Optimalisasi Pemanfaatan Teh Rosela dalam Pengendalian Hipertensi di Kota Bengkulu
Sari
ABSTRACT
Hypertension is one of the non-communicable diseases (NCDs) with a high prevalence in Indonesia. The use of local herbal ingredients, such as Rosella (Hibiscus sabdariffa), is a non-pharmacological therapy alternative that can help lower blood pressure. The Village Partner Development Program (PPDM) aims to optimize the use of Rosella tea in controlling hypertension through training, mentoring, and empowering elderly health center cadres and the PKK group in Anggut Atas Village. The methods used include preparation, socialization, training in Rosella cultivation and processing, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. A total of 40 participants took part in the activities. The results showed a significant increase in knowledge, from an average score of 62 on the pre-test to 92 on the post-test. In addition, elderly health center cadres were able to provide health education independently, while the PKK group successfully cultivated rosella to produce dried rosella tea. This program shows that the use of rosella not only has the potential to improve the health of the elderly, but can also be an economic opportunity for the community.
Keywords: Rosella, Hypertension, Posyandu Cadres, PKK, Community Empowerment.
ABSTRAK
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Pemanfaatan bahan herbal lokal, seperti Rosella (Hibiscus sabdariffa), merupakan alternatif terapi non-farmakologi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan teh Rosella dalam pengendalian hipertensi melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan kader posyandu lansia serta kelompok PKK Kelurahan Anggut Atas. Metode kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan rosella, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan, dari nilai rata-rata 62 pada pre-test menjadi 92 pada post-test. Selain itu, kader posyandu lansia mampu memberikan edukasi kesehatan secara mandiri, sementara kelompok PKK berhasil melakukan budidaya rosella hingga menghasilkan teh rosella kering. Program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan rosella tidak hanya berpotensi meningkatkan kesehatan lansia, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi masyarakat.
Kata Kunci: Rosella, Hipertensi, Kader Posyandu, PKK, Pemberdayaan Masyarakat.
Kata Kunci
Teks Lengkap:
Download ArtikelReferensi
Andika, I Kadek Agus, dkk. Pengaruh Pemberian Bunga Rosella Terhadap Perubahan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Dengan Terapi Captopril Di Desa Kamiwangi Kecamatan Toili Barat Kabupaten Luwuk Banggai. 2018: Universitas Sam Ratulangi Manado (Manado).
Azzahra, W. (2024). Analisis Asuhan Keperawatan Pada Keluarga Tn. M Dengan Intervensi Pemberian Edukasi Diet Dash (Dietary Approaches To Stop Hypertension) Dan Pembuatan Teh Rosella Untuk Menurunkan Tekanan Darah Di Wilayah Kerja Puskesmas Riung Bandung Rw 04 Cisaranten Kidul Kec. Gedebage (Doctoral dissertation).
Rahmi, L., Salsabila, M., & Hijriana, I. (2024). Efektivitas Teh Rosella (Hibiscus Sabdarif) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi. Sagita Academia Journal, 2(4), 193-200.
Miradwiyana, B. (2021). Pengaruh Pemberian Teh Rosella Dengan Madu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Primer. Journal of Health and Cardiovascular Nursing.
Wiguna, R. I., Jupriadi, L., Pratiwi, D. R., Apriani, L. A., Wardani, L., Solehah, M. A., ... & Fazira, E. J. (2022). Pemberdayaan Kesehatan Lansia Melalui Program LIBAS Hipertensi Sebagai Upaya Menangani Masalah Hipertensi pada Lansia di Desa Mertak Tombok. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 4(2), 312-316.
Nurhamia, S. (2025). Asuhan Keperawatan dengan Pemberian Teh Rosella Kombinasi Kayu Manis untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Cipayung (Doctoral dissertation, Universitas Bhakti Kencana PSDKU Jakarta).
Li'wuliyya, S. (2024). Alternatif Pilihan Intervensi Non-Farmakologi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi: Systematic Review: Alternative Choices Of Non-Pharmacological Interventions For Reducing Blood Pressure In Hypertension Patients: Systematic Review. Quality: Jurnal Kesehatan, 18(1), 27-38.
BPS Kota Bengkulu. Kecamatan Ratu Samban Dalam Angka 2021. https://bengkulukota.bps.go.id/publication/2021/09/24/21dba924aebf3238fdd5792f/kecamatan ratu-samban-dalam-angka-2021.html. 2021.
Huda, N., Sari, R., & Aini, T. (2022). Pemberdayaan kader kesehatan dalam pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat. Journal of Health Education.
Kartikasari. Faktor Risiko Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Kabongan Kidul, Kabupaten Rembang. Skripsi. 2012: Universitas Diponegoro (Semarang).
Kemenkes. Juknis Surveilans Penyakit Tidak menular. 2015: Jakarta, Dirjen PPPL & Dirjen PTM.
Lestari, D. T., Retnowati, E., & Aman, S. (2023). Upskilling and Reskilling Non-Communicable Disease Cadres for Increasing Chronic Disease Management. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1).
Permana, C. A. (2017). Analisis Kelayakan Teknis dan Finansial Pendirian Pengolahan Sirup Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa) Skala Kecil. Universitas Brawijaya.
Prasetyo, Y., & Wicaksono, A. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Herbal untuk Meningkatkan Kesehatan dan Ekonomi Desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani, 1(2): 45–54.
Purwanta, D. et al. (2023). Enabling the Grass-Root: Health Cadres Empowerment Program in Efforts to Prevent and Manage Hypertension in Tanjung Sub-Village Community. Indonesian Journal of Community Engagement, 9(3).
Rahmayanti dkk. Implementasi Surveilans Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Berbasis Posbindu Berdasarkan Atribut Surveilans. Jurnal Berkala Epidemiologi. September 2017;5(3): 276-28.
Sri Mulyani, T. I., & Satriawan, I. K. (2018). Strategi Pengembangan Usaha Produk Teh Celup Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) UD. Bali Gendis, Klungkung. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri.
Sya’id, A., & Tursina, H. M. (2024). Inovasi Digital Dalam Edukasi Kesehatan: Peran Kader Posyandu Dalam Mengendalikan Hipertensi. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat.
DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i1.23816
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.


Panduan Penulisan




