nopriyanto, D., & Sholichin. (2020). Modul Perawatan Luka. Samarinda: CV Gunawana Lestar.
  2. Anggraini, S., Hariani, & Dwiyanti. (2019). Efektifitas Perawatan Luka Modern Dressing dengan Metode Moist Healing pada Ulkus Diabetik di Klinik Perawatan Luka ETN Centre Makassar. Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar.
  3. Arisanty, L. (2016). Menejemen Perawatan Luka. Jakarta: EGC.
  4. Bianchi, J., Gray, D., Timmons, J., & Meaume, S. (2012). Do all foam dressing have the same efficacy in the tratment of chronic wounds? Wounds UK, 62-67.
  5. Denshon, P., Beeckman, D., Campbell, M., Gloeckner, M., LeB, anc, K., & Langemo, D. (2019). Skin tears: a case-based and practical overview of prevention, assessment and management. Journal Comunity Nurs, 32-41.
  6. Handayani, L. T. (2017). Studi Meta Analisis Perawatan Luka Kaki Diabetes dengan. The Indonesian journal of health science.
  7. Hijratun. (2021). Perawatan Luka Untuk Penyembuhan Ulkus Diabetik. Sulawesi: Pustaka Taman Ilmu.
  8. IDF. (2019). Diabetes Atlas Ninth Edition Belgium. Retrieved from International Diabetes Federation: http://www.idf.org/aboutdiabetes/factsfigures
  9. Irwan, M., Indrawati, Maryati, Risnah, & Arafah, S. (2022). Efektivitas Perawatan Luka Modern dan Konvensional Terhadap Proses Penyembuhan Luka Diabetik. . Jurnal Ilmiah Mappadising.
  10. Maria, I. (2021). Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Asuhan Keperawatan Stroke. Yogyakarta: CV Budi Utama.
  11. Najihah, & Paridah. (2021). Prevalensi Infeksi Luka Kaki Diabetikpada PasienDiabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes.
  12. Nielsen, J., & Fogh, K. (2015). Clinical utility of foam dressings in wound management: a review. Chronic Wound Care Manage, 31-38.
  13. Nuari, N. A. (2017). Strategi Manajemen Edukasi Pasien Diabetes Mellitua. Yogyakarta: Deepublish.
  14. PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.
  15. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.
  16. Primadani, A. F., & Nurrahmantika, D. (2021). Proses Penyembuhan Luka Kaki Diabetik Dengan Perawatan Luka Metode. Jurnal Unimus.
  17. RISKESDAS. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from Riset Kesehatan Dasar .
  18. Supriyadi. (2017). Panduan Praktis Skrinning Kaki Diabetes Melitus. Yogyakarta: CV Budi Utama.
  19. Suyono, S., Waspadji, S., Soegondo, S., Soewondo, P., Subekti, I., Semiardji, G., . . . Basuki, E. (2018). Penatalaksanaan diabetes melitus terpadu : panduan penatalaksanaan diabetes melitus bagi dokter dan edukator. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.
  20. Tandra , H. (2020). Dari Diabetes Menuju Kaki. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  21. Wijaya, A. D. (2018). . Keperawatan Medikal Bedah 2, Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
  22. Wintoko, R., & Yadika, A. D. (2020). Manajemen Terkini Perawatan Luka. JK Unila.