Analisis Faktor Self Care Management Hipertensi pada Pra Lansia Sampai Lansia di Wilayah Terpencil Kepulauan Nias Sumatera Utara

Rina Silviana, Fahmi Ichwansyah, Asnawi Abdullah, Hermansyah Hermansyah, Hafnidar Hafnidar, Amelia Zahara

Sari


ABSTRACT

 

Hypertension is a chronic disease that has characteristics in unsTabel bloodpressure, so it needs a long treatment that can even be up to a lifetime and requiresconsiderable medical expenses. Hypertension is a condition in which systolic bloodpressure is equal to or higher than 140 mmHg and diastolic blood pressure is higher than 90 mmHg. This study aimed to analyze the factors associated with hypertension self-care management among pre-elderly and elderly individuals living in remote areas of Nias Regency, North Sumatra. This quantitative study employed a cross-sectional design. Data were collected over one month, from May 30 to June 30, 2024, through face-to-face interviews using a structured questionnaire. The study population comprised all hypertensive patients aged 45–74 years, categorized as pre-elderly and elderly, within the working area of Ehosakhozi Public Health Center. A total of 80 respondents were selected using random sampling. Data were analyzed using cross-sectional analysis with STATA version 14.0. The results showed that 50% of pre-elderly and elderly respondents had poor self-care management. Poor self-care management was predominantly found among the elderly group (75%) compared to the pre-elderly group (25%) (OR = 15.55; 95% CI = 3.29–73.41; p = 0.001). Insufficient family support increased the risk of poor self-care management by nearly four times (OR = 3.74; 95% CI = 1.12–12.51; p = 0.032). Gender, educational level, marital status, smoking history, alcohol consumption, and self-efficacy were also significantly associated with hypertension self-care management. Educational level was identified as the most dominant factor associated with hypertension self-care management among pre-elderly individuals. It is expected that healthcare providers will encourage and assist family members in supporting the care of pre-elderly and elderly individuals with hypertension.

 

Keywords: Hypertension, Pre-elderly, Elderly, Self Care Management

 

 

 

ABSTRAK

 

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memiliki karakteristik pada tekanan darah yang tidak stabil, sehingga perlu dilakukan pengobatan yang lama bahkan bisa sampai seumur hidup dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Untuk menganalisis faktor Self Care management hipertensi pada pra lansia sampai lansia di wilayah terpencil, Kabupaten Nias Sumatera Utara. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan Cross-Sectional. Pengumpulan data dilakukan selama sebulan sejak 30 Mei sampai dengan 30 Juni 2024 dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini ada seluruh pasien yang mengalami hipertensi dari rentan usia 45-74 tahun dengan kategori pra lansia sampai lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ehosakhozi. Sampel yang diambil sebanyak 80 orang dengan teknik random sampling dan dianalisis dengan uji Cross-Sectional menggunakan aplikasi STATA 14.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50% pra lansia dan lansia memiliki Self Care management kurang baik. Pra lansia dan lansia yang memiliki Self Care management kurang baik mayoritas pada kelompok lansia 75% dibandingkan dengan kelompok pra lansia 25% (OR=15,55; 95%CI=3,29-73,41; p=0,001). Dukungan keluarga yang kurang berisiko hampir 4 kali mengalami Self Care management kurang baik (OR=3,74; 95%CI=1,12-12,51; p=0,032). Jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan, riwayat merokok, konsumsi alkohol dan Self Efficacy juga berhubungan dengan Self Care management hipertensi. Pendidikan menjadi faktor yang paling dominan berhubungan dengan Self Care management hipertensi pada pra lansia. Diharapkan petugas kesehatan dapat menghimbau dan membantu anggota keluarga untuk dapat merawat pra lansia sampai lansia dengan hipertensi.

 

Kata Kunci: Hipertensi, Pra Lansia, Lansia, Self Care Management.


Kata Kunci


Hipertensi, pra lansia, lansia, Self Care Management

Teks Lengkap:

Download Artikel

Referensi


Cahyani, A. D., & Tanujiarso, B. A. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Self Care Management Pasien Hipertensi Selama Masa Pandemi COVID-19. Prosiding Seminar Nasional Unimus, 4, 1219–1233.

Clara, F., Hui, J., Oka, P., Dambha-miller, H., & Tan, N. C. (2021). The association between self-efficacy and self-care in essential hypertension : a systematic review. BMC Family Practice, 22(44), 1–12.

Eriyani, T., Sugiharto, F., & Hidayat, M. N. (2022). Intervensi Berbasis Self-Care Pada Pasien Hipertensi : A Scoping Review. Jurnal Keperawatan BSI, 10(1), 41–52.

F.A, N., Indarwati, R., & Has, E. (2014). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Self Care Management Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Lansia Kelurahan Manyar Sabrangan Surabaya. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 3(1), 79–88.

Falah, M. (2019). Hubungan jenis kelamin dengan angka kejadian hipertensi pada masyarakat di kelurahan tamansari kota tasikmalaya. Jurnal Keperawatan & Kebidanan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya, 3(5), 396–405.

Istichomah. (2020). Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Pada Lansia di Dukuh Turi ,. Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI), 2(1), 24–29.

Kemenkes. (2023). Buku Pedoman Hipertensi 2024. Buku Pedoman Pengendalian Hipertensi Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, 1–71.

