Hubungan Pengetahuan dan Sikap Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat

Dewi Fortuna Anggraini, Nana Novariana, Tubagus Erwin

Sari


ABSTRACT

 

According to the latest data from the World Health Organization (WHO) in 2022, approximately 2.2 million people in developing countries, especially children, die each year from various diseases caused by a lack of PHBS. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) at the household level is an effort to raise awareness among families, including all family members, so that they have the ability and willingness to practice PHBS in their daily lives. Low levels of PHBS implementation at the household level can lead to an increase in the incidence of environment-based diseases. The objective of this study is to determine the relationship between family knowledge and attitudes and the implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (PHBS) in the Working Area of the Tinggi Hari Health Center, Lahat District, in 2025. This is a quantitative study with a cross-sectional design. The population consists of all household heads in the service area of the Tinggi Hari Health Center in Lahat District in 2025, totaling 92 households. The sampling technique used is total sampling with a sample size of 92 households. The instruments used are questionnaires, and the statistical test used is the chi-square test. The research results were obtained from 92 respondents, where the frequency distribution of knowledge showed that most respondents (57.6%) had insufficient knowledge, negative attitudes (59.8%), and poor PHBS (53.3%) out of 92 respondents. The chi-square test results showed a p-value for knowledge of 0.000 ≤ 0.05 and a p-value for attitude of 0.000 ≤ 0.05. The recommendation from this study is to provide health education and ongoing encouragement to households regarding PHBS, which will foster a positive attitude and promote the development of PHBS behavior.

 

Keywords: Knowledge, Attitude, PHBS.

 

 

ABSTRAK

 

Menurut World Health Organization (WHO) data terakhir tahun 2022 setiap tahunnya sekitar 2,2 juta orang di negara berkembang terutama anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya PHBS. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga merupakan upaya dalam menyadarkan keluarga termasuk seluruh anggota keluarga agar memiliki kemampuan dan kemauan dalam melakukan praktek PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Rendahnya tingkat penerapan PHBS di tingkat rumah tangga dapat menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit berbasis lingkungan. Tujuan penelitian ini diketahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga dengan pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat Tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi adalah seluruh Kepala Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggi Hari Kabupaten Lahat 2025, sebanyak 92 KK, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan sampel 92 KK. Instrumen menggunakan kuesioner dan uji statistik yang digunakan  uji chi square. Hasil penelitian didapatkan dari 92 Responden dimana distribusi frekuensi Distribusi frekuensi pengetahuan didapatkan bahwa sebagian besar responden (57,6%) kurang, sikap (59,8%) negatif, PHBS (53,3%) kurang baik dari 92 responden. Hasil uji chi square pvalue pengetahuan 0,000 ≤ 0,05 dan pvalue sikap 0,000 ≤ 0,05. Saran penelitian ini pendidikan kesehatan dan memberikan dorongan yang bekelanjutan kepada tatanan rumah tangga terkait  PHBS maka akan menciptakan sebuah sikap positif sehingga tumbuhnya prilaku dalam melakukan PHBS.

 

Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, PHBS.


Kata Kunci


Pengetahuan, Sikap, PHBS

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Anasari & Pantiawati. 2020. Faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia. Jurnal Bina Cipta Husada 2020

Arikunto. S. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, R. Y. 2016. Siap Manusia Teori dan Pengukurannya, Edisi Ke-2. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

Budiman, R. A. 2013. Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta : Selemba Medika.

Bustan, M. N. (2007). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta : Rineka Cipta.

Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sumatra Selatan. 2024. Profi Kesehatan Provinsi Sumatra Utara 2024

Darmin, & Sudirman. (2022). Faktor Predisposisi yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tempat Umum (Pasar Passi, Gogagoman). Gorontalo Journal of Public Health, 5 (2), 92–99.

Fauzianor, A. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga. Skripsi, 1-33.

Harmendo. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Phbs Rumah Tangga Di Lingkungan Nelayan 2 Wilayah Kerja Puskesmas Sungailiat Kabupaten BangkA. 5(2), 11–19.

Hijriani, H., Agustini, A., & Karnila, A. 2020. Pengetahuan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada anak dengan diare di Rumah Sakit Umum kelas B kabupaten Subang. Jurnal Health Sains, 1(5), 288-293.

