Analisis Intervensi Keperawatan sebagai Chloramphenicol Zalf Sebagai Primary Dressing pada Fase Proliferasi Luka pada Pasien Nn. D dan Ny. F dengan Diagnosis Medis Post OP Appendicitis di RS Uki Jakarta Timur

Wilda Tamara Sagala* -  , Indonesia
Naziyah Naziyah -  , Indonesia

Supp. File(s): Instrumen Riset

ABSTRAK

 

Apendisitis menurut Smeltzer & Barre (2018) adalah inflamasi akut pada kuadran bawah dari rongga abdomen dan penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat. Salah satu komplikasi dari apendisitis adalah perforasi apendiks, peritonitis, dan abses. Luka pascabedah apendisitis harus ditangani dengan baik dan benar, metode perawatan luka yang berkembang saat ini adalah menggunakan prinsip moisture balance (Angriani, 2020). Kloramfenikol salep berfungsi untuk menghambat pembentukan ikatan peptida. ( Katzung, 2018). Menganalisis asuhan keperawatan luka pascabedah apendisitis pada Nn. D dan Ny. F dengan penggunaan kloramfenikol salep sebagai pengobatan primer di Ruang Bougenville RS UKI. Tindakan keperawatan di mulai tanggal 20 September dan 05 Oktober 2022 di Ruang Bougenville RS UKI. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit dilakukan perawatan luka modern dressing. Kloramfenikol salep adalah antibiotik broad-spectrum yang berkhasiat bakteriostik terhadap gram positif aerob maupun anaerob dan bakteri gram negatif, sehingga sering digunakan pada keadaan luka yang terinfeksi oleh bakteri. Perawatan luka modern dengan kloramfenikol salep terbukti mempercepat proses penyembuhan luka pada Nn. D dan Ny. F, terlihat efek yang signifikan dikarenakan proses penyembuhan luka akut yang sesuai dengan waktu penyembuhan luka. Perawatan luka harus diimbangi dengan aktivitas yang terkontrol dan nutrisi yang baik sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal tersebut.

 

Kata Kunci: Apendisitis, Luka Pascabedah, Modern Dressing, Kloramfenikol Salep

 

 

ABSTRACT

 

Appendicitis according to Smeltzer & Barre (2018) is an acute inflammation of the lower quadrant of the abdominaxl cavity and the most common cause for emergency abdominal surgery. One of the complications of appendicitis is appendix perforation, peritonitis, and abscess. Postoperative appendicitis wounds must be handled properly and correctly, the method of wound care that is currently developing is to use the principle of moisture balance (Angriani, 2020). Chloramphenicol ointment functions to inhibit the formation of peptide bonds.(Katzung, 2018). To analyze postoperative wound care for appendicitis in Ms. D and Mrs. F with the use of chloramphenicol ointment as primary treatment in the Bougenville Room at UKI Hospital. Nursing actions started on September 20 and October 5, 2022 at the Bougenville Room of UKI Hospital. The implementation of nursing diagnoses of impaired skin integrity was carried out by modern wound dressings. Chloramphenicol ointment is a broad-spectrum antibiotic which has bacteriostic properties against gram-positive aerobic and anaerobic and gram-negative bacteria, so it is often used in conditions where wounds are infected by bacteria. Modern wound care with chloramphenicol ointment has been proven to speed up the wound healing process in Ms. D and Mrs. F, there is a significant effect due to the acute wound healing process which is in accordance with the wound healing time. Wound care must be balanced with controlled activities and good nutrition so it is hoped that health care workers will pay more attention to this.

 

Keywords: Appendicitis, Postoperative Wounds, Modern Dressing, Chloramphenicol Ointment

Supplement Files

  1. Arifin, D. S. (2014). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Post Operatif Apendiktomy Et Cause Appendisitis Acute.
  2. Elizabeth J. Corwin. (2011). Buku Saku Patofisiologi Corwin. Jakarta: Adityamedi.
  3. Jong, S. & De. (2010). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta: Egc.
  4. Mansjoer, A. (2011). Kapita Selekta Kedokteran (Ketiga Jil). Jakarta.
  5. Nielsen, J., & Fogh, K. (2015). Clinical Utility Of Foam Dressings In Wound Management: A Review. Chronic Wound Care Manage, 31-38.
  6. Ppni. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (Sdki): Definisi Dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dpp Ppni.
  7. Ppni. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (Siki): Definisi Dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: Dpp Ppni.
  8. Ramdhani, Y., Aldy, F., & Siregar, S. D. (2021). Konsep Dasar Luka. Solo: Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.
  9. Riskesdas. (2018). Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved From Riset Kesehatan Dasar .
  10. Sjamsuhidajat & De Jong. (2010). Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta.
  11. Smeltzer & Bare. (2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brurner & Suddarath (8th Ed.). Jakarta: Egc.
  12. Sofiah, W. (2017). Asuhan Keperawatan Klien Yang Mengalami Post Op 98 Apendiktomi Dengan Resiko Infeksi Di Rsud Kota Jakarta Utara.
  13. Sriwiyati, L., & Kristanto, B. (2020). Karakteristik Luka Dan Penggunaan Balutan. Adi Husada Nursing Journal.
  14. Sulekale, A. (2016). Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Kasus Appendisitis Di Rumah Sakit Santa Anna Kendari.
  15. Suriadi. (2015). Pengkajian Luka Dan Penanganannya Edisi 1. Jakarta: Sagung Seto.
  16. Vowden, K., & Vowden, P. (2017). Wound Dressings: Principles And Practice Surgery.
  17. Waller, C., & Team , V. (2019). Interactive Dressings And Their Role In Moist Wound Management In Advanced Textiles For Wound Care, 2nd Ed. Ed. S. Rajendran (United Kingdom: Woodhead Publishing Limited).
  18. Wijaya, A. D. (2018). . Keperawatan Medikal Bedah 2, Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
  19. Wintoko, R., & Yadika, A. D. (2020). Manajemen Terkini Perawatan Luka. Jk Unila.
  20. Zulfikar, F ., Budi, P ., & Wiratmo. (2015). Studi Penggunaan Antibiotik Pada Kasus Bedah Apendiks Di Instalasi Rawat Inap Rsd Dr. Soebandi Jember Tahun 2013. 3(1), 44 – 49.