Kumalasari, I. D., Musthofa, S. B., & Jati, S. P. (2023). Determinan Selfcare Management Hipertensi Pada Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan. Journal of Telenursing (JOTING), 5, 2363–2371.

Kurniawan, I., & Sulaiman, S. (2019). Hubungan Olahraga , Stress dan Pola Makan dengan Tingkat Hipertensi di Posyandu Lansia di Kelurahan Sudirejo I Kecamatan Medan Kota. Journal of Health Science and Physiotherapy, 1(1), 10–17.

Lay, G. L., Pieter, H., Wungouw, L., Gita, D., Kareri, R., Cendana, U. N., Nusa, P., & Timur, T. (2019). Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Wanita Pralansia Di Puskesmas Bakunase. Cendana Medical Journal, 8(1), 464–471.

Lukmawati, E., Wilandika, A., & Widianti, A. T. (2019). Pengaruh Supportive Educative Terhadap Self Care Pasien Hipertensi Pada Salah Satu Puskesmas di Bandung. Jurnal Keperawatan’Aisyiyah, 6(6).

Meo, M. Y., Paulus, Y., Rangga, P., Ovi, F., Meo, M. Y., Paulus, Y., Rangga, P., Ovi, F., & Nipa, U. N. (2023). Dukungan Keluarga dan Penerapan Self Care Management Lansia Penderita Hipertensi ( Family Support and Implementation of Self Care Management In Elderly with Hypertension ). Jurnal Kesehatan, 12(1), 34–40.

Miranti, E. T., Wijayanti, A. E., & Handari, M. (2023). Analisis Dukungan Keluarga Dengan Self-Care Management Pada Lansia Hipertensi. Jurnal Skolastik Keperawatan, 9(1), 1–10.

Muharam, M. R., Suharta, D., Ramdani, H. T., & Puspita, T. (2024). Self-Care Management Penderita Hipertensi. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 10(1), 34–43.

Murni, L., Sagala, B., & Sinaga, N. D. (2023). Hubungan Self Care Management dengan Kualitas Hidup Penderita Hipertensi Masa Pandemi Covid 19 di Kota Medan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 15883–15890.

Nduru, S., Hati, S., Faleks, I., & Sari, P. (2019). Darah Pada Pasien Hipertensi Di Rsu Royal Prima Medan Tahun 2019. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 5(2), 82–86.

Nursofiati, S., Perdana, F., Shoffa, Mariananingsih, I., & Isnur, M. (2023). Penyuluhan Hipertensi pada Pra Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen , Kota Serang. Jurnal Pengabdian Dan Pengembangan Masyarakat Indonesia, 2(1), 20–23.

Pae, K., Maryuti, I. A., & Astarini, M. I. A. (2023). Hubungan Self Care Management Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia. Jurnal Keperawatan Kontemporer, 3(1), 16–25.

Purwo Setiyo Nugroho, & Yonita Sari. (2019). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Dengan Kejadian Hipertensi di wilayah Kerja Puskesmas Palaran. Jurnal Dunia Kesmas, 8, 219–225.

Rina, D., Fitria, N., & Hendrawati. (2021). Literature Review Hubungan Antara Tipe Kepribadian Dengan Kejadian Hipertensi. Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal), 7(1), 15–19.

Romadhon, W. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Self-care Behavior pada Klien dengan Hipertensi di Komunitas. Urnal Penelitian Kesehatan “SUARA FORIKES”(Journal of Health Research “Forikes Voice”), 11(April 2020), 37–40.

Setyoningsih, H., & Zaini, F. (2020). Analisis Kepatuhan Terhadap Efek Terapi Pada Pasien Latar Belakang. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus, 9(2), 156–168.

Setyorini, A. (2018). Hubungan self-efficacy dengan self-care management lansia yang menderita hipertensi di Posyandu Lansia Padukuhan Panggang III binaan Puskesmas Panggang I Gunungkidul. Health Sciences and Pharmacy Journal, 2(2), 58–64.

Sihotang, R., Utama, T. A., Aprilatutini, T., & Yustisia, N. (2020). Self Care Management Evaluation In Hypertension Patients. Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK), 2(1), 184–200.

Susanti, N., Siregar, P., & Falefi, R. (2020). Determinan Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir Berdasarkan Kondisi Sosio Demografi dan Konsumsi Makan. 2(1), 43–52.

Susanti, S., Bujawati, E., Aulia, R., Sadarang, I., & Ihwana, D. (2022). Hubungan Self Efficacy dengan Manajemen Diri Penderita Hipertensi Di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Tahun 2022. Jurnal Kesmas Jambi (JKMJ), 6(2), 48–58.

Tumanggor, S. D., Aktalina, L., Yusria, A., & Ismail, M. (2022). Karakteristik Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung. Jurnal Kedokteran STM (Sains Dan Teknologi Medik), V(Ii), 174–180.

Umbas, I. M., Tuda, J., & Numansyah, M. (2019). Hubungan Antara Merokok Dengan Hipertensi Di Puskesmas Kawangkoa. Jurnal Keperawatan, 7(1).

Widyaningrum DA, & Romadhoni DA. (2018). Riwayat anemia kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ketandan Dagangan Madiun. Medica Majapahit, 10(2), 90–94. http://ejournal.stikesmajapahit.ac.id/index.php/MM/article/view/291




DOI: https://doi.org/10.33024/mnj.v8i3.24333

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.