Analisis Penerapan Fisiotherapi Dada dan Edukasi Pemberian Minum Air Hangat pada Balita Bronkhopneumonia dengan Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Rawat Inap RS X BSD: Laporan Kasus

Sumarni Sumarni, Tuti Asrianti Utami

Sari


ABSTRACT

 

Introduction: Bronchopneumonia is an inflammatory lung disease characterised by infiltrate spots caused by bacteria, viruses, fungi or foreign bodies (Wijayaningsih, 2018). This disease is mostly affects children because in children, the organs are not yet functioning optimally, so they are vulnerable to disease. According to UNICEF in 2021, the leading cause of death in children under the age of 12-59 months is bronchopneumonia, which is 9.4%. Chest physiotherapy is one of the therapies to overcome the problem of ineffective airway clearance in children with bronchopneumonia. Purpose: To analyse the effectiveness of chest physiotherapy to overcome the problem of ineffective airway clearance in children. Method: Case study research method conducted on 2 pediatric patients with bronchopneumonia who were admitted to the pediatric inpatient room of X BSD Hospital in November 2024 with an intervention for 2 days. Result: The results of additional ronchi sounds in both children were shown to decrease with auscultation before and after. The more severe the condition, the longer the provision of chest physiotherapy can be, more than 10-15 minutes. Conclusion: Warm water and chest physiotherapy can be used as one of the safe nursing self-measures in helping to reduce respiratory rales in children with bronchopneumonia. Chest physiotherapy and warm water drinking can be used as complementary therapies to help overcome problems with airway clearance.

 

Keywords: Bronchopneumonia, Chest Physiotherapy, Warm Water Drinking, Ineffective Airway Clearance, Nutrition

 

 

ABSTRAK

 

Pendahuluan: Bronkopneumonia merupakan salah satu penyakit peradangan paru yang ditandai adanya bercak infiltrate yang diakibatkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun benda asing (Wijayaningsih, 2018). Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak karena pada anak-anak organ belum berfungsi secara optimal sehingga rentan akan penyakit. Menurut UNICEF tahun 2021 menyebutkan bahwa penyebab kematian utama pada anak balita usia 12-59 bulan adalah bronkopneumonia yaitu sebesar 9,4%. Fisioterapi dada merupakan salah satu terapi untuk mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas fisioterapi dada dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak. Metode Penelitian: Metode penelitian studi kasus yang dilakukan pada 2 pasien anak dengan bronkopneumonia yang dirawat diruang rawat inap anak RS X BSD pada bulan November 2024 dengan intervensi selama 2 hari. Hasil: Hasil suara tambahan ronchi pada kedua anak terbukti berkurang dengan auskultasi sebelum dan sesudahnya. Semakin berat kondisinya maka pemberian fisioterapi dada bisa lebih dari 10-15 menit. Kesimpulan: Pemberian minum air hangat dan fisioterapi dada dapat digunakan sebagai salah satu tindakan mandiri keperawatan yang aman dalam membantu mengurangi ronki pernapasan pada anak dengan bronkopneumonia. Fisioterapi dada dan pemberian minum air hangat dapat digunakan sebagai terapi komplementer untuk membantu mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif dan mengurangi bunyi ronkhi pada pernapasan.

 

Kata Kunci: Bronchopneumonia, Fisioterapi Dada, Pemberian Minum Air Hangat, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Nutrisi

Kata Kunci


bronchopneumonia; fisioterapi dada; pemberian minum air hangat; bersihan jalan nafas tidak efektif

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Abigail, J. J. C., & Sari, D. P. (2024). Pemberian Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Pada Pasien Anak Dengan Bronkopneumonia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 8982-8990.

Anna, R., Majid, A., & Basri. (2021). Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernapasan Pasien Tb Paru di RSUD Haji Makassar. Jurnal Mitrasehat, 11(1), 129–137. https://doi.org/10.51171/jms.v11i1.277.

Annashr, N. N., Maharani, R., & Heriana, C. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pernafasan Pada Pekerja Pt. X Kabupaten Sumedang. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 554–563. https://doi.org/10.31004/prepotif.v6i1.2911.

Caniago, O., Utami, T. A., & Surianto, F. (2019). Faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 3(2), 1–15.

Fitria, A. N., Khoiriyati, A., & Krisyanto, W. P. (2024). Studi Kasus: Penerapan Latihan Batuk Efektif Dan Minum Air Hangat Pada Pasien Asma Bronkhial. Indonesian Journal of Health Research Innovation, 1(2), 87-93.

Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2024). Wong’s Nursing Care of Infants and Children (12th ed.). Elsevier.

Malinda, R. (2024). Implementasi Model PRECEDE-PROCEED dalam Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS). PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(4), 128-133.

Novitasari, D., & Kaliasari, R. (2022). Pengaruh Fisioterapi Dada Dan Batuk Efektif Terhadap Pasien Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (Ppok). Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(November), 1377–1386.

Polapa, D., Purwanti, N. H., & Apriliawati, A. (2022). Fisioterapi Dada terhadap Hemodinamik dan Saturasi Oksigen pada Anak dengan Pneumonia. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 818–827. https://doi.org/10.31539/jks.v6i1.4674.

Potter, P. A., Perry, A. G., Stockert, P. A., & Hall, A. M. (2021). Fundamentals of Nursing (10th ed.). Elsevier.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Pneumonia pada Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1 Ce). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Safitri, A. S. D., Safruddin, S., & Ernasari, E. (2023). Efektivitas Minum Air Hangat dan Batuk Efektif terhadap Bersihan Jalan Napas Pasien Tuberkulosis Paru. Window of Nursing Journal, 4(2), 173–182. https://doi.org/10.33096/won.v4i2.590.

Sholihah, N. A., & Sakinah, S. (2022). Buku Ajar Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Penerbit NEM.

Swearingen, P. L. (2016). All in One Nursing Care Planning Resource. In Elsevier. Elsevier. https://doi.org/10.1017/CBO9780511605260.001

Syafiati, N. A. (2021). Penerapan Fisioterapi Dada Dalam Mengatasi Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Anak Pneumonia Usia Toddler (3-6 Tahun). Jurnal Cendikia Muda, 1(1), 103–108.

Titin, T. (2024). Hubungan Status Gizi dan Status Imunisasi terhadap Kejadian Bronkopneumonia pada Anak. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 5(1), 1-8.

Ustami, L., & Nurhakim, F. (2023). Intervensi Manajemen Jalan Napas Pada Pasien Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif : Studi Kasus. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2636–2643. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1176 .

Utami, T. A., Yulisa, I., & Neonbeni, Y. (2022). Promosi Kesehatan Mencegah Infeksi Saluran Pernafasan Atas dengan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jurnal Asawika, 7(1), 1–15.

Utami, T. A., Redjeki, S., & Tokan, Y. B. (2021). Menstimulus Tumbuh Kembang Balita Dengan Gizi Seimbang Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 4(6), 1498-1504.




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i1.19541

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.