Idawati, I. et al. 2020. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Tentang Kebersihan Lingkungan Di Desa Belee Busu Dusun Meunasah Dayah Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie, Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), pp. 341 349. doi: 10.31004/cdj.v1i3.1042.

Kemenkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia Indonesia Tahun 2017. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2022. Profil kesehatan indonesia. Jakarta : Kemenkes RI 2022

Kemenkes RI. 2023. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup bersihdan Sehat (PHBS) [Internet] Jakarta: Kemenkes RI; Available from: https://dinkes.acehprov.go.id/lcontent/uploads/profilkes_aceh_2018.pdf

Kesehatan, K. (2011). Panduan Menteri Kesehatan dan Penilaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga melalui Tim Penggerak PKK

Kesehatan, K. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2269/Menkes/Per/XI/2011 Tentang Pedoman Pembinaan Perilku Hidup Bersih dan Sehat

Krakatau Medika. 2022. PHBS Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga, Rumah Sakit Krakatau Medika. Available at: https://krakataumedika.com/info media/artikel/phbs-perilaku-hidup-bersih-dan-sehat-di-tatanan-rumah-tangga.

Keswara. 2019. Pengetahuan, Sikap dan Peran Tenaga Kesehatan terhadap Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) rumah tangga.

Kusumawardani, L. H., & Saputri, A. A. 2020. Gambaran pengetahuan, sikap dan keterampilan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada anak usia sekolah. Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia, 10(02), 82-89.

Maryunani. 2017. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jakarta: Cv. Trans Info Medi.

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2014. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta.

Nurkhasanah, Dwi Anna, Rico Januar Sitorus, and Heru Listiono. 2021. “Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD).” Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 21(1): 277.

PeraturanMenteriKesehatanNo.2269/MENKES/PER/XI/2011Mengenai Pedoman Pembinaan Perilaku Bersih Dan Sehat (PHBS).

Proverawati, A dan Rahmawati, E. 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika.

Puskesmas Tinggi Hari. 2024. Data PHBS Wilayah Puskesmas Tinggi Hari. Kabupaten Lahat Provinsi Sumatra Selatan.

Ramdaniyati, Susilaningsih, S., & Nurhakim, F. 2018. Pengetahuan, Sikap, Perilaku Pasien dan Keluarga Dalam Pelaksanaan PHBS di Rumah Sakit. JurnaL Keperawatan BSI, 10(1), 20-29.

Riyanto, A. 2017. Aplikasi metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta : Nuha Medika.

Rosidin, Udin, Sumarna, Umar, & Eriyani, Theresia. (2019). Determinan Pelaksanaan PHBS Rumah Tangga di Desa Jayaraga Tarogong Kidul. Kabupaten Garut: Jurnal Keperawatan BSI, 7(1). Google Scholar

Sari, Andesta, and Irwan Budiono. 2021. “Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pencegahan Covid-19.” Indonesian Journal of Public Health and Nutrition 1(1): 101–13.

Siswanto, S. 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran. Edisi Pertama, cetakan kedua. Yogyakarta : Bursa Ilmu.

Siyam, N., & Cahyati, W. H. (2018). Penerapan School Based Vector Control (SBVC) untuk Pencegahan dan Pengendalian Vektor Penyakit di Sekolah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. https://doi.org/10.30597/mkmi.v14i1.3715

Sugihantono, Anung, Erlina Burha, Agus Dwi Susanto, and Triya Damayanti. 2020. Kementerian Kesehatan RI Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) : Revisi Ke-5. 5th ed. Jakarta Selatan 12950: Kementerian Kesehatan RI.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Manajemen. Bandung : Alfabeta

Suharsini, A. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Supardi. 2013. Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Trans Info Media

Trisnowati, H., & Daduk, S. S. (2017). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap PHBS Di Rumah Tangga Dengan Perilaku Merokok Dalam Rumah Kepala Rumah Tangga Di Dusun Karangnongko Yogyakarta. Medika Respati, 12 (4).

World Health Organization. (2023). WHO | Sanitation. Who.




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i4.22391

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.