Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Tingkat Kualitas Tidur Pasien Chronic Kidney Disease di Ruang Hemodialisa RSD KRMT Wongsonegoro Semarang
Sari
ABSTRACT
Chronic Kidney Disease (CKD) is a significant global health challenge, often leading to various complications, including sleep disorders, which can seriously impact patients' quality of life. Hemodialysis, a life-sustaining treatment for end-stage CKD, itself contributes to sleep problems in 50-80% of patients. These sleep problems include quantitative and qualitative aspects, such as sleep duration, sleep latency, sleep efficiency, and general sleep disturbances, which cause discomfort and affect daily activities. The prevalence of PGK in Indonesia is quite high, with a large number of patients undergoing routine hemodialysis treatment (2-3 times a week for 3-4 hours). Addressing sleep disorders in CKD patients undergoing hemodialysis is very important. Non-pharmacological interventions are often preferred to avoid the dependence associated with long-term medication use. Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) has emerged as a promising non-drug treatment that combines energy medicine with spiritual elements, such as tapping on specific meridian points and prayer. SEFT aims to improve sleep quality by promoting relaxation, reducing anxiety, and balancing the body's energy flow. This technique involves three main steps: Set-Up, Tune-In, and Tapping. The Set-Up phase neutralizes negative thoughts, the Tune-In phase focuses on discomfort with sincere prayer, and the Tapping phase involves light tapping on 18 major meridian points to stimulate energy flow and induce relaxation. This process can stimulate the pituitary gland to release endorphins, which produce a calming effect and feelings of happiness. A quantitative research design with a one-group pre-test post-test approach was used to evaluate the effectiveness of SEFT. A total of 88 hemodialysis patients at RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang were recruited using purposive sampling. Sleep quality data were collected using PSQI, an instrument with validated reliability and sensitivity. Statistical analysis using the Wilcoxon test showed that 0 respondents (0%) had negative ranks, meaning there was no decrease from pre-test to post-test, while 53 respondents (27%) had positive ranks, meaning there was an increase from pre-test to post-test. It was also found that there were 35 respondents with tied values (equality) who did not experience an increase or decrease in sleep quality after receiving SEFT therapy. The sign p-value = 0.000 or p < 0.05, so 0.000 < α (0.05), meaning that Ho was rejected and Ha was accepted, indicating that there was an impact of SEFT therapy on sleep quality in CKD patients. These findings support the hypothesis that SEFT can effectively improve sleep quality in CKD patients undergoing hemodialysis by increasing relaxation, calmness, and reducing sleep disturbances. This study concludes that SEFT is an effective non-pharmacological intervention to improve sleep quality in this patient population, although professional implementation is crucial for optimal results.
Keywords : Renal Failure, Hemodialysis, SEFT Therapy, Sleep Quality.
ABSTRAK
Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, seringkali menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk gangguan tidur, yang dapat berdampak serius pada kualitas hidup pasien. Hemodialisis, suatu perawatan penunjang kehidupan untuk CKD stadium akhir, sendiri berkontribusi terhadap masalah tidur pada 50-80% pasien. Masalah tidur ini mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif, seperti durasi tidur, latensi tidur, efisiensi tidur, dan gangguan tidur secara umum, yang menyebabkan ketidaknyamanan dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Prevalensi PGK di Indonesia cukup tinggi, dengan sejumlah besar pasien menjalani perawatan hemodialisis rutin (2-3 kali seminggu selama 3-4 jam). Mengatasi gangguan tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis sangatlah penting. Intervensi nonfarmakologis seringkali lebih disukai untuk menghindari ketergantungan yang terkait dengan penggunaan obat jangka panjang. Teknik Kebebasan Emosional Spiritual (SEFT) muncul sebagai pengobatan non-obat yang menjanjikan yang menggabungkan pengobatan energi dengan unsur-unsur spiritual, seperti tapping pada titik meridian tertentu dan doa. SEFT bertujuan untuk meningkatkan kualitas tidur dengan mendorong relaksasi, mengurangi kecemasan, dan menyeimbangkan aliran energi tubuh. Teknik ini melibatkan tiga langkah utama: Set-Up, Tune-In, dan Tapping. Fase Set-Up menetralkan pikiran negatif, fase Tune-In berfokus pada ketidaknyamanan dengan doa yang tulus, dan fase Tapping melibatkan tapping ringan pada 18 titik meridian utama untuk merangsang aliran energi dan menimbulkan relaksasi. Proses ini dapat merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan endorfin, yang menghasilkan efek menenangkan dan perasaan bahagia. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan one-group pre-test post-test untuk mengevaluasi efektivitas SEFT. Sebanyak 88 pasien hemodialisis di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang direkrut menggunakan purposive sampling. Data kualitas tidur dikumpulkan menggunakan PSQI, sebuah instrumen yang tervalidasi reliabilitas dan sensitivitasnya. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa negatif ranks 0 responden (0%) yaitu tidak terdapat penurunan pre test ke post test, diketahui juga bahwa positif ranks 53 responden (27%) yaitu ada peningkatan pre test ke post test. Diketahui juga ada ties nilai (persamaan) 35 responden yang tidak mengalami peningkatan atau penurunan tingkat kualitas tidur setelah diberikan terapi SEFT. Nilai sign p-value = 0,000 atau p < 0,05 sehingga 0,000 < α (0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada dampak antara terapi SEFT pada kualitas tidur pada pasien CKD. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa SEFT dapat secara efektif meningkatkan kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis dengan meningkatkan relaksasi, ketenangan, dan mengurangi gangguan tidur. Studi ini menyimpulkan bahwa SEFT merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur pada populasi pasien ini, meskipun implementasi profesional sangat penting untuk hasil yang optimal.
