Skrining dan Edukasi Pencegahan Frambusia di SDN 10 Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara

Andi Akifa Sudirman* -  Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
Dewi Modjo -  Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
Wiwi Susanti Piola -  Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Indonesia
Lenny Ali -  Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRAK

 

Penyakit Frambusia tergolong pada penyakit tropis yang sering terabaikan. Penegakkan diagnosis Frambusia dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis dan serologi. Tujuan pengabdian ini yaitu untuk untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi penyebaran frambusia di wilayah kabupaten Gorontalo Utara. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu dengan Ceramah, Diskusi dan Pelaksanaan Skrining. Hasil pelaksanaan edukasi, ada 2 materi yang disampaikan yaitu tentang penyakit frambusia dan Langkah-langkah yang benar dalam mencuci tangan menggunakan sabun. Pelaksanaan Skrining, pemeriksaan badan dilakukan pada seluruh siswa yang hadir. Siswa diperiksa dari kepala sampai pada kaki, untuk mencari apakah ada koreng atau lesi frambusia. Jika ditemukan koreng atau lesi frambusia, maka akan ditindak lanjuti dengan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Frambusia. Jika ditemukan kasus positif akan diberikan pengobatan oleh pihak puskesmas. Kesimpulan pengabdian ini adalah setelah kegiatan skrining dan edukasi pencegahan frambusia dilakukan, tidak ditemukan kasus Frambusia pada anak sekolah. Disarankan untuk dilakukan edukasi pada masyarakat terhadap faktor-faktor yang turut berperan dalam mempertahankan zero case frambusia, tidak hanya pada anak sekolah namun juga pada seluruh lapisan masyarakat

 

Kata Kunci: Frambusia, Edukasi, Skrining

 

 

ABSTRACT

 

Yaws disease is classified as a tropical disease that is often neglected. The diagnosis  is made based on clinical and serological examination. The purpose of this community service is to ensure that there is no longer any spread of yaws in the North Gorontalo district. The method of service carried out is by Lectures, Discussions and Screening Implementation. The results of the education implementation showed that there were 2 materials presented, namely about yaws and the correct steps in washing hands with soap. Implementation of Screening, a body examination is carried out on all students who attend. Students are examined from head to toe, to look for scabs or yaws lesions. If a yaw scab or lesion is found, it will be followed up with a Rapid pDiagnostic Test for Yaws. If a positive case is found, treatment will be provided by the healthcare center. The conclusion of this service is that after the yaws prevention screening and education activities were carried out, no case of yaws were found in school children. Suggestions for further community service, to educate the community about the factors that play a role in maintaining the yaws zero case, not only for school children but also for all levels of society.

 

Keywords: Yaws, Education, Screening

Supplement Files

Kata Kunci : Frambusia, Edukasi, Skrining

  1. Aris, A. 2015. Hubungan Pengetahuan Orang Tua Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di Desa Plosowahyu Kab Lamongan. Jurnal Surya, 7(1): 37–72.
  2. Arisanti, Y., Tanjung, R. & Cahyani, V.D. 2019. Gambaran Umum Kasus Frambusia Setelah Pengobatan Massal Dengan Azitromisin Di Kota Jayapura. Buletin Penelitian Kesehatan, 47(2): 77–82.
  3. Candrasari, A., Putri, D.E.F., Warraihan & Parisa, V. 2017. Pengaruh Lingkungan Terhadap Perkembangan Bahasa Anak. The 5th Urecol Proceeding. Hal.36–42.
  4. Depkes Ri 2014. Pedoman Pemberantasan Penyakit Frambusia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  5. Desmita 2015. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  6. Diyantini, N.K., Yanti, N.L.P.E. & Lismawati, S.M. 2015. Hubungan Karakteristik Dan Kepribadian Anak Dengan Kejadian Bullying Pada Siswa Kelas V Di Sd “X” Di Kabupaten Badung. Coping Ners Journal, 3(3): 93–99.
  7. Irawan, Y. 2017. Proporsi Kasus Frambusia Berdasarkan Klinis Dan Serologis Pada Anak Usia 1-12 Tahun Di Desa Sei Berombang, Sumatera Utara Periode 22-27 Agustus 2016. Jakarta: Program Studi Ilmu Kesehatan Kulit Dan Kelamin Universitas Indonesia.
  8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 496 Tahun 2017 Tentang Daerah Endemis Frambusia.
  9. Keputusan Menteri Kesehatan Ri No. 2269/Menkes/Per/Xi/2011 Tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih Sehat (Phbs).
  10. Lestari, A. 2011. Pandangan Islam Tentang Faktor Pembawaan Dan Lingkungan Dalam Pembentukan Manusia (Kajian Ilmu Pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Universitas Garut, 05(01): 1–13.
  11. Maulani, J. 2019. Aplikasi Kesehatan Menggunakan Metode Epidemiologi Skrining Tes Untuk Karyawan Cv. Annisa. Jurnal Technologia, 10(1): 10–16.
  12. Menaldi, S., Novianto, E. & Sampurna, A. 2015. Atlas Berwarna Dan Sinopsis Penyakit Kulit Dan Kelamin. Jakarta: Badan Penerbit Fkui.
  13. Noorkasiani, H. & Ismail, R. 2019. Sosiologi Keperawatan. Jakarta: Egc.
  14. Notoatmodjo, S. 2014. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Pt. Rineke Cipta.
  15. Peraturan Menteri Kesehatan Ri Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Eradiksi Frambusia.
  16. Pittara 2022. Frambusia. Alodokter.Com. Tersedia Di Https://Www.Alodokter.Com/Frambusia [Accessed 27 November 2022].
  17. Pongdatu, M., Ode, W. & Zoahira, A. 2022. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Frambusia Di Desa Lolibu Wilayah Kerja Puskesmas Wamolo Kabupaten Buton Tahun 2010 Factors Associated With The Occurrence Of Yaws In Lolibu Village , Wamolo Community Health Center , Buton Regency ,. Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya, 1(2): 1–11.
  18. Simamora, M., Boy, A.F. & Hutasuhut, M. 2019. Penerapan Metode Certainty Factor Dalam Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Frambusia Pada Anak-Anak. Jurnal Cybertech, X(X): 1–9.
  19. Tanaefeto, Y.G. & Ulfiana, E. 2018. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Penyakit Frambusia. Keperawatan, 2: 81–90.
  20. Wati, D.E. 2018. Patgenitas Dan Gejala Klinis Lalat Sebagai Vektor Penyakit Yaws (Patek). Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari Banjar Baru.