Kata Kunci: Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialisa, Terapi SEFT, Kualitas Tidur.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Akbar, Finica Dwi, Kharisma Jayak Pratama, and Tatiana Siska Wardani. 2023. “Gambaran Faktor Penyebab Penyakit Ginjal Kronik Pada Pasien Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di Unit Hemodialisis RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Tahun 2023.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9(25): 377–90. doi:10.5281/zenodo.10426796.
Alfian Mas’ud, Megawati Sibulo, and Hikmah Damaiyanti. 2025. “Implementasi Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Menurunkan Ansietas Akibat Hipertensi Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Biru Kabupaten Bone.” Jurnal Anestesi 3(1): 216–26. doi:10.59680/anestesi.v3i1.1772.
Anggriana, Pravita. 2024. “Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Tingkat Kualitas Tidur Pasien Chronic Kidney Disease Di Unit Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Gombong.” https://repository.unimugo.ac.id/3488/1/PRAVITA ANGGRIANA NIM. A12020090_compressed.pdf.
Arifin Noor, Mohammad, Wulan Maulia Riska, Suyanto Suyanto, and Indah Sri Wahyuningsih. 2023. “Pengaruh Kombinasi Ankle Pump Exercise Dan Elevasi Kaki 30° Terhadap Edema Kaki Pada Pasien Ckd.” Jurnal Keperawatan Sisthana 8(1): 25–36. doi:10.55606/sisthana.v8i1.225.
Artiany, Sara, and Yohanes Gamayana Trimawang Aji. 2021. “Gambaran Komorbid Pada Pasien Hemodialisis Di RS Angkatan Udara (RSAU) DrEsnawan Antariksa.” Jurnal Keperawatan Cikini 2(2): 1–6. doi:10.55644/jkc.v2i2.57.
Aulia, Nabila, Indah Lestari Daeng Kanang, Nurfachanti Fattah, Pratiwi Nasir Hamsah, and Berry Erida Hasbi. 2024. “Characteristics of Hypertension Patients with Chonic Kidney Disease at Ibnu Sina Hospital, Makassar City Year 2022-2023.” Jurnal Biologi Tropis 24(1): 722–28. doi:10.29303/jbt.v24i1.6676.
CDC, Government, This Official, Booklet Tells You, and N.d. 2021. “Peningkatan Kepatuhan Penderita Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Hemodialisa Di RS 1.” Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA 9(1): 20–27. doi:10.52943/jikeperawatan.v9i1.1232.
Daryani, Sri Sat Titi Hamranani, and Meniki Sri Sarwanti. 2021. “Pengaruh Pemberian Slimber Ice Terhadap Penurunan Idwg (Inter Dialitic Weigh Gain) Pasien Cronic Kidney Diseases (Ckd.” MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan 15(2): 84–89. doi:10.61902/motorik.v15i2.180.
Evinta, Reda, and Andi Subandi. 2025. “Identifikasi Hubungan Tingkat Restless Legs Syndrome ( Rls ) Dengan Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis.” 9: 829–39.
Ferlanda Alam, Rama Rajasa, Djunizar Djamaludin, Eka Trismiyana, and M. Arifki Zainaro. 2025. “Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Kualitas Tidur Dan Kecemasan Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Haji Pemanggilan Kabupaten Lampung Tengah.” Malahayati Nursing Journal 7(3): 1009–23. doi:10.33024/mnj.v7i3.17036.
Fitriana, Nurinda, Septi Wardani, Sri Hananto, and Ponco Nugroho. 2022. “Terapi SEFT (Spiritual Emosional Freedom Technique) Pada Remaja Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Tidur Pada Kasus Insomnia.” Borobudur Nursing Review 2(1): 1. doi:10.31603/bnur.5443.
Ichlas Tribakti, Syamsul Anwar, Nurhayati. 2023. “Pengaruh Terapi Spritual Emotional Freedom Technique Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia.” 5: 2514–22. doi:10.31539/joting.v5i2.3322.
Komariyah, Nur, Dwi Nur Aini, Heny Prasetyorini Program Studi Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Bisnis dan Teknologi, Universitas Widya Husada Semarang, Jl Subali Raya No, Semarang Barat, and Jawa Tengah. 2024. “Hubungan Usia, Jenis Kelamin Dan Tingkat Pendidikan Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis.” Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal 14(1): 1107–16. doi:10.32583/pskm.v14i3.2018.
Melati, Nimsi. 2022. “Gambaran Kecemasan Pendamping Pasien Hemodialisa Di Masa Pandemi COVID-19.” 13(2017): 100–105. doi:10.33846/sf13nk119.
Nurhayati, Ismi, Ali Hamzah, Lina Erlina, and Hotma Rumahorbo. 2022. “Gambaran Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa: Literature Review.” Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale 1(1): 38–51. doi:10.34011/jkifn.v1i1.114.
Pambudiarto, Arie Agus, Amalia Nur Azizah, Luthfiana Amalia, Tsani, Khoirun Niswatin, Dian Hudiyawati, and Erni Susanti. 2024. “Penerapan Intervensi Progressive Muscle Relaxation Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Pasien Hemodialisa Di Rsud Ir. Soekarno Sukoharjo.” 7: 167–86. doi:10.33024/jkpm.v7i5.14588.
Panggabean, Martinova Sari. 2022. “Nutrisi Pasien Anak Dengan Chronic Kidney Disease (CKD).” Cermin Dunia Kedokteran 49(6): 320. doi:10.55175/cdk.v49i6.1880.
Ponco, Hananto. 2020. “Pengaruh Teknik Seft (Spiritual Emotional Fredoom Technique) Terhadap Kualitas Tidur Pasien Chronic Kidney Disease.” Jurnal Surya 11(03): 16–25. doi:10.38040/js.v11i03.57.
Pratama, Engla Rati, Silvia Intan Suri, and Siska Damaiyanti. 2022. “Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi.” Malahayati Nursing Journal 4(8): 1983–94. doi:10.33024/mnj.v4i8.6738.
Ratna Esmayanti, Agung Waluyo, Lestari Sukmarini. 2022. “Terapi Komplementer Pada Pasien Ckd Dengan Sleep Disorder.” Jurnal Keperawatan Silampari 5(8.5.2017): 2003–5. doi:10.31539/jks.v5i2.3563.
Safinah Saadah, Rita Dwi Hartati. 2021. “Prosiding Seminar Nasional Kesehatan 2021 Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.” Seminar Nasional Kesehatan (2017): 2332. doi:10.48144/prosiding.v1i.707.
Salsabila, Amalya, Hendra Herman, Nyimas Natasha Ayu Shafira, Randy Fauzan, and Putri Sari Wulandari. 2023. “Gambaran Karakteristik Gagal Ginjal Kronik Obstruktif Dan Non-Obstruktif Pada Pasien Dewasa-Lansia Di RSUD Raden Mattaher Tahun 2017-2020.” Journal of Medical Studies 3(2): 85–94. doi:10.22437/joms.v3i2.27367.
Siregar, Maya Ardilla, Ani Ramadhani Kaban, Yuliatil Adawiyah Harahap, and Afina Muharani Saftriani. 2023. “Pengaruh Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Dan Murottal Surah Ar Rahman Terhadap Kualitas Tidur Pasien Hemodialisa.” Jkep 8(2): 237–51. doi:10.32668/jkep.v8i2.1425.
Suryadin, Asep, Ernawati Hamidah, Eva Martini, Dhinny Novryanthi, Lutiyah Lutiyah, Sri Kurnia Dewi, and Sally Yustinawati. 2022. “Pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Untuk Peningkatan Kualitas Tidur Lanjut Usia.” Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) 4(2): 303–10. doi:10.36312/sasambo.v4i2.684.
Tristianingsih, Julia, and Sarah Handayani. 2021. “Determinan Kualitas Tidur Mahasiswa Kampus A Di Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka.” Perilaku dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior 3(2): 120. doi:10.47034/ppk.v3i2.5275.
Triyono, Alfian Heri, Made Suandika, Tophan Heri Wibowo, and Fety Kumala Dewi. 2023. “Gambaran Kejadian Komplikasi Intra Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rs Tk Ii 04.06.01 Wijayakusuma Purwokerto.” Jurnal of Nursing and Health (JNH) Volume 8 N: 27–39. doi:10.52488/jnh.v8i1.209.
Wahyudi, Reza Akmal, and Cusmarih Cusmarih. 2022. “Effectiveness Of Family Involvement In Self-Care Management Of Hemodialysis Patients At Bekasi District Hospital.” Malahayati Nursing Journal 4(10): 2792–2805. doi:10.33024/mnj.v4i10.7507.
Winarti, Rahayu, Indar Nurkhastana, and Nana Rohana. 2022. “The Effect of Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Therapy Methods on Changes in Adolescent Smoking Behavior.” Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan 13(2): 46–53. doi:10.33666/jitk.v13i2.435.
Winarti, Rahayu, Indar Nurkhastana, and Nana Rohana. 2022. “The Effect of Spiritual Emotional Freedom Technique (Seft) Therapy Methods on Changes in Adolescent Smoking Behavior.” Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan 13(2): 46–53. doi:10.33666/jitk.v13i2.435.
Yatilah, Rina, and Rita Dwi Hartanti. 2021. “Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Gambaran Self Care Management Pada Pasien Hemodialisa: Literature Review.” Seminar Nasional Kesehatan: 2021. doi:10.48144/prosiding.v1i.1069.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i4.22459
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




